Syukuri Hasil Panen, Masyarakat Gelar Bakawua Adat

12
Acara Bakawua Adat disambut dengan Silek Sonsong. (Foto: IST)

Masyarakat Nagari Sikabau, Kecamatan Pulaupunjung menggelar acara Bakawua Adat. Bakawua adat merupakan wujud syukur atas hasil panen padi di sawah yang diperoleh begitu melimpah. Sekaligus memohon serta berdoa kepada Allah SWT agar sawah yang digarap selalu menjadi sumber rezeki.

Acara Bakawua adat syukuran pasca panen padi tersebut dihadiri Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Turut hadir para ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai dan bundo kanduang yang mengenakan pakaian adat lengkap. Serta, juga terlihat hadir sejumlah kepala perangkat daerah dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Menurut Sutan Riska, dirinya sangat mengapresiasi masyarakat Nagari Sikabau yang rutin setiap tahun melaksanakan acara Bakawua sebagai budaya lokal kita. Dalam perhelatan Bakawua ini banyak hikmah didapat. Selain bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT, acara ini juga dapat menjadi wadah untuk memperkuat silaturahim antar masyarakat.

Disamping itu Bakawua merupakan budaya lokal yang patut dilestarikan. Dalam acara ini, berbagai kesenian daerah juga turut ditampilkan. Diantaranya ada penyambutan dengan Silek Sonsong, menyambut tamu dengan sirih dalam carano, sesambahan petatah-petitih sebelum makan, dan lainnya.

“Mari kita selalu berdoa agar selalu dalam kebaikan, dalam ridha Allah, mari kita banyak-banyak bersyukur atas limpahan rezeki ini, semoga kita selalu dijauhkan dari segala bala dan bencana,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Wali Nagari Sikabau, Abdul Razak, menjelaskan acara Bakawua kali ini dilaksanakan di Komplek Makam Datuak Gadang yang merupakan cancang latiah Nagari Sikabau, artinya peran serta Datuk Gadang cukup besar. “Ditangan beliaulah awal mulanya menjadikan Nagari Sikabau hingga menjadi maju dan berkembang saat ini. Kita telah sepakat untuk melestarikan adat istiadat dan budaya lokal, sesuai dengan tujuan bupati sebagai kabupaten yang mandiri dan berbudaya,” tegas Abul Razak.

Pada kesempatan itu, Abdul Razak juga menyampaikan permintaan masyarakat Nagari Sikabau kepada Bupati Sutan Riska, terkait akan dilakukannya penutupan pintu air untuk perbaikan tahap akhir Irigasi Batanghari. “Kami berharap ada solusi, agar padi yang sengaja ditanam dalam tempo perbaikan irigasi, tidak gagal panen atau mengalami kekeringan,” tuturnya. (ita)