Dua Rumah Terancam Terban ke Sungai

10
MEMBAHAYAKAN: Kondisi tebing yang terkikis oleh aliran Sungai Batang Siat. Saat ini abrasi sudah mendekati pemukiman warga.(IST)

Warga Jorong Kotogadang, Nagari Ampang Kuranji  Kecamatan Kotobaru khawatir, menyusul terjadinya runtuhan tebing sungai Batang Siat yang kini hanya berjarak kurang lebih delapan meter dari rumah warga.

Setidaknya ada dua unit rumah milik warga masing-masing Abuzar dan Deki yang terancam ambruk akibat tebing yang sering longsor. Salah satu penyebabnya adalah tingginya curah hujan sejak beberapa hari yang lalu.

“Beginilah kondisi di belakang rumah kami sekarang ditambah lagi dengan curah hujan yang tinggi setiap hari. Takutnya longsor makin melebar dan bergeser ke rumah kami. Diharapkan semoga adanya bantuan perbaikan pengamanan tebing ini, dan di sepanjang DAS (daerah aliran sungai) tersebut juga perlu dilakukan normalisasi karena kondisinya saat ini sudah semakin parah,” ucapnya

Ia tidak tahu kepada siapa lagi harus mengadu, sebelumnya dirinya sudah melaporkan kondisi tersebut kepada jorong dan perangkat nagari terkait kondisi tebing tersebut.
Longsoran tebing terus terjadi, dikhawatirkan jika hal itu tidak cepat ditanggapi bukan tidak mungkin rumahnya akan ambruk.

Baca Juga:  Kapolres Dharmasraya AKBP Nurhadiansyah Sertijab Dua Kabag dan Tiga Kasat

“Kami selalu cemas akan keselamatan kami. Itu di karenakan  intensitas hujan yang cukup tinggi. “Kadang jika sudah malam hari kami takut, bagaimana kalau saat tidur terjadi longsor, tentu saja hal itu berimbas kepada keselamatan jiwa kami,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Wali Nagari, Ampang Kuranji, Nobon, yang membenarkan adanya runtugan tebing Sungai Batang siat di jorong tersebut.

“Sebenarnya itu sudah lama juga runtuhan tebing tersebut terjadi. Dan hal itu jelas mengancam keselamatan warga. Penanganan harus dilakukan dengan cara membangun batu beronjong atau tiang pancang dan butuh dana yang agak besar. Nanti kita usulkan untuk penanggulangan longsoran tebing sungai semoga ada tanggapan dari pihak terkait. Kalau disetujui biasanya ada timnya yang akan turun, harap bersabar kita sama-sama menunggu dulu, biar mereka yang melihat dan menentukan pola penanganannya seperti apa nantinya,” harap Nobon.

Terpisah, Kepala Dinas PU Dharmasraya, Junaidi, mengatakan, akan meninjau langsung ke lapangan dan menyarankan kepada pihak wali nagari buat surat permohonan. (ita)