Pemkab-DPRD Dharmasraya Anggarkan Rp 2 M Revitalisasi 40 Rumah Gadang

Ketua DPRD Dharmasraya, Pariyanto bersama cucu keponakan rumah gadang di Jorong Pulai, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung. (IST)

Rona bahagia terpancar dari wajah warga Jorong Pulai, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung saat menyambut kedatangan Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Pariyanto. Betapa tidak, kedatangan orang nomor satu di lembaga legislatif tersebut yang juga merupakan kader PDIP itu, membawa kabar bahagia bagi masyarakat terhadap revitalisasi rumah gadang di daerah tersebut.

Pariyanto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tahun 2020 tentu saja dengan persetujuan DPRD mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar yang berasal dari APBD Dharmasraya untuk melakukan revitalisasi bagi 40 unit rumah gadang. Masing-masing rumah gadang mendapat bantuan sebesar Rp 50 juta .

Sementara di tahun 2019 yang lalu, dialokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar bagi 80 unit rumah gadang yang anggarannya juga berasal dari APBD Dharmasraya.

Pariyanto menegaskan, Dharmasraya merupakan kabupaten pertama yang mengalokasikan APBD untuk revitalisasi rumah gadang tersebut. Artinya Kabupaten Dharmasraya merupakan pilot project revitalisasi rumah gadang di Sumatera Barat, namun tentu saja revitalisasi tersebut harus dilakukan secara bertahap. “Sebagai sama-sama kader PDIP, saya dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska yang juga sama-sama dibina oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Sumbar Alex Indra Lukman akan selalu bekerja secara sinkron dalam memajukan Kabupaten Dharmasraya sehingga masyarakat makin sejahtera. “Apalagi sebagai partai wong cilik, aspirasi dan kebijakan tentu akan lebih diprioritaskan kepada kepentingan masyarakat menengah ke bawah,” papar Pariyanto.

Baca Juga:  Jembatan Pulai Permudah Akses Warga ke Kebun

Menurutnya, revitalisasi tersebut merupakan wujud kepedulian kepada adat dan budaya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Disamping itu semangat kembali ke rumah gadang juga harus dibangkitkan. Dan diantara persyaratan untuk mendapatkan dana revitalisasi tersebut antara lain, rumah gadang merupakan rumah gadang kaum ada ninik mamak, ahli waris atau cucu keponakan dan memang pantas dilakukan revitalisasi atau perlu perbaikan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Dharmasraya, Abdul Haris Tuanku Sati sangat mengapresiasi Pemkab dan DPRD Dharmasraya yang sudah menganggarkan dana yang berasal dari APBD untuk merevitalisasi rumah gadang. “Kita sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Dharmasraya terhadap program tersebut. Ini membuktikan jika pemerintah bersama DPRD benar-benar komit dalam melestarikan keberadaan rumah gadang sekaligus tetap melestarikan adat dan budaya, sesuai dengan visi dan misi Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan,” papar Abdul Haris. (*/bis)