70% Pelajar SMPN 1 Pulaupunjung Sudah Divaksin

4
ANTUSIAS: Seorang siswa SMPN 1 Pulaupunjung mengikuti vaksinasi di sekolah.(IST)

SMPN 1 Pulaupunjung melaksanakan vaksin terhadap siswanya. Tercatat 70 persen siswa sekolah tersebut sudah divaksin. Hal tersebut bertujuan agar bisa dilaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka 100 persen atau PBM tatap muka penuh. Saat ini PBM masih  dilaksanakan dengan memakai sistem shif.

Hal itu diungkapkan Kepala SMPN 1 Pulaupunjung Riwahono. “Dari 574 orang  siswa kita, setidaknya sekitar 400 orang  siswa sudah melaksanakan vaksin, dengan rincian sekitar 240 orang proses vaksin dilakukan di sekolah, sementara sisanya sekitar 150 orang melaksanakan vaksin massal di salah satu SMA di Dharmasraya,” katanya.

70 persen siswa yang divaksin masih merupakan vaksin pertama. “Bagi siswa kita yang belum melaksanakan vaksin pertama menurut rencana akan kita laksanakan  minggu depan, sesuai dengan koordinasi kita dengan pihak atau tenaga kesehatan Puskesmas Sialang. Untuk vaksin kedua, besar kemungkinan dilaksanakan satu bulan ke depan,” katanya.

Menurutnya, walau proses vaksin merupakan program nasional namun pihak sekolah tidak mewajibkan orang tua siswa membuat surat pernyataan. Tapi memakai sistem, orangtua wajib mendampingi anak pada saat divaksin.

Baca Juga:  Targetkan 60 Persen Orang Divaksin, BIN Vaksinasi Door To Door

Jika pada saat pemeriksaan oleh tenaga kesehatan anak tersebut bisa divaksin, maka akan dilaksanakan vaksin, namun jika belum vaksin akan di tunda dulu.

Usai vaksin orangtua boleh membawa anak pulang kembali ke rumah untuk istirahat artinya anak yang divaksin meliburkan diri pada hari itu.  Salah satu kendala dalam memberikan vaksin kepada siswa tersebut adalah masih simpang siurnya atau pro-kontra tentang dampak vaksin.

Karena masih ada sebagian  besar orangtua menganggap jika pemberian vaksin itu akan membawa dampak negatif bagi sang anak atau sesuatu yang menakutkan.

“Padahal informasi itu salah besar, pemerintah tidak akan mungkin menyengsarakan rakyatnya. Malahan sebaliknya, semua itu demi kebaikan bersama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Riwahono. (ita)