Diduga Perkosa Keponakan, Paman Dibekuk

Kasat Reskrim AKP Suyanto dan jajaran bersama tersangka saat diamankan di Mapolres Dharmasraya. (IST)

Polres Dharmasraya membekuk pelaku pemerkosaan dan pencabulan anak di bawah umur. Pelaku berinisial TG, 36, warga Nagari IV Koto Dibauah Kecamatan IX Koto tega memperkosa anak di bawah umur yang juga keponakannya sendiri berinisial Bunga, 14.

Kini pelaku TG yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut ditahan di Mapolres Dharmasraya untuk penyelidikan lebih lanjut. Penangkapan terhadap tersangka berdasar LP/116/ K/XII/2020 Polres tentang Perbuatan Cabul tanggal 11 Desember 2020 dengan Sprint kap 51/VII/Res 1.24/2020 tanggal 22 Desember 2020.

Terungkapnya kasus tersebut berdasar cerita dari korban kepada istri tersangka. Korban sendiri tinggal di rumah tersangka karena masih ada hubungan keluarga. Istri tersangka lalu melaporkan hal tersebut kepada orang tua korban, yang tinggal tidak jauh dari rumah tersangka. “Mendapat laporan tersebut, orang tua korban dan istri tersangka langsung melaporkan aksi bejat tersangka tersebut ke Polres Dharmasraya,” kata Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah didampingi Kasat Reskrim AKP Suyanto, kepada wartawan, di Mapolres, kemarin.

Berbekal laporan itu, anggota Satreskrim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Suyanto bergerak cepat ke TKP dan mengamankan tersangka di kediamannya. Tersangka saat ditangkap tidak melakukan perlawanan. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. “Kronologis kejadian berawal saat korban sedang tidur di dalam kamar dan mengancam korban dan melakukan aksi bejatnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Musda PDPM Dharmasraya, Lahirkan Kader Pemuda yang Berakhlak

Tersangka terancam Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Berdasar pengakuan dari korban, perbuatan tersebut sudah sering dilakukan oleh tersangka di dalam kamar rumah tersangka. Tersangka juga menjanjikan kepada korban untuk bekerja sebagai salah seorang karyawan di salah satu perusahaan namun hal itu hanya janji. (ita)