Hindari Penyebaran Covid-19, Pemkab Dharmasraya Tutup Tempat Hiburan

10
Rakor antisipasi dan pencegahan serta penanganan Covid-19, bersama tim gugus penanganan virus Covid 19. (Foto: IST)

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menetapkan status sebagai daerah atau kabupaten siaga bencana non alam terkait dengan Covid -19. Untuk itu berbagai upaya dilakukan sehingga diharapkan tidak ada warga Dharmasraya yang terkena virus tersebut.

Disamping itu juga akan menutup seluruh tempat hiburan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, termasuk pesta pernikahan dan keramaian lainnya. Cek warga yang baru datang ke Dharmasraya termasuk jamaah yang melakukan perjalanan dari negara atau provinsi yang terjangkit Covid-19.

Hal itu ditegaskan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan usai rakor antisipasi dan pencegahan serta penanganan Covid-19, bersama tim gugus penanganan virus Covid 19.

“Rakor tersebut lebih dititikberatkan kepada wali nagari, camat, babinkamtibmas, babinsa dan lain sebagainya agar mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Covid-19 sehingga masyarakat tidak panik. Terkait maklumat Kapolri yang melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak atau massa, diminta kepada masyarakat untuk mematuhi hal tersebut. Jika hal ini tidak diindahkan, maka pihak kepolisian mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan pembubaran dan tindakan lainnya,” jelas Sutan Riska.

Tempat ibadah terutama yang berada di sepanjang jalan lintas sumatera, diminta untuk dibuka hanya pada waktu sholat saja, dan tidak boleh ada aktivitas lainnya, selain shalat. Pengurus masjid juga diminta untuk melakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah shalat dilaksanakan. Dan kepada jamaah, diminta untuk membawa sajadah atau mukena sendiri dari rumah.

Kepada wali nagari dan kepala jorong sebagai ujung tombak diminta aktif untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, dengan melibatkan sektor terkait, seperti petugas kesehatan, babinsa dan bhabinkamtibmas.

“Disamping itu pemerintah nagari diminta untuk memanfaatkan dana desa dalam hal pengadaan alat semprot beserta cairan disinfektan untuk setiap jorong yang ada di wilayahnya. Sehingga penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dapat dilakukan di seluruh tempat atau fasilitas umum, yang ada di setiap Jorong,” tutur Sutan Riska.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya,Satpol PP diminta untuk melakukan penindakan kepada siswa yang berkeliaran tanpa pengawasan orang tua, selama pengalihan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah diberlakukan. Pemkab Dharmasraya merencanakan untuk membuat posko di wilayah perbatasan, sebagai langkah antisipasi masuknya Covid-19 ke Dharmasraya. (ita)