Bupati Minta tidak Sebar Hoaks soal Virus Korona

15
Rapat koordinasi terkait penanganan virus Covid-19. (Foto: IST)

Semua pihak atau elemen masyarakat diharapkan agar menahan diri dalam mengeluarkan statemen tentang berita virus korona apalagi berita itu tidak benar sama sekali dan jatuhnya kepada hoaks. Jangan mengeluarkan statemen yang tidak jelas kebenarannya karena hal itu akan mendatangkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Yang perlu dilakukan saat ini adalah tetap waspada. Untuk itu Pemkab Dharmasraya akan melakukan pemantauan di sepanjang lintas sumatera mulai dari pintu masuk Sumbar di daerah Sungai Rumbai, sampai perbatasan Dharmasraya Sijunjung di daerah Sialang. Jal tersebut dimaksudkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian disampaikan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dalam rapat koordinasi dengan Forkopimda terkait edaran Menteri Kesehatan tentang penanganan Covid-19. Tampak hadir Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya, Ketua DPRD Pariyanto dan lainnya.

“Untuk saat ini, kita akan melakukan penyemprotan atau disinfektan di tempat-tempat pelayanan umum sepertidi tempat ibadah yang sering dijadikan sebagai tempat persinggahan sebanyak 16 unit, 14 titik pemberhentian para sopir bus atau rumah makan serta SPBU dan lain sebagainya. Disamping itu juga kita himbu agar tetap menjaga kebersihan,” ungkap Sutan Riska.

Disamping itu jelas Sutan Riska, juga perjalanan dinas ke daerah-daerah yang diduga ada kasus Covid-19 harus ditunda dulu, termasuk pertemuan-pertemuan dalam jumlah yang besar, komunikasi bisa dilakukan via WA dan sejenisnya. Kalaupun ada pertemuan maka hanya pertemuan yang dihadiri sekitar lima atau tujuh orang dan kalau bisa dilakukan ditempat terbuka. Bahkan kegiatan street food yang digelar tiap malam minggu dibeberapa kecamatan untuk sementara juga ditiadakan

“Namun untuk meliburkan anak-anak sekolah kita belum putuskan, perlu kajian lebih lanjut. Atau ada hal lain yang harus dipertimbangan seperti di daerah lain, atau tetangga dan provinsi saja belum memutuskan untuk memberhentikan sementara kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Yang perlu dipahami oleh masyarakat adalah, jangan ada spekulan bahan sembako. Jika ada yang coba-coba melakukan hal tersebut dengan maksud keuntungan diri sendiri, maka kita akan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk menangkap yang bersangkutan. Kepada camat, Puskesmas, Wali Nagari, Jorong dan perangkat lainnya agar segera melakukan sosialisasi-sosialisasi terkait penanganan Covid-19 karena hal tersebut sangat penting bagi masyarakat,” papar Sutan Riska.

Sementara itu Direktur RSUD Sei Dareh, Chusnul Chatimah Surbekti menjelaskan,RSUD Sei dareh sudah mempersiapkan ruang isolasi dalam penanganan pasien Covid-19. “Mudah-mudahan warga Dharmasraya dijauhkan dari penyakit tersebut. Seandainya kita tidak bisa ditangani di RSUD, maka pihak RSUD sudah mempunyai rumah sakit rujukan masing-masing RSUP M Djamil Padang dengan delapan tempat tidur dan RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi dengan empat tidur. Disamping itu juga sedang dijajaki kerjasama dengan RS Unand,” jelasnya. (ita)