Densus 88 Amankan Seorang Warga Dharmasraya

Kediaman F, warga Jorong Balaitanah, Nagari Sungairumbai, Kecamatan Sungairumbai yang diduga ditangkap Densus 88, Sabtu (25/7) sekitar pukul 08.15.

F, 27, dilaporkan diduga ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88, di salah satu SPBU di Dharmasraya, Sabtu (25/7), sekitar pukul 08.15. Warga Jorong Balaitanah, Nagari Sungairumbai, Kecamatan Sungairumbai tersebut, diduga terlibat dalam jaringan teroris.

Informasi penangkapan F diperoleh Padang Ekspres dengan mendatangi langsung lingkungan rumahnya, Minggu (26/7). Namun, di sana tidak terlihat adanya orangtua F. Untuk itu, Padang Ekspres memilih bertanya kepada warga sekitarnya.

“Tahu (soal penangkapan F, red). Tapi saya tidak tahu kenapa dia ditangkap,” ujar salah seorang warga yang menolak dituliskan namanya.

Sepengetahuan tetangganya itu, F tidak pernah sosok yang biasa saja. Memang, menurutnya F memiliki kepribadian pendiam dan jarang keluar rumah. “Dia baru beberapa bulan ini di Sungaipenuh. Bulan-bulan sebelumnya tidak tahu ke mana,” ucapnya.

Terkait kehidupan keluarganya, si tetangga bercerita F anak kedua dari enam bersaudara. Ayah dan ibunya sudah lama bercerai. Sekarang, ibu F yang berinisial EI, berjualan makanan di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

“Tidak ada orang yang mengira jika F diduga terlibat dalam jaringan tersebut (teroris, res), karena dia tidak banyak bicara, tidak juga banyak keluyuran,” hematnya.

Di sela-sela wawancara dengan warga sekitar rumah F tersebut, tampak datang EI. Padang Ekspres pun langsung mengambil kesempatan itu dengan mendekatinya. Beruntung, EI bersedia memberikan tanggapan terkait penangkapan anaknya.

EI menceritakan kabar penangkapan F diperolehnya dari kepala jorong via telepon. Saat itu, ia berada di kiosnya di Pasar Sungairumbai. “Kepala jorong menghubungi saya untuk meminta kunci kamar anak saya itu. Saya kaget mendapat kabar itu,” katanya mengingat peristiwa tersebut.

Ternyata, imbuh EI, saat itu kepala jorong dan petugas yang diduga dari Densus 88 sudah berada di rumahnya. Untuk itu, EI meminta mereka menunggunya kembali dari pasar terlebih dahulu.

“Saya tutup kios dan langsung pulang ke rumah. Sesampai di rumah, terlihat petugas sudah menyita sejumlah barang-barang milik anak saya, yaitu laptop, handphone, dan beberapa buku bertema agama dan paspor,” ulasnya.

Menyangkut kasus yang membuat anaknya ditangkap, EI mengaku tidak tahu sama sekali. Sebab, petugas tidak memberikan keterangan apapun kepadanya. “Sehari-hari sikapnya biasa-biasa saja. Ia baru pulang merantau setahun ini,” ucap mantan istri IN tersebut.

Kendati begitu, EI mengungkapkan beberapa hari belakang, ia kerap melihat FI gelisah. Selain itu, katanya FI juga sering tidak fokus dalam bekerja. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada keterangan dari polisi terkait penangkapan FI. Baik dari Polres Dharmasraya ataupun Polda Sumbar. (ita)