Menjanjikan!! Dharmasraya Bakal Jadi Sentra Nenas

21
MENJANJIKAN: Salah satu kebun nenas masyarakat di Dharmasraya. Komoditi ini dinilai sangat menjanjikan untuk membantu perekonomian masyarakat.

Nagari Kurnia Selatan, Kecamatan Sungai Rumbai ditetapkan menjadi sentra pengembangan buah-buahan dan komoditas Nenas Madu Kurnia sebagai ikon utama yang akan dikembangkan.

Untuk diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, buah bermahkota ini telah diperkenalkan di tingkat Provinsi Sumatera Barat dan selalu menjadi pusat perhatian pengunjung di Apkasi Expo karena menghadirkan suasana berbeda dengan nenas yang biasa ditemui.

“Tak berlebihan, Nenas Madu Kurnia adalah Duta Buah Kabupaten Dharmasraya di tingkat Nasional,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Dharmaaraya Darisman.

“Inovasi Nagari Kurnia Selatan itu kita beri judul Nastar, namun nastar yang satu ini memang beda, bukan kue ataupun jenis makanan lain yang dikenal banyak orang. Tapi adalah suatu program inovasi daerah berupa singkatan dari Nenas Tanaman Pagar,” tambahnya.

Nenas yang dihasilkan cukup menggembirakan karena buahnya besar dan memiliki kadar air tinggi. Bobotnya bisa mencapai 10 kilogram dan rasanya tetap manis walau sudah lama dikupas.

Buah tropis ini dan diyakini akan banyak disukai bagi yang sudah mencicipi dan penasaran bagi yang belum pernah mencoba. “Untuk saat ini panen masih terbatas sehingga untuk pemesan produk harus sabar menunggu dan dipesan  lebih dahulu,”ucapnya

Menurut Darisman, terkait pengembangan Nenas Madu Kurnia ke depan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan mengalokasikan anggaran berupa bantuan bibit nenas dan sarana pengolahannya.

Baca Juga:  Miliki Sabu, Pemuda Nagari Sungaidareh Diringkus

”Tahun ini kita alokasikan bantuan bibit nenas 2.300 batang. Insya Allah tahun 2023, bantuan bibit akan ditambah dan disertai dengan alat pengolahan buah nenas berupa vacum keripik nenas dan mesin pembuat selai nenas. Mohon dukungan dan partisipasi masyarakat mendukung program ini, semoga Nagari Kurnia Selatan sebagai Kawasan sentra hortikultura dapat kita wujudkan,” tutur Darisman.

Ia menambahkan, latar belakang pelaksanaan inovasi ini, yaitu belum termanfaatkannya lahan pekarangan yang ada di sekeliling rumah tempat tinggal, belum adanya pagar sebagai pembatas kepemilikan tanah dan  banyaknya hewan peliharaan yang dilepas sehingga selama ini pekarangan tidak bisa dimanfaatkan.

Inovasi ini bertujuan untuk pemanfaatan lahan perkarangan, memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga dan menjadikan buah nenas jumbo sebagai buah-buahan unggulan dari Kabupaten Dharmasraya serta menjadikan Nagari Kurnia Selatan sebagai daerah agrowisata tanaman hortikultura di Kabupaten Dharmasraya.

“Nilai tambah dari inovasi ini adalah menumbuhkan UMKM  produk olahan nenas dan meningkatnya perekonomian masyarakat,” urainya.

Hal senada diungkapkan Wali Nagari Kurnia Selatan M. Zainal, pihaknya akan melaksanakan pelatihan dan studi banding terkait budidaya dan pengolahan buah nenas melalui dana nagari.

”Masyarakat dan Pemerintah Nagari Kurnia Selatan siap untuk mendukung kawasan hortikultura sebagai salah satu program unggulan daerah di Kabupaten Dharmasraya,” pungkasnya. (ita)