Tak Puas Pembagian BLT, Warga Protes Wali Nagari Ampang Kuranji

439
Ratusan warga mendatangi kantor Wali Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Kotobaru, Kamis (28/5/2020) malam. (Foto: Zulfia Anita)

Tidak puas dengan pembagian Bantuan Lansung Tunai (BLT) dampak Covid-19, ratusan warga mendatangi kantor wali nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Kotobaru, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (28/5/2020) malam.

Warga yang emosi sempat melempari kaca di kantor wali nagari tersebut hingga pecah. Agar kejadian tidak makin meluas, maka aparat TNI dan Polri, Koramil Kotobaru Kodim SSD dan Polsek Kotobaru langsung menerjunkan anggota ke lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus menenangkan massa.

Kapolsek Kotobaru AKP Nafris mengatakan, walau situasi sudah kembali kondusif namun anggota Polsek Kotobaru dan anggota Koramil Kotobaru masih berjaga-jaga di sekitar kantor wali nagari.

“Berdasarkan informasi yang kita terima, persoalan tersebut berawal dari kekecewaan sejumlah warga atas pembagian BLT yang dinilai tidak adil. Bersama dengan tokoh masayarakat setempat, aksi massa ini bisa diredam dan warga diminta membubarkan diri,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti aksi tersebut, katanya seluruh stakeholder sudah melakukan pertemuan. “Saat ini sedang berlangung musyawarah. Mudah-mudahan ada jalan terbaiknya,” harap Nafris.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dharmasraya, Bobby Riza Perdana menjelaskan, secara keseluruhan warga Nagari Ampang Kuranji yang menerima bantuan 1.033 kepala keluarga (KK) dari 1.567 KK.

Artinya sekitar 65,95 persen warga Ampang Kuranji menerima bantuan tersebut. “Persoalan tepat atau tidak tepatnya bantuan tersebut, saya tidak berwenang menentukan, karena nama-nama tersebut berasal dari nagari yang tentu saja sudah melalui musyawarah nagari,” katanya.

Wali Nagari Ampang Kuranji Picok Adera menegaskan penyaluran BLT tersebut sudah sesuai juklak dan juknis.

“Satu lagi yang harus saya luruskan soal tuduhan warga yang mengatakan jika keluarga saya menerima BLT. Saya tegaskan itu tidak benar. Tidak ada satupun keluarga inti saya yang menerima BLT,” tegasnya. (ita)