Sepekan Idu Adha, Harga Sapi Kurban Naik 35 Persen! Cek Harganya!

9
Ilustrasi.(IST)

Mendekati  Idul Adha, harga hewan kurban terus menunjukkan kenaikan. Jika sebelumnya kenaikan harga hewan kurban hanya berkisar 10 persen hingga 20 persen dari hari-hari biasa, kini satu minggu jelang Idul Adha, kenaikan harga hewan kurban sudah sampai di angka 35  persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Darisman. “Harga sapi kurban Rabu (29/6) di Pasar Ternak Gunung Medan, naik sekitar 35  persen dengan harga berkisar Rp 15 juta hingga Rp 19 juta. Bukan tidak mungkin kenaikan itu akan terus terjadi jelang hari H,  pelaksanaan Idul Adha. Kendati demikian belum bisa dipastikan berapa sesungguhnya transaksi jual beli sapi kurban di pasar ternak tersebut,” ucapnya.

Hal itu dikarenakan pascawabah PMK dan sejenisnya, transaksi atau jual beli ternak, tidak lagi terfokus di pasar ternak. Namun ada yang langsung ke tauke atau dari peternak ke tauke. Dan ada juga masyarakat yang langsung membeli  ke pemilik hewan kurban.

Dari kesiapan hewan kurban, di Pasar Ternak Gunung Medan cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban  di Kabupaten Dharmasraya sendiri. Artinya tidak perlu membeli hewan kurban di luar Dharmasraya atau untuk memenuhi kebutuhan tersebut tetap di prioritaskan ternak yang ada di Dharmasraya.

Baca Juga:  Pemnag Dituntut Ciptakan Inovasi, Ini Kata Sutan Riska!

Untuk antisipasi agar ternak yang dikurbankan sehat diimbau kepada masyarakat agar membeli ternak kurban dari sumber-sumber yang jelas. Seperti di pasar ternak maupun pedagang ternak yang ternak kurbannya sudah diperiksa petugas.  Serta diturunkan petugas pemeriksa ternak kurban dari Dinas Pertanian.

“Di samping itu kandang penampungan hewan telah dibersihkan dan disanitasi dengan baik. Jika ada yang sakit maka dilakukan pemisahan atau karantina hewan, termasuk melakukan pemeriksaan klinis oleh petugas puskeswan dan dokter hewan untuk penetapan status hewan kurban layak atau tidak,” katanya.

Soal kebutuhan sapi kurban, berdasarkan laporan pemotongan hewan kurban pada tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan hewan kurban untuk Kabupaten Dharmasraya sekitar seribu  ekor lebih.

Sampai sejauh ini belum ada laporan kasus PMK di Dharmasraya. Diharapkan melalui pembatasan lalu lintas, pengontrolan di pasar ternak dan penyemprotan peralatan ternak yang rutin, jangan sampai ditemukan kasus tersebut di Kabupaten Dharmasraya.(ita)