Laba Terbesar, Deviden Yiel BPR Harau 21,02 Persen

30

PT BPR Harau kembali memperkokoh dominasinya di Sumbar sebagai BPR dengan kinerja terbaiknya. Kali ini, selain berhasil melambungkan assetnya menjadi Rp 81,28 Miliar ditahun 2020, PT BPR Harau juga menepatkan diri sebagai BPR dengan margin terbesar di Sumbar dengan laba bersih usaha Rp 1,62 Miliar. Sementara itu, Realisasi Kredit tercapai Rp 57,67 Miliar dan Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 66,21 Miliar.

Melambatnya kinerja lembaga keuangan di Sumbar dan secara nasional berbanding terbalik dengan apa yang dicapai PT BPR Harau ditahun 2020 yang. Selain asset yang masih bertumbuh, ekspansi kredit masih mampu berjalan secara baik. Tidak itu saja, kualitas aktiva produktifpun kian membaik dengan laba bersih usahanya masih tetap “tebal”.
“Alhamdulillah tahun 2020 seluruh target usaha kita tercapai dan bertumbuh. Total asset tercapai sebanyak Rp 81,28 Miliar, realisasi kredit sebesar Rp 57,67 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 66,21 Miliar. Sementara itu kualitas aktiva produktif juga kian membaik dengan realisasi Non Perfomance Loan (NPL) sebesar 2,94 persen dan Laba Bersih Usaha sebesar Rp 1,62 Miliar”, ungkap Direktur Utama PT BPR Harau Epi Muluk kepada Padang Ekspres kemarin.
Menurut Epi Muluk, beratnya kondisi ekonomi tahun 2020 sudah kita perkirakan seiring mewabah Covid-19. Untuk mengantisipasi itu maka sejumlah langkah strategis diambil termasuk dalam hal menaikan asset serta mengendalikan biaya. Harapan kita sederhana saja, ditahun berat ini kinerja masih bertumbuh dan laba tetap berada di atas Rp 1,62 miliar. “Alhamdulilah skenario berjalan dengan baik apa yang ditarget tercapai dengan baik”, ucap Epi Muluk.

Membaiknya kinerja laba bersih usaha ditahun 2020 memberikan angin segar bagi manajemen dan para pemilik PT BPR Harau. Dengan margin yang cukup “tebal” tersebut pemegang saham bisa menikmati deviden yield dengan nilai yang cukup besar bila diperbandingkan dengan investasi bentuk lainnya.
“Dengan capaian laba sebesar Rp 1,62 Miliar maka kita masih bisa berikan divenden yiel untuk pemegang saham sebesar 21,02 persen. Besaran deviden yield ini nyaris sama dengan tahun lalu. Harapan kita tahun 2021 ini deviden yielnya bisa lebih besar lagi”, ujar Epi Muluk.

Dari evaluasi yang dilakukan per 31 Desember 2020, tercatat PT BPR Harau merupakan BPR dengan asset kedua terbesar di Sumbar. Tahun 2020 BPR Harau mampu mencatat total Asset sebanyak Rp 81,28 Miliar atau tumbuh sebesar 4,84 persen dibandingkan realisasi Asset tahun 2019 yang lalu.

“Secara pertumbuhan usaha kita ditahun 2020 memang sedikit melandai. Namun seluruh indikator kinerja masih mampu bertumbuh positif dengan kontribusi pertumbuhan terbesar dihasilkan oleh sector kredit”, ujar Epi Muluk.

Ekonomi boleh saja melambat, pasar kredit bisa saja sulit ditahun 2020 namun manajemen PT BPR Harau masih mampu melakukan ekspansi. Setidaknya ini bisa dilihat dari masih mampunya reliasasi kredit bertumbuh sepanjang tahun 2020.
“Total kredit yang mampu kita salurkan selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 57,67 Miliar atau tumbuh 6,93 persen dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 53,93 Miliar atau tumbuh dengan nominal Rp 3,74 Miliar”, ujar Epi.

Baca Juga:  Ruas Jalan Sumbar-Riau Lengang

Bertumbuhnya realisasi kredit memberikan efek positif bagi pendapatan bunga. Selama tahun 2020 tercatat total pendapatan bunga yang mampu dikumpulkan sebanyak Rp 9,43 Miliar atau tumbuh 2,72 persen dibandingkan realisasi pendapatan bunga tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 9,18 Miliar.

Berbanding lurus dengan kinerja kredit, Dana Pihak Ketiga di PT BPR Harau sepanjang tahun 2020 juga mengalami pertumbuhan. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun terealisasi sebanyak Rp 66,21 Miliar atau bertumbuh dibandingkan realisasi Dana Pihak Ketiga tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebesar Rp 63,86 Miliar.

Dari dua produk penghimpun dana baik tabungan maupun deposito sama sama memberikan pertumbuhan. Todal dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 30,71 atau tumbuh dibandingkan realisasi dana tabungan tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 29,08 Miliar. Sedangkan dana deposito yang mampu dihimpun hingga per 31 Desember 2020 tercatat sebanyak Rp 35,50 Miliar atau tumbuh dibanding total deposito tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 34,78 Miliar.

Pertumbuhan dana ini linier dengan peningkatan beban bunga. Tahun 2020 beban bunga yang musti dibayarkan oleh PT BPR Harau tercatat sebanyak Rp 3,62 Miliar untuk kedua sumber dana tersebut.

Walau terbilang agresif dipasar kredit di tahun 2020 namun prinsip kehati-hatian masih terjaga dengan baik di PT BPR Harau. Setidaknya ini dapat dilihat dengan ratio Kualitas aktiva produktif yang masih sangat baik ditahun 2020.

“Alhamdulillah realisasi Non performance Loan (NPL) kita ditahun 2020 masih sangat bagus. Ratio NPL net kita hanya sebesar 2,94 persen. Atinya, dari Rp 57,67 Miliar total kredit yang kita salurkan sepanjang tahun 2020 maka 97,06 persen nya berada dalam status sehat dan lancer”, ujar Epi Muluk.

Sementara dari sisi efisiensi dan efektivitas biaya PT BPR Harau ditahun juga terkendali dengan baik. Justifikasi ini dibuktikan dengan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) yang masih terbilang bagus diangka 87,6 persen.

“Kredit yang bertumbuh, biaya yang terkendali dan NPL yang kecil inilah membuat kinerja laba BPR Harau membaik ditahun 2020. Total laba yang mampu dibukan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 1,62 Miliar dan ini menjadi BPR dengan laba terbesar di Sumbar saat”, ujar Epi.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Harau merupakan salah satu BPR role model di Sumbar dan menjadi BPR kebanggaan di grup Bank Nagari. BPR yang berkantor pusat di Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini selain dikenal dengan asset terbesarnya juga merupakan BPR yang selalu menyumbangkan margin “gemuk”. Kinerja yang terbaik inilah mendorong BPR Harau selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak termasuk dua tahun belakangan dengan penghargaan Info bank Award. ***

Previous articleAset BPR Malibu Tumbuh, NPL Turun, Laba Naik
Next articleMasuk ke Jaringan Digital, Padang TV juga Bisa Diakses lewat YouTube