61 Nagari Bentuk Tim Pembunuh Korona

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi melantik Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 dan Tim Pembunuh Covid-19 tingkat Nagari Situjuahbatua, Rabu (1/4). Sampai kemarin, sudah 61 dari 79 nagari di Limapuluh Kota yang membentuk tim serupa dengan ditopang angggaran dari Dana Desa. (Fajar Rillah Vesky-Padang Ekspres)

Sebanyak 61 dari 79 nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, sudah membentuk tim/relawan/gugus tugas untuk percepatan pencegahan dan penanganan virus korona (Covid-19). Bahkan, sudah ada nagari yang mengalokasikan anggaran untuk pencegahan dan penanganan virus korona dengan memanfaatkan Dana Desa 2020. Seperti Nagari Situjuahbatua di Kecamatan Situjuah Limo Nagari yang menyiapkan anggaran hingga Rp 300 juta untuk mengantisipasi dampak sosial dan dampak ekonomi akibat kemungkinan terburuk penyebaran virus korona.

“Sampai hari ini (kemarin, red), sudah 61 nagari yang membentuk tim/relawan/satuan tugas pencegahan dan penanganan virus korona, sebagai bagian dari Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 tingkat kabupaten. Artinya, tinggal 18 nagari lagi yang belum melakukan antisipasi pencegahan virus korona. Ini tentu akan kita dorong secepatnya, melalui camat dan DPMD/N,” kata Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, saat melantik Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Nagari Situjuahbatua di depan tugu pejuang PDRI Situjuahbatua, Rabu siang (1/4).

Irfendi Arbi melantik Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Situjuahbatua, bersama Kepala BPBD Joni Amir, Kepala DPMD/N A Zuhdi Perama Putra, Camat Situjuah Rahmad Hidayat, Kapolsek Situjuah Kompol Ali Umar, Danramil Luak, dan sejumlah perwakilan OPD. Selain melantik Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 tingkat nagari, Irfendi juga melantik Tim Pembunuh Covid-19 yang dibentuk Pemerintah Nagari Situjuahbatua pada enam jorong di nagari tersebut.

Irfendi dalam sambutannya menegaskan, dalam penanganan bencana alam maupun non alam seperti pandemi virus korona, partisipasi masyarakat memang sangat dibutuhkan. “Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, agar wabah ini tidak menyebar di kampung atau nagari. Dengan partisipasi masyarakat, apapun yang terjadi di tengah nagari atau desa, seperti kepulangangan perantau dari kawasan zona merah korona, tentu akan lebih mudah terpantau,” kata Irfendi Arbi.

Bupati melihat, apa yang dilakukan oleh Pemenerintah Nagari Situjuahbatua bersama elemen masyarakat dalam menjaga nagarinya dari penyebaran virus korona, perlu dijadikan contoh oleh nagari- nagari lain. Bukan hanya di Kabupaten Limapuluh Kota, malah bisa dijadikan contoh untuk Sumbar dalam hal kebersamaan dan kegotongroyongan.

“Semangat kegotongroyongan yang diperlihatkan oleh masyarakat Situjuahbatua di bawah Komando wali nagari berserta Bamusnya, terlihat ketika wabah penyakit virus Covid -19 ini viral di berbagai media, baik itu konvesional, media elektronik maupun media sosial. Nagari Situjuah Batua terdepan dalam merancang apa yang mau dilaksanakan dalam pelaksanaan penanganan virus Covid-19. Inilah yang kita harapkan sesuai dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2007,” ujar Irfendi Arbi.

Bupati pilihan rakyat ini menyebut, UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan kepada semua warga negara, bahwa tugas kebencanaan ini adalah tugas bersama. Di sana jelas mengatakan, ada tiga komponen yang menangani bencana, pertama Pemerintah, kedua masyarakat dan ketiga dunia usaha. Kalau ketiga komponen tersebut bahu membahu, tentu apapun bencana yang akan muncul di daerah kita ini dapat tertanggani dengan baik. Jadi artinya amanat UU tersebut, tugas kebencanaan adalah tugas kita bersama,” kata Irfendi Arbi.

Di sisi lain, Wali Nagari Situjuahbatua, DV Dt Tan Marajo bersama Ketua Bamus  Haji Zul’aidi, menyampaikan rasa terimakasih kepada bupati dan pemerintah kabupaten yang telah merespon apa yang dilakukan masyarakat Nagari Situjuahbatua. Terutama, mengenai penanganan virus Covid-19.

Tan Marajo melaporkan, sehari sebelum dilantik Bupati, Gugus Tugas Nagari dan Tim Pembunuh Covid-19 yang dibentuk di Nagari Situjuahbatua dengan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), sudah melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh jorong di Situjuahbatua. “Gugus tugas dan tim pembunuh covid-19 yang kami bentuk ini, tidak hanya beranggotakan aparatur nagari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Bamus saja. Tapi juga ada unsur bidan desa, kader PKK dan Yandu, linmas, Forum Nagari Sehat, kepala jorong, serta tokoh-tokoh masyarakat,” kata Tan Marajo.

Pemerintah Nagari Situjuahbatua untuk tahap awal sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk pencegahan dan sosialiasi bahaya virus narkoba di tengah masyarakat. “Tadi (kemarin, red), setelah pelantikan, kami bersama Bamus juga sepakat, menggenapkan anggaran pencegahan dan penanganan virus korona ini hingga Rp 300 juta. Untuk mengantisipasi dampak sosial dan dampak ekonomi akibat kemungkinan terburuk penyebaran virus korona. Meski demikian, kami tentu berdoa, agar virus memastikan ini tidak sampai ke Nagari Situjuahbatua,” ujar Tan Marajo.

Hal senada disampaikan, Darussalim Dt Paduko Sindo, tokoh masyarakat Situjuahbatua yang tergabung dalam gugus tugas penanganan virus Covid-19. Menurut mantan anggota DPRD Limapuluh Kota ini, langkah yang dilakukan pemerintah nagari dalam hal penanganan penyebaran virus Covid-19, terbilang cepat. Sehingga masyarakat dapat edukasi yang jelas tentang virus Covid-19 ini.

“Inilah yang kita harapkan dari pemerintah dalam melayani masyarakat. Sehingga keberadaan kita sebagai pelayan masyarakat dapat memberikan kenyamanan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan tidak membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga melalui imbauan dan kita laksanakan, tentu akan menguranggi dampak dari penyebaran Virus Covid 1-9 ini,” ujar Datuak Paduko Sindo seraya mengimbau kepada seluruh warga untuk mematuhi imbauan-imbauan yang dilakukan pemerintah.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Nagari Situjuahbatur dalam penanganan penyebaran Virus Covid-19. “Kebersamaan kita di nagari untuk pencegahan penanganan Covid-19 ini adalah langkah yang baik untuk kenyamanan masyarakat. Berikanlah pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jangan kita memberikan rasa yang membuat masyarakat was-was dan panik. Karena kalau masyarakat panik tentu akan menimbulkan keresahan dan ketakutan,” kata Joni Amir. (frv)