Hasil Evaluasi PSBB Sumbar, Tingkat Disiplin Masyarakat masih Rendah

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau pengawasan penanganan Covid-19 di Pos Perbatasan Sumbar-Riau, Kamis (23/4/2020). (foto: Humasprov)

Pemprov Sumbar evaluasi pelaksanaan PSBB yang telah berjalan semenjak 22 April 2020 di Sumatera Barat, Bupati Limapuluh Kota yang turut bergabung  bersama  seluruh Bupati dan Wali Kota pada Jumat (1/5) dan mendengar pesan Gubernur terkait PSBB yang perlu ditingkatkan.

Saat video conference seperti direllis Diskominfo Kabupaten Limapuluh Kota, Bupati Limapuluh Kota, Irferdi Arbi didampingi Sekkab, Widya Putra dan Forkopimda, Ketua DPRD, Deni Asra dan Kepala OPD terkait.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, walaupun dalam kondisi PSBB, tetapi masih terlihat keramaian tak ubah seperti biasanya di beberapa tempat.

Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar juga menganggap Sumbar darurat Covid-19 dikarenakan sudah banyak kasus positif, selain itu kemampuan tenaga medis dan sarana prasarana dalam menanggulangi bahaya Covid-19 masih lemah, ditambah tidak terhentinya pergerakan mudik.

Daerah yang belum ada kasus positif tentu berbeda dengan daerah yang telah banyak kasus. “Jadi dalam kaidah agama jangan campurkan orang yang sehat dengan yang sakit. Sudah saatnya pemerintah menerapkan, pintu Sumbar ditutup dari provinsi lain, dan daerah yang telah banyak kasus agar diisolasi total. Dan untuk dijadikan pertimbangan bagi daerah yang masih belum tercatat kasus positif agar lebih mengefektifkan pelaksanaan PSBB,” jelas Gusrizal.

Dekan Kesmas Unand, Defriman Djafri menyebutkan, update analisis jejaring kontak kasus konfirmasi positif penyebaran Covid-19 kebayakan berasal masuk dari Jakarta atau kontak dengan orang dari Jakarta. “Jangan sampai kita mencapai level kasus, karena tidak bisa lagi memetakan penyebaran antara orang lokal dan orang luar,” ujar Defriman.

Evaluasi PSBB belum ada persamaan definisi pada pembatasan yang bukan pelarangan. Setelah satu minggu berjalan, walaupun jumlah konfirmasi positif, meninggal dan sembuh tetap meningkat, bukan berarti PSBB gagal. Percepatan pendataan ODP dan OTG di Sumbar lebih baik dari daerah lain.

“Bisa jadi akan ada gelombang 2, 3, 4, untuk itu, kita harus belajar disiplin. Masyarakat diharapkan untuk stay at home dan stay healty. Pembelajaran ini tentunya berguna untuk situasi pasca PSBB nanti,” katanya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto juga mengungkap data situasi Kamtibmas dari Polres se-Sumbar. Yang mana, belum ada penurunan angka penduduk maupun kendaraan baik pribadi maupun umum yang keluar masuk wilayah setelah PSBB ditetapkan.

Jumlah teguran yang diberikan juga masih tinggi di setiap wilayah. Untuk pemerataan distribusi bantuan pemerintah, jumlah data masyarakat penerima bansos juga belum difinalisasi.

“Kasus yang sangat penting yaitu terdapat PDP meninggal sebelum keluar hasil, PDP melarikan diri, jenazah PDP diambil keluarga, PDP menolak dirawat, keluarga menolak jenazah dimakankan dengan protokol covid-19, dan PDP negatif dimakamkan dengan protokol covid-19,” jelas Toni.

sesuai rencana, Gubernur Sumbar akan mengambil keputusan terkait hasil penerapan PSBB ini pada 5 Mei mendatang, berdasarkan masukan, kemarin.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menyampaikan, terdapat penurunan data jumlah orang masuk ke Limapuluh Kota selama PSBB. Ini menandakan efektifnya PSBB dalam memutus rantai penyebaran covid-19.

Bupati juga menyinggung dampak ekonomi dari Covid-19. Karena itu, bantuan pusat untuk UMKM juga sangat diharapkan untuk membantu kelancaran ekonomi masyarakat di daerah yang terdampak Covid-19. (fdl)