Warga Limapuluh Kota Mulai Cemas

Ilustrasi. (sumber: IST)

Peningkatan kasus positif korona atau Covid-19 di Kota Payakumbuh, membuat warga Kabupaten Limapuluh Kota kian cemas. Ini setelah diketahui sudah lima orang warga Kota Payakumbuh yang positif berdasarkan data terakhir yang direllis Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GT2P) Covid-19 di daerah yang bertetanggaan dengan Limapuluh Kota ini.

“Tentu saja kita merasa sangat khawatir dan mulai cemas dengan ada peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Payakumbuh. Secara sosio kultural dan ekonomi dua daerah ini tak bisa dipisahkan meski secara administratif berbeda. Hubungan dekat pusat ekonomi masyarakat Limapuluh Kota, ya Kota Payakumbuh,” ucap Yulma Delvia, salah seorang ibu rumah tangga di Limapuluh Kota, Jumat (1/5).

Jika ditelisik, ungkapan itu, memang ada benarnya. Karena orang yang diketahui hasil tesnya positif Covid-19 di Kota Payakumbuh juga merupakan orang yang diketahui sangat berkemungkinan besar berkontak dengan banyak orang, termasuk dengan orang di Kabupaten Limapuluh Kota. Apalagi profesi orang yang positif tersebut juga berkaitan dengan orang banyak. Sebut saja seperti penarik ojek dan pedagang pasar.

Tentunya sebelum mengetahui kondisinya tertular, tetap beraktifitas seperti biasa. Kondisi seperti ini menjadi kecemasan dan kekhawatiran tinggi bagi masyarakat di Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh secara umum. Bahkan untuk pelacakan juga membutuhkan kerja ekstra.

“Sebaiknya kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, jangan sampai orang-orang yang merasa tak mungkin tertular ternyata sudah dihinggapi virus mematikan itu. Ini nantinya juga akan menularkan untuk yang lainnya,” ungkap Welmi, warga lainnya.

Terpisah Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi dalam Video Confrence dengan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan sejumlah kepala daerah lainnya menyebutkan, untuk warga yang masuk ke Sumbar lewat Limapuluh Kota mengalami penurunan akhir-akhir ini.

Kendati demikian, seperti disampaikan Kadiskes Kota Payakumbuh, sudah terjadi transformasi local, artinya penularan dari masyarakat lokal terhadap masyarakat lokal di Payakumbuh. Sehingga dengan hubungan kedua daerah Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh yang berdekatan dan nyaris tanpa jarak, potensi penularan antar kedua daerah ini sangat berisiko tinggi. (fdl)