Suami-Istri dan Kalaksa BPBD Payakumbuh Sembuh

31
Kalaksa BPBD Payakumbuh (kanan) ketika jumpa pers virtual bersama Wako Payakumbuh Riza Falepi, sebelum terkena Covid-19. (Foto: Dok.Fajar-Padek)

Setelah menjalani pengobatan dan isolasi di Padang, pasangan suami istri asal Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, berinisial Y, 59, dan M, 57, dinyatakan sembuh dari infeksi virus korona (Covid-19). Y yang merupakan mekanik lepas di Pasar Payakumbuh dan M yang ibu rumah tangga, dinyatakan sembuh dari virus mematikan tersebut sejak Sabtu lalu (30/5).

“Pasangan Y dan M sudah pulang ke Manggilang, Pangkalan. Kita berharap, masyarakat dapat menerima keluarga ini seperti sediakala, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, karena kita Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diterapkan,” kata Kepala Dinas Kominfo Limapuluh Kota, Ferry Chofa selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut kepada Padang Ekspres.

Ferry Chofa menyebut, dengan sudah sembuhnya pasangan suami-istri Y dan M asal Manggilang, berarti sudah 7 orang pasien positif Covid-19 dari atau ber-KTP Kabupaten Limapuluh Kota yang dinyatakan sembuh. Lima orang lainnya yang sudah sembuh adalah AMR atau Amiruddin, 62, yang sehari-hari tukang ojek di Simpang Sianok, Pasar Payakumbuh.

Kemudian, IDR atau Indra, karyawan Toko Yen Plastik, Pasar Payakumbuh yang sehari hari tinggal di Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Payakumbuh Utara, tapi ber-KTP Tanjuangjati, Guguak, Limapuluh Kota. Selanjutnya, E atau Ermawati, 55, pedagang jeruk di Pasar Payakumbuh asal Jorong Balaitalang, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak. Kemudian, Syahrial, garin masjid asal Taeh. Serta Maria Susanti, perawat di Puskesmas Aiatabik, Payakumbuh yang tinggal di Batubalang, Harau.

Sedangkan empat warga Limapuluh Kota yang masih menjalani karantina atau diisolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19 adalah F, 43, yang bekerja membantu rumah tangga di rumah pasangan Y dan M di Nagari Manggilang. Kemudian, YA yang merupakan Kalaksa BPBD Payakumbuh dan sehari-hari tinggal di Perumahan Pulutan, Tanjungpati, Harau.

Selanjutnya, D, laki-laki 22 tahun yang bekerja di Pasar Payakumbuh dan berasal dari Nagari Taehbaruah. Serta, RA, pria 41 tahun asal Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) Kapal di Mentawai dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu lalu (30/5).

“Terhadap RA yang diduga terpapar Covid-19 di tempat kerjanya di Mentawai, sudah menjalani karantina di Balai Diklat Koperasi Padang. Informasi yang diperoleh, RA sempat pulang kampung saat lebaran. Sebab itu, sesuai protokol Dinas Kesehatan sudah melakukan tracking atau penelusuran kontak erat dan dekat yang bersangkutan. Dari hasil tracking, ada 50 warga yang sempat kontak atau bertemu RA di Kecamatan Guguak,” kata Ketua Pusdalops Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, Joni Amir, Senin (1/6).

Menurut Joni Amir, sebanyak 49 warga Guguak yang punya riwayat kontak atau bertemu dengan RA, bakal menjalani pemeriksan swab. “Informasi dari Dinas Kesehatan, besok (hari ini, red), swab terhadap warga Guguak yang punya riwayat kontak dengan RA, sudah akan mulai dilakukan,” ujar Joni Amir.

Pria yang menjabat Kalaksa BPBD Limapuluh Kota ini menyebutkan, sebenarnya pada Senin malam (1/6), juga ada tambahan satu lagi pasien sembuh yang beralamat di Kabupaten Limapuluh Kota. Pasien tersebut adalah YA, Kalaksa BPBD Payakumbuh.
“Tadi (kemarin, red), beliau menelpon saya. Memberitahu bahwa beliau sudah pulang dari rumah sakit karena sudah sembuh. Namun, untuk resminya, biar besok (hari ini, red) diberi keterangan oleh Jubir,” kata Joni Amir. (frv)