8 Juni, New Normal di Limapuluh Kota Dimulai

44
SERAHKAN BANTUAN— Bupati Kabupaten Limapuluh Kota H Irfendi Arbi menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat.

Setelah menetapkan status tanggap darurat bencana pandemi virus korona dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama hampir tiga bulan, Pemkab Limapuluh Kota, Sumbar, akhirnya memutuskan bersiap menuju tatanan normal baru atau new normal, mulai 8 Juni 2020. Keputusan ini diambil Pemkab dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Limapuluh Kota, dalam rapat koordinasi di Mapolres Limapuluh Kota, Selasa siang (2/5).

Rapat koordinasi lintas sektoral itu dipimpin Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi bersama Kapolres AKBP Sri Wibowo, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferri Stevanus Lahe, dan Kajari Payakumbuh Suwarsono. Dalam rapat, juga hadir seluruh unsur yang terlibat dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurut Bupati Irfendi Arbi, Pemkab bersama Forkopimda Limapuluh Kota memutuskan menuju tatanan normal baru atau new normal mulai 8 Juni 2020, dengan mempertimbangkan dua regulasi. Yakni, Kepmendagri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 Bagi ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemda, serta SE Menkes Nomor: EK.02.01/MENKES’335/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam mendukung keberlangsungan usaha.

“Selain mempertimbangkan dua regulasi tersebut, Pemkab Limapuluh Kota memutuskan bersiap menuju tatanan normal baru mulai 8 Juni 2020, berdasarkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Termasuk di dalam aspek sosial ini adalah pendidikan,” kata Irfendi Arbi dalam rapat tersebut.

Mantan anggota DPRD Padang ini menjelaskan, dari aspek kesehatan, ada empat alasan yang membuat Pemkab Limapuluh Kota bersiap menuju new normal. Pertama, setelah dilakukan tracking (penelusuran) terhadap konfirmasi positif, tidak ditemukan penyebaran yang massif kepada kontak erat. Kedua, transmisi lokal sangat minim, hanya kasus di Manggilang. Ketiga, banyak pasien terkonfirmasi positif yang sembuh.

“Dari 11 pasien positif Covid-19 asal Limapuluh Kota, 8 orang sudah sembuh. Nah, dari evaluasi tersebut, salah satu kuncinya adalah menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, perkuat daya tahan atau imun tubuh, serta yang paling penting lagi, jangan melupakan Allah,SWT. Kepada-NYA kita berdoa dan meminta, agar pandemi ini berakhir,” kata Irfendi Arbi.

Sedangkan dari aspek ekonomi, menurut Irfendi Arbi, juga ada beberapa alasan, kenapa Pemkab Limapuluh Kota memutuskan bersiap menuju new normal mulai 8 Juni mendatang. Di antaranya, selama masa tanggap darurat bencana wabah virus korona diberlakukan, roda perekonomian masyarakat menjadi stagnan. Bahkan, sejak PSBB diberlakukan, hampir sebagian besar sektor ekonomi tidak berjalan.

Dia menambahkan, apabila roda perekonomian masyarakat Limapuluh Kota terlalu lama lumpuh, maka untuk membangkitkan kembali, tentu butuh waktu relatif lama dan daya ungkit yang besar. Apalagi, saat ini sudah sangat banyak badan usaha maupun perorangan yang “collaps”, bahkan merumahkan karyawan akibat korona.

Sementara, dari aspek sosial, menurut Irfendi Arbi, ada enam alasan yang membuat Pemkab dan Forkopimda Limapuluh Kota, memutuskan untuk menuju new normal mulai 8 Juni 2020. Di antaranya, pendidikan anak-anak sudah sangat lama terlantar. Belajar dari rumah dirasakan kurang efektif dalam proses belajar mengajar maupun dalam pemberian pendidikan karakter kepada para peserta didik.

“Belajar dari rumah membutuhkan biaya yang relatif besar, karena setiap orangtua harus menyiapkan handphone atau android yang bisa internet. Ini sekaligus, tentu juga membutuhkan biaya untuk beli paket internet. Sementara di Limapuluh Kota, masih banyak wilayah yang blank spot atau kesulitan akses internet untuk mendukung aktifitas belajar dan bekerja dari rumah,” kata Irfendi Arbi.

Disamping itu, menurut Irfendi, kesulitan ekonomi yang dialami sebagian masyarakat akibat pandemi virus korona, juga berpotensi memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. “Masyarakat nampaknya mulai jenuh dengan PSSB dan cenderung melakukan beberapa pelanggaran, seperti keramaian di ruang publik. Nah, ini tentu juga jadi pertimbangan bagi pemda, kenapa memutuskan menuju new normal,” kata Irfendi Arbi.

Aktifitas Diperlonggar Dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolres Limapuluh Kota Selasa siang (2/6), Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi juga menyampaikan, selama masa tatanan normal baru diberlakukan di kabupaten ini mulai 8 Juni 2020, aktifitas masyarakat akan diperlonggar. Atau masyarakat tidak lagi dibatasi, seperti saat pemberlakuan PSBB.

“Dalam mewujudkan Limapuluh Kota menuju tatanan normal baru ini, kebijakan umum yang diambil pemerintah daerah adalah melakukan pelonggaran aktifitas masyarakat di berbagai sektor agar produktif kembali. Namun, tetap aman dari penyebaran virus korona, dengan menjalankan protokol Covid-19. Yakni, hidup sehat dan bersih, sering cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak,” kata Irfendi Arbi.

Dia juga menyebut, secara bertahap, mulai 8 Juni 2020, kegiatan ibadah secara berjamaah seperti shalat berjamaah di masjid dan mushalla, akan kembali dilaksanakan di Limapuluh Kota. Begitu pula dengan objek wisata, pasar, dan restoran, akan kembali beroperasional. Termasuk juga instansi-instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat akan kembali beraktifitas.

Namun demikian, protokol Covid-19 tetap diterapkan secara ketat. Baik di instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Maupun di pasar-pasar tradisional, hotel, restoran, dan tempat ibadah. Kemudian, pengeceka suhu tubuh juga akan terus dilakukan. “Apalabila dari pengecekan suhu tubu ada indikasi terkonfirmasi Covid-19, akan dilakukan protokol kesegatan untuk penanganan Covid. Seperti, isolasi, swab, dan lain-lain,” kata Irfendi.

Sementara untuk sekolah atau aktifitas belajar-mengajar di sekolah, menurut Irfendi Arbi, Pemkab Limapuluh Kota menyesuaikan dengan kebijakan Kemendikbud. Namun demikian, Pemkab Limapuluh Kota ingin, sekolah dapat dimulai bertahap (Kelas IV sampai Kelas XII), dengan waktu jam pelajaran dipersingkat dan menggunakan shift.

“Kemudian, jika memungkinkan, semua guru di-swab terlebih dahulu. Gedung sekolah dan ruangan kelas disemprot disinfektan secara berkala, minimal 3 kali seminggu. Begitu pula dengan meja, kursi, dan fasilitas belajar-mengajar, wajib dibersihkan. Selain itu, wajib pula pakai masker, cuci tangan, dan ukur suhu sebelum masuk kelas,” kata Irfendi Arbi.

Sedangkan untuk lokasi wisata, meski secara bertahap dibuka di Limapuluh Kota mulai 8 Juni 2020, namun objek wisata tersebut, tetap disemprot dengan disinfektan secara berkala. Kemudian, petugas objek wisata hanya boleh menerima pengunjung sebanyak 75 persen dari kapasitas dengan pembatasan terhadap lansia dan pengunjung yang punya penyakir penyerta.

“Pengunjung atau wisatawan juga diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk objek wisata. Kemudian, dilakukan cek suhu, wajib pakai masker, dan jaga jarak. Begitu pula dengan petugas objek wisata, wajib pakai masker dan sarung tangan. Lalu, di objek wisata itu, harus ada pula petugas yang memantau penggunaan masker dan implementasi jaga jarak,” kata Irfendi Arbi.

Ketentuan untuk pengelola objek wisata dalam new normal di Limapuluh Kota ini, menurut Irfendi Arbi, juga berlaku untuk pemilik atau pengelola hotel, restoran, rumah makan, dan sejenisnya. Bahkan, ketentuan agar tetap mematuhi protokol Covid-19 selama masa new normal, juga berlaku untuk pengelola pasar nagari atau pasar tradisional, pengurus masjid dan mushalla.

Sementara, untuk posko-posko Covid-19 di Limapuluh Kota, mulai 8 Juni 2020, tetap akan ada Posko. “Tetap melaksanakan piket Posko, namun digeser ke perbatasan kabupaten. Petugas di posko, juga tetap wajib pakai masker. Kemudian, petugas di posko juga tetap mengecek jumlah penumpang kendaraan sesuai aturan Kemenhub, serta cek KTP dan tujuan warga yang lewat di posko perbatasan kabupaten,” pungkas Irfendi Arbi.

Di sisi lain, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo bersama Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Laher dan Kajari Payakumbuh Suwarsono, mendukung rencana pemerintah daerah, memberlakukan new normal atau menuju tatanan normal baru, mulai 8 Juni mendatang. Seluruh OPD terkait di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota, didorong segera membuat SOP era new normal, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. (frv)