Jika Terjadi Outbreak, Pemkab Limapuluh Kota Minta Dukungan Pemprov

117
KUKUKHKAN—Bupati saat mengukuhkan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat Nagari di Limapuluh Kota.

Dari 451 jorong yang terdapat di Kabupaten Limapuluh Kota, hanya 7 jorong yang warganya terinfeksi virus korona. Ini pula yang menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Limapuluh Kota untuk mengakhiri penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 7 Juni 2020. Selanjutnya, bersiap menuju tatanan normal baru atau new normal mulai 8 Juni 2020.

Rapat koordinasi lintas sektoral persiapan menuju new normal yang digelar Pemkab Limapuluh Kota di Mapolres Limapuluh Kota, kawasan Ketinggian, Tanjungpati, Harau, Selasa siang (2/6), menarik disimak. Sebab, selain memutuskan untuk bersiap menghadapi new normal mulai 8 Juni 2020, rapat itu juga diwarnai dengan pemaparan penanganan pandemi virus korona oleh Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir.

Menurut Joni Amir yang merangkap sebagai Ketua Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, sejak masa tanggap darurat wabah virus korona ditetapkan, tercatat ada 11 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota. Dari 11 pasien positif Covid-19 itu, 8 orang sudah dinyatakan sembuh.

“Sehingga, kasus kasus aktif pada saat ini yang tersisa dan masih dirawat adalah tiga orang. Berdasarkan data tersebut, telah terjadi penurunan kasus aktif dengan membandingkan kasus Positif terhadap pasien sembuh adalah menurun sebesar 73 persen,” kata Joni Amir.

Berdasarkan data peta sebaran kasus positif Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota, menurut Joni Amir, dapat disimpulkan, bahwa dari 13 Kecamatan yang ada di kabupaten ini, hanya empat kecamatan yang terdampak positif Covid-18. Yakni, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Harau, Kecamatan Guguak, dan Kecamatan Payakumbuh.

“Kemudian, dari 79 nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, hanya enam nagari yang terdampak positif Covid-19. Yaitu, Nagari Manggilang di Kecamatan Pangkalan. Kemudian, Nagari Kototuo dan Nagari Batubalang di Kecamatan Harau. Selanjutnya, Nagari Guguak VIII Koto dan Nagari VII Koto Talago di Kecamatan Guguak. Serta Nagari Taehbaruah di Kecamatan Payakumbuh,” beber Joni Amir.

Sedangkan dari 415 Jorong yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, menurut Jonir Amir, hanya tujuh jorong yang penduduknya terdampak positif Covid-19. Yaitu Jorong Pasa di Nagari Manggilang, Jorong Pulutan di Nagari Kototuo, Jorong Batubalang di Nagari Batubalang, Jorong Tanjuangjati di VII Koto Talago, Horong Balaitalang di Guguak VIII Koto, dan Jorong Kubugadang di Taehbaruah.

Lantas, bagaimana pula dengan kondisi Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait dengan virus korona di Kabupaten Limapuluh Kota? Menurut Joni Amir, berdasarkan data pemantauan ODP, juga telah terjadi penurunan. “Jumlah ODP tertinggi adalah 177 orang dan kondisi akhir pada 29 Mei 2020 adalah 16 orang. Dengan membandingkan jumlah ODP terhadap kondisi akhir, berarti telah terjadi penuruan dalam persentase yang sangat sebesar,” ujar Joni Amir.

Diakui Joni Amir, selama masa tanggap darurat penanganan Covid-19 di Limapuluh Kota, memang ada 10 warga atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand, Padang dan Balai Veteriner, Baso, Agam, tidak seorang pun dari sepuluh warga itu yang positif Covid-19.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, menurut Joni Amir, Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, optimis menghadapi keputusan Pemda dan Forkopimda Limapuluh Kota, untuk menerapkan new normal atau tatanan normal baru mulai 8 Juni mendatang. “Tapi, harapan kita, protokol Covid-19, harus tetap dijalankan dan ditegakkan. Seperti, hidup bersih dan sehat, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, meningkatkan imun dan iman,” kata Joni Amir.

Lantas, bagaimana jika selama Limapuluh Kota menerapkan new normal mulai 8 Juni nanti, justru terjadi outbreak atau peningkatan kejadian penyakit yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak? Hal ini, dijawab oleh Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, dalam rapat di Mapolres Limapuluh Kota, kemarin siang.

“Jika terjadi outbreak, kita akan ajukan permohonan dukungan kepada Pemprov Sumbar, untuk mengizinkan Balai Karantina (tempat karantina di Limapuluh Kota), menerima pasien konfirmasi positif tanpa gejala untuk isolasi. Kemudian, kita juga akan lakukan pengiriman pasien dengan pemantauan ke Rumah Sakit Rujukan yang ada,” kata Irfendi Arbi.

Namun demikian, Irfendi Arbi, berharap tidak terjadi outbreak semasa new normal nantinya. “Kita berharap, saat tatanan normal baru atau new normal diberlakukan mulai 8 Juni, masyarakat dan seluruh elemen di Limapuluh Kota, tetap mematuhi protokol Covid-19,” pungkas Irfendi Arbi. (***)