Jalan Terban Bahayakan Pengendara, Kendaraan Riskan Terjun ke Jurang Dalam

9
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Yunire Yunirman.(IST)

Jalan terban di Jorong Kotogadang, Nagari Maek, Kecamatan Bukikbarisan, mengancam pengendara. Pasalnya bahu jalan yang terban mulai menyeret lapisan aspal. Ini sangat berisiko bagi kendaraan terguling ke dalam jurang sedalam puluhan meter, terutama bagi pengguna jalan yang pertama kali melewati rute ini.

“Bahu jalan sudah terban, aspal juga sudah mulai tergerus. Sehingga sedikit saja terpeleset, kendaraan bisa terjun bebas ke dalam jurang. Tidak hanya satu titik, ada dua titik lagi yang kondisinya sama. Ini seharusnya dilakukan perbaikan segera sebelum jatuh korban,” ungkap Rizal salah seorang warga Maek, Minggu (3/10).

Menjadi akses satu-satunya bagi ribuan warga Nagari Maek, jalan terban yang berada persis di Puncak Angin Berhembus ini, makin berisiko dengan tikungan dan turunan tajam.

Kondisi kerusakan badan jalan ini, dibenarkan salah seorang tokoh muda yang juga Ketua Pemuda Jorong Koto Godang, Gosri Efendi. Menurut Gosri, jalan terban terjadi sejak tahun 2020 lalu. Bahkan sekitar satu meter terban sudah menggerus aspal di badan jalan. Sehingga sangat berisiko bagi pengendara.

“Sejak saat itu, kita bersama masyarakat sudah menyampaikannya ke BPBD Limapuluh Kota dan Dinas PUPR. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. Sementara jalan makin berisiko untuk pengendara. Kita bersama-sama masyarakat hanya mampu memperbaiki seadanya dengan menambah sedikit lebar jalan ke sisi perbukitan,” ucap Gosri Efendi.

Menurut Gosri Efendi, untuk tanggap darurat atau antisipasi sementara, badan jalan bisa dialihkan lebih ke sisi perbukitan dengan menambah coran beton. Setidaknya bisa menambah lebar badan jalan dan memberi pengaman di bagian yang terban.

“Sekitar 20 sak semen, sepertinya cukup untuk pengalihan atau perbaikan sementara. Hanya saja dana untuk perbaikan itu yang hingga saat ini belum ada. Semoga Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bisa memberikan bantuan sementara untuk perbaikan jalan ini,” pinta Gosri.

Camat Bukikbarisan, Wardi Datuak Parpatiah nan Sabatang saat dihubungi Padang Ekspres via telepon genggamnya, membenarkan kondisi jalan terban ke Maek yang sudah cukup lama tersebut, belum juga diperbaiki. Sebab menurut Camat, membutuhkan biaya tinggi dengan kondisi jurang yang sangat dalam.

“Tahun ini belum ada informasinya akan diperbaiki, sebab tahun ini baru sampai ruas jalan Andiang-Banjaloweh yang berhasil diperbaiki. Itupun dengan keterbatasan anggaran usai refoccusing anggaran akibat Pandemi Covid-19,” ucap Camat Bukikbarisan, Wardi kemarin.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Yunire Yunirman menyebutkan, memang untuk perbaikan jalan permanen untuk yang terban di ruas jalan Maek, membutuhkan kajian dan biaya yang cukup besar. Sebab jurang sangat dalam di sisi jalan yang harus diperbaiki.

“Hanya saja, belum seperti yang diinginkan masyarakat, karena untuk penanggulangan sementara dengan memperlebar badan jalan ke bagian sisi tebing dengan menambah satu meter bisa dilakukan dan kita akan upayakan segera membantu masyarakat untuk pekerjaannya,” terang Kepala Dinas PUPR, Yunire Yunirman via telp Whatsapp-nya.(fdl)