Seluruh Masjid di Kabupaten Limapuluh Kota Boleh Gelar Shalat Berjamaah

27
PELONGGARAN PSBB: Masjid Pahlawan, Nagari Situjuahbatua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota kembali melaksanakan ibadah Shalat Jumat secara berjamaah, Jumat siang (15/4). Ini dilakukan, menyusul adanya pelonggaran PSBB di nagari tersebut. Namun, shalat digelar dengan shaf yang diatur jaraknya, dengan khatib dan jamaah yang hanya berasal dari nagari setempat.

Tiga hari menjelang berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Limapuluh Kota, pemerintah daerah setempat mengizinkan seluruh pengurus masjid dan mushalla untuk kembali menggelar ibadah shalat Jumat dan salat wajib berjamaah. Namun, para pengurus masjid dan mushalla beserta jamaah atau masyarakat, diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan, dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Mulai Jumat (5/6), shalat berjamaah termasuk shalat Jumat, sudah boleh dilaksanakan di seluruh masjid dan mushalla ataupun surau di Kabupaten Limapuluh Kota. Tetapi dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan. Seperti membawa sajadah sendiri, memakai masker dan jaga jarak,” kata Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi kepada wartawan, Kamis (4/6).

Irfendi Arbi berharap pengurus masjid dan mushalla ataupun surau, terutama yang berada di perlintasan jalan untuk menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan seperti tempat mencuci tangan. Selain itu juga senantiasa melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala. Semua itu bertujuan untuk mengantisipasi para jemaah agar tidak terpapar Covid-19.

Menurut Irfendi, kebijakan membolehkan shalat Jumat itu patut disyukuri. Pemerintah daerah mulai melonggarkan untuk melakukan ibadah di masjid ini karena berdasarkan standarnya sudah memungkinkan. Namun, Irfendi berulangkali mengingatkan seluruh jemaah, agar senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan.

Irfendi menyebut, pelonggaran aktifitas masyarakat di bidang agama menjelang berakhirnya PSBB ini, antara lain dengan pertimbangan, hasil pemetaan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-Limapuluh Kota yang menyebutkan, dari 415 jorong di daerah ini hanya 7 jorong yang terdapat positif Covid-19. Kemudian dari 79 nagari di daerah itu, hanya 6 nagari yang warganya terdampak Covid-19. Artinya. persentase kasus di daerah ini di bawah 1 persen.

“Kita termasuk daerah yang terkendali. Untuk itu, secara bertahap kita mulai melakukan pelonggaran aktifitas masyarakat dalam rangka memasuki era new normal. termasuk dalam pelaksanaan ibadah seperti shalat Jumat,” ujar Irfendi Arbi diamini Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir.

Dikatakan, terkait dengan pelonggaran menuju new normal itu, Gugus Tugas Kabupaten Limapuluh Kota (BPBD) telah melaksanakan rapat bersama Kemenag, MUI, Dewan Masjid, FKUB dan Kesbangpol pada Kamis, 4 Juni 2020 guna merumuskan kebijakan tentang penyelenggaraan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah dan kegiatan lainnya. Rumusan kebijakan itu antara lain menyangkut pemetaan wilayah yang terpapar positif yang harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Izin pelaksanaan beribadah di rumah ibadah tersebut sesuai dengan kewenangan wilayah secara struktur.

“Rumusan pelonggaran pelaksanaan ibadah di rumah ibadah akan ditindaklanjuti dengan edaran yang akan ditandatangani bupati, Kemenag, MUI, Dewan Masjid dan FKUB,” ucap Irfendi sembari menyebut pelaksanaan pelonggaran aktifitas mayarakat ini akan dievaluasi terutama penerapan protokol kesehatan.

Terpisah, Ketua MUI Kabupaten Limapuluh Kota, Safrijon menyebut, pelaksanaan ibadah di masjid ini harus mematuhi protokol kesehatan. Sesuai hasil rapat dengan hasil rapat dengan Gugus Tugas, Kemenag, MUI, Dewan Masjid, FKUB dan Kesbangpol, bagi masjid yang berada di wilayah perbatasan dan jalur utama, harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat termasuk melaksanakan pemeriksaaan pengukur suhu tubuh jemaah.

“Seluruh masjid harus melaksanakan protokol kesehatan. Khusus untuk masjid yang berada di wilayah perbatasan dan jalur utama, perlu memiliki alat pengukur suhu tubuh serta petugas yang melaksanakan pemeriksaan setiap jemaah yang masuk masjid tersebut. Petugas di setiap masjid itu juga diminta untuk mewajibkan setiap jemaah memakai masker,” papar Safrijon.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Kabupaten Limapuluh Kota, Akmul DS, Dt. Rajo Bagindo mengaku, menyambut baik kebijakan diperbolehkannya pelaksanaan shalat Jumat di seluruh masjid tersebut. Ia meminta seluruh jamaah agar benar-banar patuh dengan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Kita bersyukur dan gembira, seluruh rumah ibadah di daerah ini sudah bisa dibuka lagi. Saya berharap agar seluruh pengurus masjid dan jemaah, betul-betul disiplin terhadap protokol kesehatan, serta senantiasa berdoa semoga negeri kita segera terbebas dari musibah ini,” papar Akmul.

Senada dengan itu, Ustad H. Asrad Chan, LC juga menyambut gembira diperbolehkannya pelaksanaan shalat Jumat di seluruh masjid tersebut, asal jemaah patuh dengan standar protokol kesehatan. Ini merupakan keringanan dalam kondisi darurat.

“Kalau kita yakin dengan keselamatan kita dan mau patuh untuk mengikuti anjuran protokol kesehatan silahkan beribadah di masjid. Sebaliknya, kalau kita merasa ragu dengan kondisi kesehatan kita terutama bagi mereka yang sudah tua, silahkan beribadah di rumah,” tutur Asrad Chan yang juga Pimpinan Pendidikan Islam An-Nahl Guguak VIII Koto dalam siaran pers yang diperoleh Padang Ekspres. (frv)