Limapuluh Kota Pantau 20 OTG

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau pengawasan penanganan Covid-19 di Pos Perbatasan Sumbar-Riau, Kamis (23/4/2020). (foto: Humasprov)

Meski sampai Selasa siang (5/5), belum ditemukan satu pun kasus positif korona (Covid-19) di Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kabupaten tersebut, terus mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengikuti aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat.

“Walau sampai sekarang, belum ada kasus positif Covid-19 di Limapuluh Kota, tapi kita terus mengajak masyarakat untuk mematahui seluruh imbauan dan peraturan PSBB di Sumbar. Apalagi, saat ini, di Limapuluh Kota, terdapat 20 Orang Tanpa Gejala (OTG) atau orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19,” kata Joni Amir, Ketua Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, Selasa (5/5).

Joni Amir mengatakan, 20 OTG yang terdapat di Limapuluh Kota pada Selasa (5/5), tidak hanya punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 di Kota Payakumbuh atau Pasar Payakumbuh. Namun, juga ada yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 di Padang, Jakarta, dan Jawa Barat.

Walau demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik berlebihan terhadap keberadaan ke-20 OTG ini. Sebab, ke-20 OTG yang ada di Limapuluh Kota tersebut, terus dipantau oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai langsung Bupati Irfendi Arbi. Selain terus dipantau, ke-20 OTG ini juga melakukan isolasi secara mandiri dan observasi selama 14 hari yang dipantau oleh jajaran Dinas Kesehatan Limapuluh Kota.

“Bahkan, selain melakukan isolasi secara mandiri dan observasi selama 14 hari, di antara OTG yang ada di Limapuluh Kota, juga sudah menjalani pemeriksaan swab tenggorokan. Di mana sampel yang diambil dari pemeriksaan tersebut, sudah dibawa ke Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand, Padang,” kata Joni Amir.

Mengutip laporan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, dr Tien Septino kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Joni Amir menyampaikan, bahwa hingga Selasa (5/5), sudah ada 23 warga Limapuluh Kota yang menjalani pemeriksaan swab. Mereka, selain berasal dari kelompok OTG, juga ada dari kelompok PDP atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Nah, dari 23 warga yang sudah menjalani pemeriksaan swab ini, sebanyak 16 orang di nyatakan negatif terinfeksi virus korona. Termasuk, di antaranya tukang pijat H. EM, pasien positif Covid-19 pertama di Payakumbuh. Sedangkan 7 orang lainnya, masih menunggu hasil pemeriksaan swab. Termasuk, warga yang berbelanja barang di toko milik tiga orang pedagang Pasar Payakumbuh yang positif Covid-19,” ujar Joni Amir.

Selain terus memantau keberadaan 20 OTG dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium 7 OTG, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, juga terus melakukan pengawasan terhadap PDP dan ODP di daerah ini. “Sampai Selasa (5/5), ada 19 Orang Dalam Pengawasan atau ODP dan 29 Pasien Dalam Pengawasan atau PDP yang terus kita awasi. Selain itu, kita juga memantau 2.863 orang Pelaku Perjalanan Ternotifikasi atau warga yang baru melakukan perjalanan dari luar Limapuluh Kota,” kata Joni Amir. (frv)