Berdayakan Masyarakat Buat 9.000 Masker Gratis

13
ilustrasi. (net)

Anggaran Covid-19 disiasati agar bisa menyentuh masyarakat lewat pemberdayaan pembuatan masker. Sedikitnya 9.000 pieces masker berhasil dibuat anak nagari dan dibagikan secara gratis untuk masyarakat.

Anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2020 itu, menjadi bagian penting dari upaya ketahanan ekonomi bagi masyarakat selain Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang diberikan secara bertahap oleh pemerintah.

“Para perajin dan warga yang berprofesi sebagai penjahit, kebagian pekerjaan pembuatan 9.000 masker. Kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat sembari mensosialisasikan Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) sesuai protokol kesehatan, untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ungkap Pj Wali Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padangpanjang (Sitapa),Trisna didampingi, Sekretaris, Herry Wanda, Selasa (6/10).

Masker kain lanjut Herry Wanda, dijahit oleh penjahit yang ada di nagari. Upahnya dibayarkan menggunakan DD yang berjumlah sekitar Rp 49 juta. “Awalnya dulu dibuat sebanyak 2 ribu lembar masker kemudian ditambah 7 ribu masker lagi. Dikerjakan oleh 16 orang tukang jahit yang ada di nagari,” tambah Herry Wanda, kemarin.

Disebutkan, program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes) dalam upaya penanggulangan bencana non alam Covid-19. “Semua desa dan nagari, seharusnya memiliki program yang sama seperti yang dilakukan di Sitapa, sebab ini arahan pemerintah,” sebut pria yang biasa disapa Wanda ini.

Baca Juga:  GOW Pariaman Bagikan 1.000 Masker

Kemarin juga terlihat relawan nagari membagikan sejumlah masker kepada masyarakat. Ini kesadaran untuk hidup di era baru saat pandemi, sepertinya belum menjadi kesadaran bersama. Sebab masih belum banyak masyarakat menerapkan gaya hidup bermasker dititik-titik keramaian di nagari.

“Masyarakat menganggap, korona tidak jadi ancaman menakutkan. Lihat saja, di warung kopi, pusat permainan masyarakat hingga saat ada keramaian seperti melayat hingga pesta pernikahan, akan sulit terlihat benar-benar diterapkan protokol kesehatan secara maksimal,” ucap Gindo salah seorang warga Limapuluh Kota.

Hal yang paling penting, kata Gindo, sebenarnya memberikan kesadaran bersama sebagai langkah saling menghindari bahaya. “Jika masyarakat sadar petingnya menerapkan protokol kesehatan, masker dan jarak sebenarnya tidak sulit dilakukan,” pungkasnya seraya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat untuk saling memberi penyadaran bersama-sama, selain penerapan aturan tegas oleh pemerintah. (fdl)