Warga Pertanyakan Hasil Pembangunan Embung Talago

25
ilustrasi embung. (net)

Proyek pembangunan embung Talago yang berada di Talago, kaki Gunung Sago, persisnya di Jorong Sikabu-kabu, Nagari Tanjuang Haro Padangpanjang, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota, dipertanyakan proses finishing-nya. Sebab, hal ini dinilai tak sesuai rancangan awal yang disosialisasikan kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan Wali Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Nofrizal saat dimintai komentarnya terkait hasil pembangunan embung senilai Rp 7,8 miliar tersebut. Sebab menurut Walnag, pembangunan embung yang sudah dianggap selesai sampai seperti saat ini, sangat jauh dari kondisi yang digambarkan saat sosialisasi kepada masyarakat sebelumnya.

”Kita kewalahan juga menjawab pertanyaan masyarakat, bagaimana sebenarnya penyelesaian pembangunan embung Talago. Sebab saat sosialisasi dan hasil pekerjaan yang sepertinya sudah dianggap selesai itu, sangat jauh dari gambaran rancangan awal yang disosialisasikan kepada masyarakat,” ucap Nofrizal, saat dihubungi, Minggu (7/3) sore.

Menurut Nofrizal, sebelumnya saat sosialisasi di kantor wali nagari ketika akan memulai pembangunan, Embung Talago digambarkan dengan kelengkapan gazebo, taman, mushala dan adanya lahan parkir. Namun, kenyataannya hasil akhir pembangunan tak demikian.

”Dulu disampaikan dan digambarkan, embung memiliki taman, gazebo dan mushala. Sehingga, menjadi multifungsi selain penampung persediaan air, juga sebagai kawasan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Bahkan juga digambarkan ada pos untuk penjaga embung di sana,” tambah Nofrizal.

Kenyataan yang jauh dari yang digambarkan sebelumnya itu, membuat masyarakat bertanya-tanya dan terus ingin tahu. Bahkan menyangka pembangunan yang sudah berjalan hingga akhir tahun 2020 itu, belum selesai. Sebab, jauh gambaran dari hasil saat ini.

”Sebagai pemerintah nagari, tentunya kita punya tanggung jawab memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait hasil kerja pembangunan, termasuk proyek pembangunan yang ada di nagari seperti embung ini. Sementara kita tidak mengetahui dan tak ada penjelesan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V sampai saat ini,” keluh Nofrizal.

Baca Juga:  Ruas Jalan Sumbar-Riau Lengang

Dia juga mengaku tidak tahu apakah sudah dilakukan serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) dari kontraktor pekaksana terhadap BWSS V. “Sepertinya belum, kita di nagari tidak tahu, jika sudah, setidaknya ada pemberitahuan dari BWSS V kepada pemerintah nagari atas nama masyarakat sebagai pemanfaat,” tambah Walnag.

Hal lainnya yang menjadi kekhawatiran Walnag, proses pembangunan perlu kejelasan secara konstruksi. Sebab itu menjadi sangat penting yang ingin diketahui masyarakat. Sebab sebelumnya, pernah diinformasikan masyarakat, saat uji genang pertama, terjadi kebocoran. ”Kita akan coba tulis surat secara resmi untuk mempertanyakan hal ini. Tentu kita sebagai pemerintah nagari, berhak mempertanyakan kejelasan terkait proyek pembangunan yang dilaksanakan tersebut,” kata Walnag.

Terpisah, PPK Embung Talago, Satriawan dari BWSS V yang dihubungi via telepon genggamnya mengatakan, PHO sudah dilakukan sebelumnya. ”Saat ini sedang dilakukan penggenangan, nanti akan diambil foto saat tergenang. Apakah curah hujan di sana cukup tinggi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan tergenang,” jawab Satriawan.

Kendati demikian, perasaan waswas dari masyarakat tetap muncul. Sebab jika proyek pembangunan di tahun 2020, tentu selambat-lambatnya pengerjaan pembangunan sudah selesai di akhir Desember lalu. Sehingga ketika digenangi sejak pembangunan rampung, waktu dua bulan seharusnya sudah bisa menggenangi Embung, kecuali ada kondisi lain yang menyebabkan pengenangan berjalan lamban.

Lebih jauh disampaikan Satriawan, proyek pembangunan sudah selesai, saat ini sedang dalam masa pemeliharaan. “Nanti Finalisasi Hand Over (FHO), akan dilaksanakan sekitar bulan Juni,” pungkas Satriawan. (fdl)

Previous articlePengawas Pilkada Disidang Etika, Ruzi: Kita Profesional sesuai Aturan
Next articleIBL Bergulir 10 Maret, Kompetisi Pertama sejak Pandemi