6 Parpol Belum Tetapkan Cabup-Cawabup

ilustrasi. (net)

Dari sepuluh partai politik (parpol) yang berhak mendaftarkan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Limapuluh Kota, baru empat parpol yang sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK), rekomendasi, atau surat tugas dari pusat, yaitu Demokrat, PAN, Gerindra, dan PKB. Sedangkan enam parpol lainnya, yakni Golkar, PPP, PKS, Hanura, PDIP, dan NasDem, sampai kemarin (9/8), belum menerbitkan rekomendasi, surat tugas, apalagi SK dari pengurus pusat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Padang Ekspres, Partai Demokrat dan PAN, memang sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020. ”Sudah ada SK dari DPP PAN, bahwa yang akan diusung PAN untuk Pilkada Limapuluh Kota adalah pasangan Darman Sahladi-Maskar Dt Pobo,” kata Ketua DPD PAN Limapuluh Kota, Faisal Dt Songko Dirajo kepada Padang Ekspres, Minggu (9/8).

Faisal menyebut, dalam mengusung pasangan Darman Sahladi-Maskar Dt Pobo, PAN akan berkoalisi dengan Demokrat. Sebelumnya, Darman Sahladi juga menginformasikan kepada Padang Ekspres, bahwa dirinya sudah memperoleh SK dari DPP Partai Demokrat dan DPP PAN, untuk pencalonan dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020, berpasangan dengan Maskar Dt Pobo.

SK dari DPP Partai Demokrat Nomor 146/SK/DPP.PD/VII/2020 yang ditetapkan di Jakarta sejak 29 Juli 2020, ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal, Teuku Riefky Harsya. Sedangkan SK dari DPP PAN Nomor PAN/A/KPTS-KU-S.IV 191/VII/2020 tertanggal 24 Juli 2020, ditandatangani Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal, Edy Soeparno.

“Insya Allah, dengan sudah adanya SK persetujuan pasangan calon bupati dan wakil bupati dari DPP Partai Demokrat dan DPP PAN ini, dalam waktu dekat, pasangan Darman Sahladi-Maskar Dt Pobo, akan dideklarasikan. Kita rencanakan, deklarasi ini digelar minggu ketiga Agustus,” kata Darman Sahladi yang juga Ketua Partai Demokrat Limapuluh Kota.

Gerindra-PKB Masih Proses
Berbeda dengan Partai Demokrat dan PKB yang sudah langsung menerbitkan SK persetujuan pasangan calon dari pengursat pusat, Partai Gerindra dan PKB baru mengeluarkan rekomendasi atau surat tugas untuk pasangan Muhammad Rahmad-Asyriwan Yunus. Namun, menurut Rahmad yang dihubungi secara terpisah, SK dari Partai Gerindra dan PKB, akan terbit dalam minggu ini.

”Untuk Gerindra dan PKB, rekomendasi dari DPP-nya sudah kita peroleh, tinggal menunggu SK. Arahan dari Pak Fadli Zon (Waketum Partai Gerindra yang juga putra Limapuluh Kota, red), SK dari Gerindra dan PKB akan dikeluarkan bersamaan dalam minggu ini atau minggu besok. DPP Gerindra dan PKB sudah janjian mengeluarkan SK buat kami pada saat bersamaan,” kata Rahmad.

Selain dari Gerindra dan PKB, Rahmad bersama Asyirwan Yunus mengaku sedang menunggu SK dari Partai Hanura dan NasDem. ”Untuk Hanura, dalam minggu besok, pengurus provinsi dan pusat akan ketemu di Jakarta. NasDem juga akan menyusul. Mudah-mudahan, sebelum Agustus sudah beres,” kata Rahmad.

Di luar empat partai ini, Rahmad mengaku, sedang melakukan penjajakan pula dengan dua parpol lain. Namun, Rahmad enggan menyebut nama kedua parpol itu. “Disimpan dulu namanya. Yang jelas, pembicaraan awal sudah dilakukan dengan kedua partai itu dan sudah memiliki kesamaan,” kata Rahmad.

Enam Parpol Masih Menunggu
Sementara itu, Sekretaris Partai Hanura Limapuluh Kota, Irwandi yang dihubungi Padang Ekspres, Minggu sore (9/8) menyebutkan, bahwa Partai Hanura Limapuluh Kota belum menerima rekomendasi dari pengurus pusat, tentang pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada 2020 ini.

”Sampai Minggu sore ini (9/8), belum ada rekomendasi ataupun SK yang kami terima dari DPP Partai Hanura, tentang pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dalam Pilkada 2020. Yang jelas, ada 11 nama yang sudah diajukan DPC Hanura Limapuluh Kota. Siapa yang akan ditetapkan DPP, itu masih kami tunggu,” kata Irwandi yang juga mantan Komisioner KPU Limapuluh Kota.

Serupa dengan Hanura, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Limapuluh Kota, Ustad Zukron juga memastikan, belum menerima SK atau rekomendasi dari pengurus pusat tentang calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dalam Pilkada. “Sampai kami menghadiri deklarasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung koalisi PKS dan PPP pada hari ini (kemarin, red), DPP PKS belum menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati,” kata Ustad Zukron.

Baca Juga:  Pilgub Sumbar Masuk Kerawanan Tinggi

Ketua Golkar Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo atau Datak Safar yang menyebut Golkar akan berkoalisi dengan PPP dan PKS, Zukron juga memberi komentar. “Sebelumnya, memang pernah ada komunikasi kami di PKS, dengan Datuak Safar di Golkar. Kami di PKS menawarkan, yang jadi calon wakil itu adalah dari kami. Namun, belum ada kesepakatan,” kata Zukron.

PKS sendiri, menurut Zukron, tetap menyiapkan dua calon wakil bupati. Yakni, Yos Sariadi dan Mulyadi Muslim. ”Inginnya kami di PKS Limapuluh Kota, bisa berkoalisi dengan parpol yang jadi koalisi PKS dalam Pilgub Sumbar (PPP, red). Untuk itu, kami sudah minta balon bupati RKN (Rizki Kurniawan Nakasari), membangun komunikasi. Namun, RKN nampaknya memang sudah mantap menjadi wakil Datuak Safar,” kata Ustad Zukron.

Sedangkan Ketua PPP Limapuluh Kota, drh Harmen yang dihubungi secara terpisah menyebut, bahwa SK dari DPP PPP untuk Pilkada Limapuluh Kota sebenarnya sudah hampir final. Di mana, PPP mengusung Rizki Kurniawan Nakasri sebagai balon wakil bupati, berpasangan dengan Safaruddin Dt Bandaro Rajo dari Partai Golkar sebagai balon bupati.

”Kami dari PPP Limapuluh Kota dan juga DPW PPP Sumbar di Padang, sudah naikkan rekomendasi ke DPP untuk mengusung pasangan Safarudin Dt Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri. Ini, secara administrasi, dinaikkan bersamaan dengan Golkar. Paling lama, 15 Agustus 2018 ini, sudah terbit SK dari DPP PPP dan DPP Partai Golkar,” kata drh Harmen.

Sebelumnya, Safaruddin kepada Padang Ekspres juga menginformasikan, bahwa dia akan berpasangan dengan RKN. “Insya Allah, saya maju dalam Pilkada Limapuluh Kota, berpasangan dengan RKN. Kami akan maju melalui koalisi Partai Golkar dengan PPP. Segala sesuatu yang terkait dengan administrasi pencalonan sedang disiapkan,” kata Datuak Safar.

Menjelang Datuak Safar menyatakan bakal berpasangan dengan RKN dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020, awak media mendapat bocoran surat kesepakatan koalisi antara Ketua PDI-P yang juga bupati incumbent, Irfendi Arbi dengan Safaruddin Dt Bandaro Rajo sebagai Ketua Golkar. Dalam surat kesepakatan yang dibuat 28 Februari 2020 itu, PDIP dan Golkar di Limapuluh Kota, sepakat berkoalisi dalam Pilkada, mengusung pasangan Irfendi Arbi-Safaruddin Dt Bandaro Rajo.

Akan tetapi, seiring pernyataan Datuak Safar berpasangan dengan RKN, rencana koalisi antara Golkar dan PDIP Limapuluh Kota, nampaknya bisa rontok di tengah jalan. Apalagi, sampai Minggu (9/8), pengurus DPP PDI-P juga belum menerbitkan SK tentang pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada.

Selain PDIP, DPP Partai NasDem juga belum menerbitkan rekomendasi ataupun SK penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020. Partai NasDem sendiri, hanya punya modal 1 kursi di DPRD Limapuluh Kota.

Ketua NasDem Limapuluh Kota, Ilson Cong sebelumnya menyebut, Partai Nasdem kemungkinan besar akan mengusung mantan pelatih timnas PSSI Nilmaizar sebagai calon bupati, berpasangan dengan Mhd Rahmad. Namun, karena Nilmaizar dicicirkan di tengah jalan, tentu ini menjadi pengalaman bagi DPD, DPW dan DPP NasDem, untuk Limapuluh Kota,” kata Ilson Cong.

Makanya, atas kondisi itu, DPD NasDem Limapuluh Kota, meminta kepada DPP NasDem di Jakarta melalui DPW NasDem Sumbar, untuk pending dulu SK penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Limapuluh Kota. “Bermohon kita ke DPP NasDem, untuk di-pending sementara. karena, kita sedang mencari poros baru di Limapuluh Kota, sejalan dengan poros baru di provinsi,” kata Ilson Cong kepada Padang Ekspres, tadi malam.

Bisa jadi nanti, menurut Ilson Cong, poros baru yang dibangun NasDem di Limapuluh Kota, sama dengan poros baru di provinsi. “kalau di provinsi, poros baru itu Golkar, PKB, NasDem. Bisa jadi di Limapuluh Kota, akan sama atau berbeda untuk membuka kebuntuan-kebuntuan. Yang jelas, ini kan masih gulir-bergulir, masih goyang-goyang, masih dinamis,” kata Ilson Cong. (frv)