Rumah Nenek Dalima Diresmikan PLN Sumbar setelah Kuliah Sepuluh Menit

Peresmian rumah Nenek Dalima yang dibedah YBM PLN Sumbar. (Foto: Humas)

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Sumbar meresmikan program bedah rumah bagi Nenek Dalima.

Ia merupakan pelanggan PLN Sumbar yang tinggal di pelosok dengan kondisi rumah kurang layak huni dan hidup kurang berkecukupan.

Rumah itu diresmikan Senin (11/5/2020) di Kabupaten Limapuluh Kota, sesaat setelah penyelenggaraan kegiatan Kuliah Sepuluh Menit (Kulsum) PLN Sumbar.

Peresmian secara virtual dengan video konferensi itu disaksikan General Manager PLN UIW Sumbar beserta jajaran manajemen dan seluruh pegawai PLN Sumbar. Sedangkan Manager UP3 Payakumbuh dan tim hadir langsung di kediaman Nenek Dalima.

Renovasi rumah tersebut dilakukan dalam kurun waktu dua bulan dengan total dana Rp 75 juta. Selain bangunan, YBM PLN juga mengisinya dengan berbagai perabotan rumah tangga sehingga menjadi layak huni.

Lokasi rumah itu jauh dari jalan raya sehingga menyulitkan proses renovasi.
Nenek Dalima tidak dapat menutupi rasa haru dan terima kasihnya kepada PLN.

“Alhamdulillah, bahagia sekali rasanya Ramadhan tahun ini. Masih ada yang memperhatikan rakyat kecil seperti saya, yang tinggal di rumah seperti ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya bagi PLN. Mudah-mudahan PLN semakin jaya,” ungkap Nenek Dalima.

General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto, menyampaikan program renovasi ini wujud kepedulian dan komitmen PLN berbagi kepada lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah dalam waktu dua bulan, akhirnya PLN berhasil meresmikan rumah Nenek Dalima. Program bedah rumah ini persembahan dari PLN Sumbar kepada Nenek Dalima yang telah gigih dan bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Bambang.

Dijelaskan Bambang, saat pertama kali mendapatkan informasi rumah Nenek Dalima itu, pihaknya langsung tersentuh dan tergerak membantu renovasi.

“Cerita hidup Nenek Dalima menginspirasi kami. Semoga kita senantiasa bersyukur dan tidak lupa peduli dan berbagi, bermanfaat bagi lingkungan bangsa dan negara,” katanya.

Rumah Nenek Dalima itu awalnya ditemukan petugas PLN saat survei TNP2K Agustus 2019 lalu. Saat itu, kondisi rumah yang terbuat dari kayu sangat menyedihkan dan hampir roboh.

Di rumah itu, Nenek Dalima tinggal bersama anaknya yang mengalami gangguan psikologis dan hidup mengandalkan ladang di belakang rumahnya.

Saat itu Nenek Dalima sangat bahagia karena mendengar ada bantuan subsidi listrik untuk rumahnya. Pekerjaan yang hanya berladang membuatnya kesulitan membiayai kehidupan sehari-hari, apalagi membayar listrik.

Terlebih dengan renovasi rumah yang tentunya dapat meningkatkan taraf hidup Nenek Dalima menjadi lebih baik.

Acara diakhiri dengan peninjauan kondisi terkini rumah Nenek Damila yang sudah rapi dan bersih. Tembok dari kayu kini telah berganti bata, lantai pun sudah keramik. Atap juga telah berganti sehingga Nenek Dalima dapat tinggal di rumah dengan rasa nyaman.

“PLN berharap Nenek Dalima dapat hidup dengan nyaman dan bahagia di masa tuanya,” ungkap Bambang.(rel/esg)