PPS Belum Tes Swab, Bapaslon Independen Cemas

93
ilustrasi. (net)

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) perseorangan dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020, Ferizal Ridwan-Nurkhalis, menyampaikan kecemasan dari masyarakat yang sudah memberikan dukungan buat mereka.

Hal itu terkait kondisi Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang belum melakukan tes SWAB, menjelang verifikasi faktual berkas perbaikan dukungan dilakukan. Kecemasan itu disampaikan Ferizal Ridwan kepada Padang Ekspres, Senin (10/8/2020).

Menurut Ferizal Ridwan, sesuai dengan Peraturan KPU RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksaanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam kondisi bencana nonalam Covid-19, serta SOP dari peraturan tersebut yang diperkuat pula dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, maka penyelenggara Pilkada itu, termasuk juga PPS, harus steril dari ancaman Covid-19. Dalam hal ini, PPS itu mesti menjalani tes SWAB atapun rapid test untuk memastikan mereka aman dari Covid-19.

“Memang, di Limapuluh Kota, beberapa waktu lalu, seluruh unsur penyelenggara Pilkada, sudah melaksanakan rapid test. Namun, kita kan tahu, masa berlaku rapid test itu kan seminggu atau dua minggu. Artinya, sudah terjadi rentang waktu yang lama.

Sehingga, menurut kami, jika kita mengacu kepada PKPU Nomor 6 Tahun 2020 dan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 itu, sebelum melakukan verifikasi faktual terhadap perbaikan berkas syarat dukungan bapaslon independen, seluruh PPS itu mesti kembali melakukan rapid test atau kapan perlu tes SWAB. Sehingga masyarakat yang akan ditemui untuk mengecek apakah betul mendukung kami atau tidak, benar-benar merasa aman atau tidak waswas dengan kondisi kesehatan PPS,” kata Ferizal Ridwan.

Wakil bupati petahana ini mengaku mengaku, tetap optimis, mampu memenuhi syarat dukungan yang dibutuhkan, untuk mendaftar sebagai bapaslon kepala daerah dari jalur perseorangan.

“Meskipun masyarakat yang mendukung kami itu, banyak yang mencemaskan kondisi kesehatan penyelenggara Pilkada, karena belum kembali melakukan tes SWAB, sementara rentang waktu rapid test yang mereka lakukan sebelumnya sudah terlalu lama. Namun, kami dengan dukungan dari masyarakat, tetap optimis bisa lolos dari proses verfak perbaikan yang sedang berlangsung sekarang,” kata Ferizal Ridwan.

Putra Kecamatan Lareh Sago Halaban ini yakin, bisa lolos dalam verfak perbaikan berkas. Sebab, sampai Senin malam (10/8), dari 15.538 dukungan yang diajukan dalam masa perbaikan, sebanyak 27 persen sudah berhasil diverifikasi.

Alhamdulillah, dari 15.538 dukungan yang tersebar di 79 nagari, sudah masuk 27 persen. Dan pelaksanaan verfak itu berlangsung 24 jam, karena masyarakat pada umumnya bisa dihubungi atau diverifikasi pada malam hari. Insya Allah, sampai Kamis (14/8/2020), kami optimistis, jumlah dukungan perbaikan yang kami ajukan, sudah bisa 100 persen atau sudah bisa menutupi kekurangan dukungan sebanyak 6.179 dukungan itu,” kata Ferizal Ridwan.

Di sisi lain, saat pasangan Ferizal Ridwan-Nurkhalis sedang sibuk bersama relawannya menghadapi verifikasi faktual perbaikan berkas yang dilakukan KPU dan jajaran. Pengurus tiga partai politik yang memiliki 7 dari 35 kursi di DPRD Limapuluh Kota, juga terpantau menggelar pertemuan di Payakumbuh, Senin siang (10/8/2020).

Pengurus ketiga parpol yang menggelar pertemuan itu masing-masing adalah pengurus NasDem diwakili Ilson Cong (Ketua) dan Aulia Efendi (Sekretaris). Kemudian, PDIP diwakili ketuanya yang juga bupati petahana, Irfendi Arbi, bersama Haji Darlius (Sekretaris), dan Datuak Joni (bendahara), serta pengurus Hanura diwakili Zulhikmi Dt Rajo Suaro (Sekretaris) dan Ruslan Abdul Gani.

Baca Juga:  Bangun Kekompakan Dengan Wartawan, Dandim Bertekad Berantas Pelanggaran!

Informasi yang beredar, pertemuan NasDem, PDIP dan Hanura itu dilakukan untuk membuat Poros Baru dalam Pilkada 2020. Ketua Partai NasDem Limapuluh Kota Ilson Cong mengatakan, sebelum membangun poros baru dengan PDIP dan Hanura, Partai NasDem memang sempat berniat akan mengusung mantan pelatih timnas PSSI Nilmaizar sebagai calon wakil bupati, berpasangan dengan Muhammad Rahmad.

“Namun, karena Nilmaizar dicicirkan di tengah jalan, tentu ini menjadi pengalaman bagi DPD, DPW dan DPP NasDem, untuk Limapuluh Kota,” kata Ilson Cong.

Atas kondisi itu pula, kata Ilson Cong, DPD NasDem Limapuluh Kota, meminta kepada DPP NasDem di Jakarta melalui DPW NasDem Sumbar, untuk pending dulu SK penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Limapuluh Kota.

“Bermohon kita ke DPP NasDem, untuk dipending sementara. Karena, kita sedang mencari poros baru di Limapuluh Kota, sejalan dengan poros baru di provinsi,” kata Ilson Cong.

Bisa jadi nanti, menurut Ilson Cong, poros baru yang dibangun NasDem di Limapuluh Kota, sama dengan poros baru di provinsi. “Kalau di provinsi, poros baru itu Golkar, PKB, NasDem. Bisa jadi di Limapuluh kota, akan sama atau berbeda untuk membuka kebuntuan-kebuntuan. Yang jelas, ini kan masih gulir-bergulir, masih goyang-goyang, masih dinamis,” ujar Ilson Cong.

Ketua PDIP Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang juga bupati incumbent, usai pertemuan itu tidak banyak komentar. Dia mempersilahkan Sekretaris PDIP Limapuluh Kota, Haji Darlius bersama bendahara Datuak Joni, memberi keterangan kepada awak media. Menurut Darlius, dalam beberapa kali pertemuan antara pengurus PDIP dengan NasDem dan Hanura, sudah didapat beberapa kesepakatan awal.

“Di antaranya, PDIP dan NasDem sepakat untuk berkoalisi dalam Pilkada Limapuluh Kota dan mencalonkan kembali Irfendi Arbi. Sedangkan untuk calon wakilnya, diserahkan kepada Irfendi Arbi. Calon wakil bupati ini, bisa dari partai koalisi dan bisa juga dari luar partai koalisi,” kata Darlius yang juga anggota DPRD Limapuluh Kota.

Dari partai koalisi, sebut Darlius, calon wakil bupati pendamping Irfendi Arbi, bisa Ilsong Cong dari NasDem, atau Zulhikimi, Irwandi, dan Adi Surya Purnomo dari Hanura. Sedangkan di luar koalisi, calon pendamping Irfendi Arbi, bisa muncul nama Riko Febrianto (Golkar), Wahyudi Thamrin (Golkar), Fikri Hidayat (Gerindra), Ustad Zukron atau Yos Sariadi dari PKS.

Irfendi Arbi yang ditanya usai menghadiri pesta pernikahan salah satu pegawai Disdikbud Limapuluh Kota di Guguak, tidak menepis bila nama-nama yang disebut tersebut, bisa saja menjadi calon wakilnya. “Namun, ini kan masih dinamis. Sejauh ini, kan belum banyak parpol yang menerbitkan rekomendasi dukungan untuk bapaslon yang akan diturunkan dalam Pilkada Limapuluh Kota,” kata Irfendi Arbi singkat. (frv)