Pasar Jumat Piladang Lumpuh  

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi memimpin penyemprotan disinfektan di Pasar Jumat Piladang yang berhenti beroperasi pada Jumat lalu (10/4). (IST)

Pokan Jumaik atau Pasar Jumat Piladang yang berada di jalan lintas Payakumbuh-Bukittinggi, tepatnya di Jorong Piladang, Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat lalu (10/4), ditutup untuk umum. Penutupan pasar tradisional yang beroperasi sekali sepekan ini, kontan saja membuat geger masyarakat.

Apalagi, Pasar Jumat Piladang adalah pasar serikat di Kecamatan Akabiluru. Pasar yang beroperasional setiap Jumat ini, juga rutin dikunjungi warga dari kecamatan lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota.  Bahkan juga banyak warga Kabupaten Agam yang berjualan maupun berbelanja ke Pasar Piladang.

Wali Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Syamsu Akmal mengatakan, penutupan Pasar Piladang pada Jumat lalu (10/4), dilakukan atas permintaan dari masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar pasar tersebut. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Masyarakat meminta pasar ditutup sejak sebulan lalu. Setelah kita bahas dengan Komisi Pasar Piladang dan pemerintah nagari lainnya di Kecamatan Akabiluru, karena Pasar Piladang ini adalah pasar serikat, maka kita putuskan untuk menutup pasar sekali saja. Insya Allah, mulai Jumat (17/4), sudah dibuka kembali atau sudah beroperasi kembali,” kata Syamsu Akmal.

Wali Nagari menyebut, penutupan Pasar Jumat Piladang yang dilakukan sekali saja, semata-mata untuk memutus rantai penyebaran korona. Sekaligus menjawab kecemasan masyarakat sekitar pasar.  Masyarakat cemas dan khawatir. Sebab, 80 persen pedagang Pasar Piladang, berasal dari Agam dan Tanahdatar yang sudah ada warganya positif korona.

“Setelah ditutup sekali saja, Pasar Piladang langsung disemprot dengan disinfektan. Selain menyemprot pasar,  kami pemerintah nagari juga sudah melakukan sosialisasi pencegahan korona ke seluruh jorong, dengan mobil keliling. Kemudian, kami juga pasang baliho di seluruh jorong. Lalu, perantau yang pulang kampung, didata oleh setiap kepala jorong. Sekaligus diminta lakukan isolasi secara mandiri. Mudahan-mudahan tidak ada di Limapuluh Kota dan Payakumbuh kasus positif korona,” kata Syamsu Akmal.

Di sisi lain, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang mendapat informasi Pasar Piladang ditutup pada Jumat lalu (10/4), langsung mengunjungi pasar tersebut bersama Camat dan Forkopimca Akabiliru. Tak sekadar berkunjung, Irfendi Arbi juga memimpin penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus korona di Pasar Piladang.

Usai penyemprotan itu, Bupati Irfendi Arbi meminta agar Pasar Piladang kembali beroperasi pada Jumat nanti (17/4). “Kita memang harus waspada dengan penyebaran virus korona. Namun, pasar tradisional, pasar-pasar nagari, pasar serikat, dan warung barang kebutuhan harian jangan ditutup. Sebab ini menyangkut dengan kebutuhan pangan,” kata Irfendi Arbi.

Irfendi juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk mensosialisasikan Surat Edaran Bupati Nomor 643/Perdag Kop.UKM/IV/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 di lingkungan pasar di Limapuluh Kota. Dalam poin dua surat edaran itu disebutkan, pasar tradisional/pasar nagari/pasar serikat tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Sedangkan pedagang dan pembeli diminta tidak panik, tetap tenang dan selalu memantau ketersediaan stok barang di pasar masing-masing, jika ada gejolak, agar segera melapor ke dinas terkait.

Pada poin empat juga ditegaskan, pengelola pasar diminta menyediakan sarana cuci tangan, sabun/anti septik yang ditempatkan pada lokasi yang strategis (pintu masuk). Selain itu pengelola pasar juga harus melakukan penyemprotan di kawasan pasar dengan larutan disinfektan guna pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Selanjutnya pada poin enam ditekankan, pedagang dan pengunjung pasar wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan. Disamping itu, setiap harinya pengelola pasar mesti memberikan arahan dan sosialisasi melalui pengeras suara kepada pedagang dan pembeli agar tetap waspada terhadap pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Khusus bagi pembeli, diminta agar dapat memaksimalkan waktu belanja seefektif mungkin dan jangan berlama-lama dalam kawasan Pasar. Sedangkan pada poin sembilan diminta agar uang yang menjadi alat transaksi jual beli di pasar itu dijemur terlebih dahulu untuk membunuh virus Covid-19. Menurutnya pasar tidak boleh ditutup, karena ini menyangkut kegiatan ekonomi dan distribusi kebutuhan bahan pokok masyarakat. ”Jika pasar ditutup, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap perekonomian dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Irfendi Arbi.(frv)