Zulkifli Damhur, Wartawan Senior Ulet dan Penyabar Itu Telah Tiada

16
Wartawan senior Zulkifli Damhur.(NET)

Insan pers di Payakumbuh dan Limapuluh Kota sedang berduka. Wartawan senior Zulkifli Damhur yang dikenal ulet, gigih, penyabar, dan penyayang terhadap putrinya yang mengalami disabilitas itu, kini telah tiada.

Papi, begitu Zulkifli disapa anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah, meninggal dunia di RSUD Adnaan WD Payakumbuh, Kamis (12/8), sekitar pukul 04.30 dini hari. Putra Ampanggadang, Guguak, Limapuluh Kota, yang di kampungnya lebih akrab dipanggil Cinden ini, meninggal dunia dalam usia hampir 72 tahun.

Kabar kepergian Papi Zulkifli atau Wan Izul untuk selamanya, menyentakkan seluruh anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah. Kabar kepergian itu awalnya disampaikan Debi Marlinta yang punya jaringan informasi di RSUD Adnaan WD. Kabar ini diperkuat oleh Lili, mantan kolega Zulkifli di Harian Haluan.

Ketua PWI Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Yusrizal menyampaikan duka mendalam atas kepergian Zulkifli Damhur. Ungkapan duka juga disampaikan Koordinator Balai Wartawan Luak Limopuluah, Afridel Ilham, dan Sekretarisnya, Aking Romi Yunanda.

Menurut wartawan senior di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Widiat B Artha, Zulkifli Damhur memiliki tiga orang anak. Dua putri dan satu laki-laki. Zulkifli meninggal karena menderita penyakit gula. Namun, saat dirawat, dia sempat menjalani tes PCR, dan dinyatakan positif Covid-19. Sehingga, jenazahnya harus dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Sebelum dimakamkan di kampung halamannya, jenazah Zulkifli Dahmur dishalatkan di RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz langsung menjadi imam shalat jenazah ini. Bersama Erwin, juga ikut melepas kepergian Zulkifli, satu-satunya Kepala Dinas di Limapuluh Kota, yakni Ekky Hari Purnama, Kepala Distanganhorbun yang juga mantan wartawan Singgalang itu.

Baca Juga:  Bisron Hadi: Reward Prestasi Penting Untuk Motivasi Pelajar

Wakil Wali Kota Erwin Yunaz mengatakan, Pemko Payakumbuh merasakan kehilangan dan berduka cita. Papi Zul adalah wartawan yang masih aktif meliput kegiatan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk menyajikan informasi kepada khalayak.

“Papi Zul juga merupakan sosok yang sangat disayangi oleh pejabat dan teman sejawatnya. Beliau suka bercanda dengan leluconnya yang menarik dan menggelitik. Hal itu pula lah yang bakal membuatnya dirindukan setiap orang. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ungkap Erwin Yunaz.

Sementara itu, menurut Nur Akmal, yang merupakan wartawan “gaek” Luak Limopuluah, kepada sejumlah wartawan di sebuah kedai kopi di Payakumbuh, Kamis (12/8), mengatakan, almarhum semasa hidupnya suka bagarah (bercanda, red) dengan siapa saja.

Bagi kawan-kawan wartawan almarhum adalah pembawa sitawa sidingin di saat usai turun ke lapangan meliput berita. “Ada-ada saja bahan cerita Papi bagaimana kawan-kawannya bisa ketawa,” kata Nur Akmal. (frv)