Jembatan Mongan Mendesak Diperbaiki

ilustrasi jembatan rusak. (Pixabay)

Jembatan Mongan, penghubung Jorong Mongan dengan Jorong Galugua, Kototongah dan Tanjuang Jajaran yang terban, Minggu (10/1) lalu, butuh perbaikan segera. Jika tidak keberadaan jembatan tersebut, bakal mengancam setiap warga yang melintasi.

Pasalnya penyangga jalan pada bagian pangkal jembatan terban selebar hingga sekitar Delapan meter. Meski masih bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat, namun kerusakan jembatan yang terletak di ruas jalan startegis Provinsi Sumatera Barat tersebut, dikhawatir akan bertambah parah, jika tak dibenahi segera.

Karena kondisi ini akan terus menerus digerus air sungai, terutama ketika hujan turun.
Berdasarkan postingan sejumlah foto diakun facebook milik Sya’ban Abza yang juga mantan Wali Nagari Galugua, terlihat ada material di pangkal jembatan yang ikut terguling ke jurang. Sementara bagian tangan-tangan jembatan tanahnya mulai tergerus dan berpotensi rusak semakin parah.

Kerusakan jembatan tersebut dibenarkan, Camat Kapur IX, Ferry Aryantoni saat dihubungi Padang Ekspres via telepon genggamnya. “Memang terjadi kerusakan jembatan Mongan yang berada di Jorong Mongan, Nagari Galugua. Meski masih bisa dilewati, namun dikhawatirkan akan kian parah jika curah hujan masih tinggi,” sebut Camat Kapur IX, kemarin.

Camat Kapur IX sudah melaporkan peristiwa tersebut ke BPBD Limapuluh Kota, Dinas PUPR Limapuluh Kota dan Donasi PUPR Provinsi Sumbar. “Semoga kerusakan awal ini, bisa di tangani segera agar tidak bertambah parah dan semakin melebar kerusakannya,” harap Camat Ferry Aryantoni, kemarin.

Sementara dalam postingan foto jembatan terban yang diposting pemilik akun facebook Sya’ban Abza ini, ditanggapi sejumlah pengguna dan di antaranya pemilik akun, Deswarman Betrida menyampaikan, kemarin sudah dilihat Dinas PUPR Provinsi Sumbar.

Baca Juga:  Tenun Kubang Dilirik Kemenkop UKM

Peninjauan langsung yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah(UPTD) Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Barat itu, dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman.

”Kita sudah koordinasikan dengan PUPR Provinsi Sumbar, terkait kerusakan jembatan Mongan yang terban. Ibu Nel UPTD Jalan Provinsi, datang langsung meninjau jalan tersebut, pasca terjadi terban,” ungkap Kadis PUPR Yunire Yunirman, Rabu (13/1).

Terpisah Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II Dinas PUPR Provinsi Sumbar, Heldawati membenarkan, sudah meninjau ruas jalan Pangkalan Koto Baru-Sialang-Gelugur (P.076) yang terban pada Kilometer 238+500.

”Kita sudah lihat kondisi kerusakan jembatan, tanah penyangga pangkal jembatan terban, batunya terlepas dengan bentangan sekitar 8 meter. Dan, sangat rawan tergerus air dan mengancam jembatan ambruk. Kita sudah pasang rambu peringatan di sana,” terang Eldawati, Rabu setelah melihat kondisi kerusakan jembatan dua hari sebelumnya.

Penyangga bagian pangkal jembatan itu, menurut cerita masyarakat, jembatan itu sudah berusia sekitar 27 tahun lalu. Sebab dibangun oleh Pemkab Limapuluh Kota sebelum statis jalan menjadi kewenangan provinsi Sumbar. ”Wajar saja terban, penyangga bagian pangkal jembatan sudah berusia puluhan tahun, setidaknya sekitar 27 tahun, ketika jembatan masih kewenangan Limapuluh Kota,” sebutnya.

Rencana perbaikan menurutnya, sebaiknya dipasang baronjong agar tanah di pangkal jembatan tidak mudah bergerak dan menyebabkan terban. ”Sebab, di bagian bawah jembatan merupakan aliran air yang setiap saat mampu menggerus. Sehingga perlu pertahanan yang kokoh dan tidak mudah rusak. Kita akan lakukan survey kembali bersama konsultan untuk mengambil kesimpulan untuk perbaikan,” terangnya. (fdl)