Usaha Terguncang, Pelaku IKM Ini Bikin dan Sumbang APD Tenaga Medis

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menerima sumbangan baju Hazmat dari pemilik usaha Songket Eka Halaban, Eka Lestari. (Foto: Fajar)

Walau usaha mereka ikut terganggu akibat pandemi virus korona (Covid-19), tapi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, tidak kehilangan empati sosial. Mereka, berlomba-lomba membuat alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat dan masker yang disumbangkan kepada petugas medis dan warga miskin.

FAJAR Rillah Vesky, Halaban

Nagari Halaban di Kabupaten Limapuluh Kota, dulu kala terkenal sebagai tempat berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah pimpinan pahlawan nasional Mr Syafruddin Prawiranegara, semasa Agresi II Belanda meletus di Sumatera.

Pada era kemerdekaan, Nagari Halaban, bermetamorfis menjadi satu pusat industri songket di Sumatera Barat.

Songket Halaban lumayan laris dan terkenal. Maka tidak heran, bila banyak kaum ibu di Halaban yang berprofesi sebagai perajin songket.

Dosen teknik industri Universitas Andalas (Unand), Padang, Henmaidi, PhD, pada November 2018 silam pernah mencatat, jumlah perajin songket Halaban ini, mencapai 700-an orang.

Belakangan atau sejak pandemi Covid-19 merebak, pendapatan perajin songket di Halaban, ikut terguncang. Pedagang pengumpul yang biasa membeli songket mereka, tidak bisa lagi memasok songket dalam jumlah banyak kepada pedagang pengecer di Bukittinggi, Padang, Medan, dan Jakarta. Pasalnya, daerah-daerah tersebut juga tengah terjangkit wabah korona.

Namun, meski ikut terganggu usahanya akibat pandemi virus korona, perajin tenun Halaban ini tidak kehilangan empati. Misalnya saja, Eka Lestari, pemilik usaha Songket Eka Halaban.

Saat mendengar kabar penyebaran Covid-19 makin brutal, Eka langsung membuat baju hazmat atau pakaian dekontaminasi yang dapat digunakan untuk proteksi melawan material berbahaya.

Baju hazmat yang dibuat tersebut, disumbangkan secara cuma-cuma buat para dokter, sopir ambulans, perawat, serta petugas medis lainnya di Puskesmas Halaban.

Eka yang juga petugas farmasi di Puskesmas Halaban, akhir pekan lalu juga menyumbangkan 10 pasang baju hazmat dan 500 lembar masker kain kepada Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi untuk dibagikan kepada petugas medis dan masyarakat miskin.

Pelaku IKM lainnya di Limapuluh Kota juga menunjukkan kepedulian yang tinggi. Seperti, Meli Febrianti, pemilik IKM Kamelia Sander asal Nagari Koto Tangah Simalanggang.

Melihat pandemi virus korona semakin menjadi-jadi, Meli membuat masker kain yang dinamakan sebagai masker Batman. Sebanyak 30 buah masker yang baru selesai dibuat dalam dua hari, langsung disumbangkan Meli kepada Pemkab Limapuluh Kota.

“Saya baru bisa menyumbangkan 30 masker Batman ini, karena saya baru memulai pembuatan masker gratis ini sejak dua hari belakangan. Saya berusaha semampu mungkin untuk bisa terus memprodukai masker Batman ini untuk dibagikan secara gratis,” ujar Meli Febrianti yang juga menyerahkan masker buatnya kepada Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi.

Selain Meli, pemilik usaha Bareno Craft di Nagari Batuhampa, Kecamatan Akabiluru, bernama Defi, juga menyumbangkan satu lusin masker eco print. Eco print merupakan teknik cetak yang pewarnaan pada kainnya menggunakan bahan alami, seperti daun dan bunga.

Sumbangan masker eco print dari Defi, masker Batman dari Meli, serta baju hazmat dan masker dari Eka Lestari ini, membuat Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi merasa terharu sekaligus bangga. Sebab, dalam kondisi ekonomi yang dipastikan juga ikut terdampak Covid-19, para pelaku IKM itu tetap menunjukkan kepedulian yang tinggi.

“Ini sangat luar biasa. Masyarakat kita benar-benar telah menunjukan kepeduliannya untuk membantu perang terhadap Covid-19. Kita betul-betul berterima kasih dan mengapresiasi para pengusaha kecil dan menengah yang telah memberikan sumbangan APD dan masker ini,” tutur Irfendi yang didampingi Plt Kadis Perinaker Kabupaten Limapuluh Kota Afrizal.

Kepedulian dan bantuan masyarakat untuk memutus penyebaran virus korona di daerah ini, menurutnya sangat menggembiarakan. Termasuk keberadaan tim relawan yang tersebar di seluruh nagari hingga jorong-jorong.

“Tim relawan tersebut bahkan sangat intens melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk melakukan penyemprotan desinfektan di pemukiman dan tempat umum. Kita berterima kasih kepada masyarakat dan semua pihak,” katanya.(*)