Perawat Terinfeksi Covid-19, Batubalang Disemprot

Ilustrasi. (sumber: IST)

Seorang perawat yang tinggal di Nagari Batubalang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, tapi sehari-hari bertugas sebagai PNS/Tata Usaha Puskesmas Aiatabik, Kota Payakumbuh, berinisial MS, dinyatakan positif terinfeksi virus korona (Covid-19), Rabu sore (13/5). Wanita 41 tahun ini terpapar virus korona setelah kontak atau bertemu dengan salah seorang pasien positif Covid-19 dari Payakumbuh, yakni MM,26, yang merupakan sopir ambulans Puskesmas Aiatabik.

Menurut Kepala Dinas Kominfo Limapuluh Kota, Fery Chofa SH, L.LM selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 di kabupaten tersebut, MS sudah menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya di Nagari Batubalang. “Terhadap yang bersangkutan saat ini sedang dilakukan penelusuran kontak erat, dekat, dan sosial dari yang bersangkutan untuk antisipasi dan bahan pertimbangan pengambilan langkah selanjutnya,” tulis Fery Chofa dalam siaran pers yang diterima Padang Ekspres, kemarin.

Menurut Fery Chofa, dengan adanya penambahan kasus MS ini, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota, bertambah menjadi enam kasus. Dengan catatan, satu pasien berinisial AMN, 68, yang diklaim sebagai warga Kabupaten Limapuluh Kota, tidak memiliki identitas legal yang jelas.

“Dan berdasarkan penelusuran administrasi data kependudukan, yang bersangkutan tidak ditemukan datanya. Bahkan berdasarkan hasil percakapan via telpon dengan yang bersangkutan pada 12 Mei 2000 kira-kira jam 10.00 WIB, yang bersangkutan menegaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan karib kerabat sama sekali di Kabupaten Limapuluh Kota. Terkait hal ini, Pemkab Limapuluh Kota, akan meminta pelurusan dan klarifikasi data kembali ke Gugus Tugas Provinsi,” tulis Fery Chofa.

Dalam siaran pers Rabu sore (13/5), Fery Chofa juga menjelaskan, bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, terus melakukan penelusuran terhadap kontak erat empat pasien positif Covid-19 lainnya asal daerah ini. Masing-masing, Y, laki-laki, 59 tahun, asal Manggilang, Pangkalan. Kemudian, E, perempuan, 55 tahun, asal Balaitalang, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, dan D atau Y, 22, asal Nagari Taehbaruah, Kecamatan Payakumbuh.

Menurut Fery Chofa, sampai Rabu (13/5), sudah dilakukan penelusuran kontak erat pasien Y di Nagari Manggilang sebanyak 35 orang dan sudah diambil swabnya. Dengan rincian 18 orang sampel sudah dikirim ke laboratorium dan menunggu hasil. Sedangkan, 17 orang lainnya, telah diambil swabnya oleh RSUD Achmad Darwis Suliki sepanjang kemarin.

“Kemudian, untuk penelusuran kontak erat pasien E di Balaitolang, juga sudah dilakukan. Bahkan sudah diambil swab sebanyak 13 orang untuk warga yang punya kontak erat dengan E. Hasil swab-nya masih menunggu,” beber Fery Chofa.

Sementara, untuk penelusuran kontak DY di Nagari Taehbaruah, juga sudah dilakukan. Di mana, sebanyak 7 orang yang punya kontak erat dengan DY juga sudah diambil swab dan hasilnya masih dalam proses.

Menurut Fery Chofa, dalam melakukan penelusuran kontak erat dan pengambilan swab ini, Gugus Tugas Kabupaten Limapuluh Kota tetap bekerja sesuai dengan panduan dan pedoman yang ada. Baik yang ditetapkan oleh Kemenkes, BNPB, maupun Kemendagri. Dengan demikian, ada alur dan protap untuk pengambilan sampel swab.

“Yang diutamakan terlebih dahulu adalah kontak erat seperti keluarga serumah. Kemudian, kontak dekat, seperti tetangga bersebelahan. Dan kontak sosial yang merupakan kontak dalam suatu kegiatan atau aktifitas sosial tertentu,” kata Fery Chofa.

Batubalang Disemprot

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang mendapat konfirmasi penambahan kasus positif Covid-19 di daerahnya pada Rabu siang (13/5), langsung mendatangi Nagari Batubalang. Irfendi Arbi datang ke Batubalang bersama Kepala BPBD Joni Amir, Kabag Humas dan Protokoler Hendra, Camat Harau Andri Yasmen, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rahmadinol, serta relawan PMI dan anggota GTP2 Covid-19 Limapuluh Kota.

Dalam kunjungan ke Batubalang, Irfendi tidak menugaskan anggota GTP2 Covid-19 Limapuluh Kota dan relawan PMI untuk melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pegawai Puskesmas Aiatabik MS dan rumah warga lainnya di Nagari Batubalang. Namun, Irfendi juga ikut memimpin penyemprotan disinfektan di Masjid Jami’ Nagari Batubalang.

Selain itu, Irfendi Arbi juga membagikan masker kepada warga Nagari Batubalang yang didapati masih belum mengunakan masker. Kemudian, Irfendi Arbi bersama Wali Nagari Batubalang Dasril Syofiadi, juga mengunjungi Posko Pencegahan Covid-19 yang didirikan Pemerintah Nagari Batubalang.

Di posko tersebut, Irfendi mendapati data yang tersaji, begitu runut dan rinci. Termasuk, data jumlah Pasien positif Covid-19 di Nagari Batubalang, serta data PDP, OPD, dan Pelaku Perjalanan Ternotifikasi. “Data di Nagari Batubalang ini menandakan, bahwa GTP2 Covid-19 di Limapuluh Kota, sudah bekerja dan berkoordinasi mulai dari tingkat nagari, kecamatan, hingga kabupaten. Barangkali, eksposnya saja yang kurang. Jadi, tidak semua publik tahu dengan kerja ini,” kata Irfendi.

Sebelum meninggalkan Batubalang, Irfendi Arbi menginstruksikan segenap personel GTP2 Covid-19 Limapuluh Kota, terutama jajaran Dinas Kesehatan, agar terus menelusuri kontak erat warga yang sudah dinyatakan positif korona. Sekaligus, melakukan pengambilan sampel lendir tenggorokan untuk pemeriksaan swab, guna memastikan apakah warga yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19, juga ikut terinfeksi virus tersebut atau tidak.

“Saya minta, agar penelusuran kontak dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan swab ini, terus dilakukan, dengan tetap mengedapankan protokol kesehatan dan keamanan dari petugas medis. Kemudian, terhadap rumah-rumah warga dan lingkungan di sekitar pasien Covid-19, saya instruksikan, agar terus dilakukan penyemprotan disinfektan. Lalu, untuk masyarakat, mari tetap disiplin, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Irfendi Arbi.

Di sisi lain, Camat Harau, Andri Yasmen bersama Wali Nagari Batubalang, Dasril Syofiadi menginformasikan, bahwa pemerintah kecamatan dan nagari, sesuai koordinasi dengan kabupaten, terus melakukan penelusuran kontak erat pasien Covid-19 asal Nagari Batubalang. “Saat ini, karena pasien positif Covid-19 di Nagari Batubalang ini adalah tenaga medis yang mengerti dengan Covid-19, maka beliau memilih melakukan isolasi mandiri, bersama suami dan dua anak beliau. Suami beliau, kebetulan anggota Polri,” kata Dasril Syofiadi. (frv)