Tidak Netral Pilkada, Prajurit TNI Bisa Dipecat

Pangdam I Bukit/Barisan Mayjen TNI Irwansyah. (net)

Prajurit TNI yang tidak netral dalam Pilkada serentak 2020 bakal dijatuhi sanksi. Bahkan, sanksinya bisa sampai kepada pemecatan. Hal itu ditegaskan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah kepada wartawan, usai bersilaturahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh-tokoh masyarakat  Limapuluh Kota dan Payakumbuh di kawasan Lembah Harau, Limapuluh Kota, Sumbar.

“Tadi, saya arahkan kepada prajurit, jelang Pilkada ini kita harus netral. Kita harus mengkhususkan sebagai suatu institusi yang betul-betul profesional. Tidak memihak kepada kepada satupun golongan,” tegas Mayjen TNI Irwansyah didampingi Danrem 032/Wirabraja Sumbar, Brigjen TNI Arief Gajah Mada dan Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Stevanus Lahe.

Jenderal bintang dua yang enam tahun lebih bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN) ini menegaskan, bahwa netralitas prajurit TNI dalam Pilkada, mesti dibuktikan dengan tidak ikut konvoi dan tidak berpihak kepada satupun kontestan. “Pangkalan (markas) TNI juga tidak boleh digunakan untuk pengibaran bendera (lambang partai) atau pemasangan atribut bakal calon,” tegas Mayjen TNI Irwansyah.

Sebelum bertemu dengan Forkopimda serta tokoh-tokoh masyarakat Luak Limopuluah (sebutan lain Payakumbuh dan Limapuluh, red), Mayjen TNI Irwansyah yang pernah menjadi Staf Ahli Bidang Sosbud dan Bidang Hankam BIN juga mendatangi markas Batalyon 131/Braja Sakti Payakumbuh di Tiakar, Payakumbuh Timur. Dalam kesempatan itu, Mayjen Irwansyah meminta prajurit TNI, mencegah pelanggaran sekecil apapun dan jangan pernah bermain-main dengan Narkoba.

“Sayangi karir dan keluargamu. Jangan terlibat dalam peredaran gelap narkoba karena itu akan merusak namamu, nama satuanmu dan keluargamu. Dan bagi yang terbukti akan mendapatkan sanksi yang tegas. Untuk itu, sesama prajurit harus saling mengingatkan sehingga tidak terjadi pelanggaran di satuan ini,” tegas Mayjen TNI Irwansyah.

Baca Juga:  Pilgub Sumbar Masuk Kerawanan Tinggi

Jebolan Akabri 1985 ini juga mengingatkan prajurit TNI agar tetap ikut anjuran pemerintah dalam memerangi Covid-19, dengan menerapkan sosial dan physical distancing, maupun pola hidup sehat. Disiplin gunakan masker, jaga jarak, hindari tempat keramaian, dan jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan.

Selain itu, Mayjen TNI Irwansyah juga mengingatkan seluruh prajurit dan ibu Persit, agar bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi handphone dengan sebaik baiknya. “Manfaatkan aplikasi media sosial untuk hal-hal yang positif. Jangan menulis hal yang negatif, tulislah hal hal yang positif dalam bermedia sosial,” tegas Pangdam I/Bukit Barisan.

Di sisi lain, sesepuh masyarakat Luak Limopuluah, Haji Anas, menyampaikan apresiasi kepada Pangdam I/Bukit Barisan dan jajaran TNI yang terus menjalin komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat. Apresiasi itu disampaikan Haji Anas setelah menyerahkan cendramata berupa miniatur rumah gadang Minangkabau kepada Pangdam I/Bukitbarisan di Lembah Harau, Limapuluh Kota.

“Memang hebat Pangdam I/Bukit Barisan. Begitu pula dengan Pak Danrem dan Pak Dandim 0306/50 Kota. Komunikasi sosial TNI dengan berbagai kalangan masyarakarat sangat bagus. Kita harap, ini juga dibina dengan kalangan Pers secara keseluruhan,” kata Haji Anas. (frv)