Jembatan Simpangsugiran Hanyut, Dua Warga Terseret Arus

115
Jembatan penghubung Simpang Sugiran dan Suayan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, terputus, setelah diterjang arus sungai. (bnpb.go.id)

Hujan lebat yang mengguyur Limapuluh Kota, sepanjang sore, Sabtu (14/2), mengakibatkan jembatan Tuak Amat, Jorong Sawahliek, Nagari Simpangsugiran, Kecamatan Guguak hanyut. Selain jembatan disamping kantor walnag itu, dua orang warga setempat juga sempat terseret arus.

”Peristiwa terjadi, Sabtu malam saat hujan lebat mengguyur Sumpangsugiran. Jembatan yang menjadi akses utama nagari ini, hanyut terbawa arus sungai. Tak satupun kendaraan bisa melewati jalan ini. Artinya akses transportasi terputus total menuju dan dari Simpangsugiran,” ucap salah seorang warga yang juga mantan Wali nagari Simpang Sugiran, Iswaris Chan, Minggu (13/3) pagi.

Warga yang butuh akses ke Kota Payakumbuh atau Kabupaten Limapuluh Kota, harus melewati jalan melingkar ke Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru. Meski harus memutar jauh dengan jarak tempuh yang lama, hanya itu akses satu-satunya yang bisa dimanfaatkan masyarakat saat ini.

”Alhamdulillah, pagi ini (kemarin, red) Bupati Lumapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Wakil Bupati, Rizki Kurniawan bersama instansi terkait sudah meninjau lokasi bencana, semoga segera dilakukan tindakan tanggap darurat dan akses jembatan sementara bisa dibangun,” harap mantan Walnag, Iswaris Chan.

Ini dibenarkan Penjabat (Pj) Walnag Simpangsugiran, Erizulman Datuak Bijo. Kejadian yang menyebabkan jembatan terputus, juga sempat menyeret dua orang warga yang kebetulan berada di lokasi saat debit air memuncak. ”Beruntung, bisa diselamatkan. Kedua orang warga hanya menderita luka-luka lecet saja,” sebut Eri Zulman.

Warga yang sempat terseret arus itu, Jon Kenedi dan Widia Novalia, ketika itu sedang melihat kondisi air yang kemungkinan merusak kolam ikan dan warung kopi. Namun terpeleset dan terseret beberapa meter, sebelum akhirnya bisa diselamatkan warga. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun jembatan memang rusak total. Kita bersama warga, BPBD, TNI dan Polri melakukan gotong royong bersama membangun jembatan darurat,” ucap Eri Zulman, kemarin.

Jembatan darurat dari kayu sudah berhasil dibuat, namun hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda dua, akan dialihkan menuju Kecamatan Akabiluru dengan waktu dan jarak tempuh yang cukup jauh. “Ya sekitar satu jam berkendara, jika memutar ke Nagari Suayan, Nagari Batuampa untuk ke Kota Payakumbuh,” tambah Pj Walnag.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Rahmadinol menyampaikan, ambruknya jembatan batang air Datuak Amat tersebut, diakibatkan hujan deras dengan debit air yang tinggi. Selain itu, jembatan diperkirakan sudah dibangun sebelum Indonesia merdeka.

”Jembatan menurut informasi warga dibangun sekitar tahun 1940-an. Luapan air sungai Datuak Amat memutus jembatan yang menjadi akses transportasi dari Simpangsugiran ke Nagari Suayan. Kejadian sekitar pukul 20.00,” ucap Kalaksa.

Melihat kondisi bencana yang terjadi, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan langsung menyambangi lokasi bencana bersama Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso dan Komandan Kodim 0406/50 Kota Lerkol Kav Ferry Lahe.

Bupati mengatakan bahwa musibah ini tentu tidak diharapkan terjadi, tapi semua itu perlu disikapi. ”Ketika masyarakat kesulitan, kita harus hadir untuk membantu kesulitan masyarakat itu.Tentu ini dapat dilaksanakan dengan kebersamaan, keterlibatan semua unsur, seperti kami yang hadir ini memberikan suport dan mencarikan solusi untuk masyarakat,” ujar Safarudin.

Berkaitan dengan runtuhnya jembatan yang menganggu akses ekonomi dan terisolasinya masyarakat yang berada di dua jorong di Nagari Simpangsugiran, bupati menginstruksika agar cepat ditangani. ”Saya tidak mau belama-lama untuk perbaikan jembatan ini, saya tunggu OPD terkait dalam dua hari ini untuk menyikapi langkah-langkah yang akan dilaksanakan sesuai aturan hukum dan mekanisme yang ada. Supaya masyarakat kita tidak terdampak lebih parah lagi,” tegas Bupati.

”Ke depan, kita yang namanya untuk masyarakat harus didahulukan, karena kita bekerja untuk melayani masyarakat. Namun walaupun begitu, masyarakat tidak boleh cengeng dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, berusaha dan bekerjalah sesuai bidang kita masing-masing untuk kehidupan anak istri kita,” sambungnya.

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir menambahkan, jembatan yang ambruk ini tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan aturan yang ada. ”Tadi, sudah tegas disampaikan bupati untuk segera di tindaklanjuti, Senin (15/3) akan kita laksanakan rapat tindak lanjut dan aksi lapangan perbaikan jembatan tersebut,” ucap Joni Amir.

Diakuinya, upaya tanggap darurat, sudah dilakukan pembuatan jembatan sementara. ”Tadi (kemarin, red), kita melaksanakan kegiatan membuat jembatan darurat. Alhamdulilah sudah dapat dilalui kendaran roda dua, tepat pukul 12.15 Minggu, dengan ukuran 2×6 meter sudah dapat dilalui kendaraan roda dua,” tukas Rahmadinol.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirman didampingi Kepala Bidang Binamarga Rilza Hanif mengatakan, ada beberapa opsi di lapangan untuk atasi masalah pascamusibah putusnya jembatan. Termasuk, peminjaman jembatan balley di Denzipur Padangmangateh dan Dinas PUPR Sumbar.

”Besok (hari ini, red), kita akan rapat teknis penanggulangan bencana jembatan putus di Simpangsugiran dengan membawa sejumlah opsi. Tentunya, dilihat mekanisme aturan dan ketersediaan anggaran,” ucap Kadis PUPR Yunire Yunirman diamini Kabid BM Rilza Hanif, kemarin. (fdl)

Previous articleProgram Sharp Indonesia dan 4 Yayasan, Ajak Gen Z Peduli Lingkungan
Next articleGinting Jaga Fokus untuk All England, Tidak Boleh Terlalu Berambisi