Kasus Positif di Manggilang Bertambah, 194 Warga OTG

PELONGGARAN PSBB: Masjid Pahlawan, Nagari Situjuahbatua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota kembali melaksanakan ibadah Shalat Jumat secara berjamaah, Jumat siang (15/4). Ini dilakukan, menyusul adanya pelonggaran PSBB di nagari tersebut. Namun, shalat digelar dengan shaf yang diatur jaraknya, dengan khatib dan jamaah yang hanya berasal dari nagari setempat.

Nagari Manggilang yang berada di perlintasan jalan Sumbar-Riau, tepatnya di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, kini dalam kondisi “darurat” penyebaran virus korona (Covid-19). Menyusul bertambahnya jumlah warga Nagari Manggilang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut.

Bila Sabtu lalu (9/5), baru satu warga Nagari Manggilang diyatakan terinfeksi Covid-19. Maka pada Kamis siang (14/5), bertambah lagi dua warga Manggilang yang dinyatakan terinfeksi virus korona berdasarkan hasil pemeriksaan swab tenggorokan yang dilakukan di Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang. Dengan demikian, totalnya sudah 8 warga Limapuluh Kota yang positif Covid-19. Tapi, 1 orang masih diragukan identitas kependudukannya (selengkapnya lihat grafis-red).

Kepala Dinas Kominfo Limapuluh Kota Fery Chofa SH, L.LM selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 di kabupaten tersebut kepada Padang Ekspres mengatakan, dua warga Manggilang yang terkonfirmasi positif korona pada Kamis siang (14/5), sama-sama perempuan. Mereka, berinisial M,57 tahun, dan F, 43 tahun.

“M yang merupakan ibu rumah tangga, merupakan istri dari Y, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pertama asal Nagari Manggilang. Sedangkan F, juga tercatat sebagai ibu rumah tangga yang secara berkala bekerja sebagai tukang gosok di rumah M,” kata Fery Chofa.

Fery Chofa mengatakan, M dan F sejak Kamis (14/5), sudah dikirim ke Padang untuk menjalani isolasi atau karantina di gedung Diklat BKPSDM Sumbar di Padangbesi. Sebelum mereka dikirim, suami M yang berinisial Y juga sudah dikarantina di tempat yang sama. Y yang merupakan mekanik lepas, diduga terpapar virus korona karena punya riwayat kontak dengan HD, pasien positif Covid-19 di Toko WS, Pasar Payakumbuh.

Menurut Fery Chofa, Dinas Kesehatan Limapuluh Kota bersama RSUD Achmad Darwis Suliki juga sudah mengambil sampel lendir tenggorokan, terhadap 32 warga lainnya di Nagari Manggilang. “Totalnya, sudah 35 warga Nagari Manggilang yang diambil sampel lendirnya, untuk pemeriksaan swab, guna memastikan apakah mereka positif atau negatif terinfeksi korona,” kata Fery Chofa.

Dari 35 warga Nagari Manggilang yang sudah mengikuti proses pemeriksaan swab tersebut, sebanyak 3 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, yakni Y, M, dan F. Kemudian, 3 orang inkonklusif (belum dapat diambil kesimpulan dan membutuhkan pemeriksaan ulang). Selanjutnya, 8 orang negatif dan sisanya masih menunggu pemeriksaan di laboratorium.

Selain sudah melakukan pemeriksaan swab terhadap 35 warga Nagari Manggilang untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, Dinas Kesehatan Limapuluh Kota bersama RSUD dr Achmad Darwis Suliki, juga sudah melakukan pemeriksaan swab terhadap 13 warga Bataitolang, Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, dan 7 warga Nagari Taehbaruah, Kecamatan Payakumbuh. Hasilnya, sebagian sudah keluar dan sebagian masih menunggu.

“Sampai Kamis (14/5), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, sudah menerima hasil pemeriksaan terhadap 37 sampel dari Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand. Dengan hasil, 2 sampel ditemukan positif (M dan F). Kemudian, 5 sampel ditemukan inkonklusif sehingga akan dilakukan pemeriksana ulang. Sisalnya, 30 sampel dinyatakan negatif,” jelas Fery Chofa.

Pria yang juga tercatat sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumbar ini merinci, dari 37 hasil pemeriksaan sampel yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota sampai Kamis siang (14/5), sebanyak 13 sampel dari Nagari Manggilang. Kemudian, 4 dari Balaitolang, Guguak, dan selebihnya berasal dari berbagai alamat yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid 01 (berinisial Y), 02 (berinisial E), dan 03 (berinisial DY).

“Saat ini, Dinas Kesehatan sedang melakukan penelusuran kontak erat dan kontak dekat dari kasus konfirmasi pasien positif 07 (berinisial M asal Manggilang) dan pasien positif 08 (berinisial F asal Manggilang). Sebelumnya, juga sudah dilakukan penelusurna kontak erat dan kontak dekat dari kasus konfirmasi pasien positif 06 (berinisial MS asal Batubalang),” ujar Fery Chofa.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan penangan Covid-19 dalam siaran pers yang diterima Padang Ekspres kemarin sore, memberikan empati dan simpati yang mendalam terhadap kasus-kasus yang terkonfirmasi positif saat ini. Baik yang terjadi di Manggilang, Balaitolang Guguak, Taehbaruah, maupun Batubalang.

Irfendi Arbi mengimbau masyarakat, khusunya yang berada di sekitar wilayah terkonfirmasi positif tersebut, untuk tetap membangun semangat solidaritas kemanusiaan dan kebersamaan, dengan mengedepankan rasa senasib-sepenanggungan.

“Ibarat pepatah Minang, tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo makan ambun. Mari, seluruh elemen masyarakat, saling bahu membahu, tolong menolong, bago mereka yang ditimpa musibah. Baik yang menjalani isolasi mandiri, karantina atau dirawat di rumah saja,” kata Irfendi Arbi.

Dia juga berpesan kepada seluruh lini dan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota, untuk tetap berkordinasi dan selalu mengedepankan semangat kebersamaan dalam penanganan Covid019. “Tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti di rumah saja, jaga jarak, hindari kerumunan, pakai masker, dan sering cuci tangan. Mari, kita semua berdoa, semoga wabah pandemik global Covid-19 ini segera berakhir,” pungkas Irfendi Arbi.

Disisi lain, Wakil Bupati Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Deni Asra, pada Kamis siang (14/5), juga mengunjungi Nagari Manggilang. Memakai Alat Pelindung Diri (APD), mereka sempat bertemu dengan keluarga pasien positif Covid-19 dan menyerahkan bantuan pangan. “Dengan kondisi sudah ada tiga orang yang positif Covid-19, warga Manggilang berharap dilakukan pemeriksaan swab secara massal,” kata Ferizal Ridwan.

Sementara itu, Ketua Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Limapuluh Kota, Joni Amir, yang dihubungi Padang Ekspres Jumat malam (15/5), membeberkan update data penanganan Covid-19 di daerah ini. Dalam data yang diterima Padang Ekspres, Joni Amir menyebut, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) atau warga Limapuluh Kota yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19, sudah mencapai 194 orang.

“Sampai Jumat ini (15/5), jumlah OTG di Limapuluh Kota, sudah 194 orang. Dimana, 8 orang dinyatakan positif korona. Namun, kabar baiknya, dari 194 OTG tersebut, 59 orang sudah dinyatakan negatif terinfeksi virus korona, berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Biomedik Unand yang disampaikan kepada Dinas Kesehatan Limapuluh Kota. Sedangkan sisanya, masih dalam pemeriksaan,” kata Joni Amir.

Terhadap ke-194 OTG ini, menurut Joni Amir, terus dilakukan pengawasan dan pemantauan. Begitu pula terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Orang Dalam Pengawasan, dan Pelaku Perjalanan Ternofotikasi atau warga yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah terjangkit pandemi korona. (frv)