Jalan Sungainaniang Rusak Parah, Butuh Drainase dan Pondasi Jembatan

22
Ilustrasi jalan rusak parah.(NET)

Sejak lama masyarakat Nagari Sungainaniang, Kecamatan Bukikbarisan, Kabupaten Limapuluh Kota membutuhkan perbaikan jalan yang rusak. Pasalnya sudah belasan tahun lalu, jalan yang mengalami kerusakan, tak kunjung diperbaiki.

Selain itu, pondasi jembatan Titian Duo, drainase, sejumlah jalan usaha tani dan jalan produksi sangat dibutuhkan.

Buktinya, jalan penghubung Jorong Batubalabuah ke Jorong Bukikapik, memiliki banyak lubang, aspal yang diperkirakan sejak 15 tahun lalu, kini hampir tidak lagi tersisa lagi.

Batu seukuran kepalan tangan orang dewasa dan becek saat hujan, menggambarkan kondisi jalan yang luput dari perhatian pemerintah.

“Ya begitulah kondisi jalan di nagari kami, semoga segera mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan jadi perhatian juga bagi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota,” ucap Rino, salah seorang warga.

Ini juga dibenarkan, Wali Nagari Sungainaniang, Pen Yulhasni saat dihubungi Padang Ekspres via telepon genggamnya, Senin (17/1) sore.

Menurutnya, kerusakan jalan sudah cukup lama, bahkan tidak terlihat lagi aspal yang dulu menjadi pelapis jalan. “Sudah lama kondisi kerusakan seperti itu, mungkin sudah 15 tahun,” ucap Wali Nagari, kemarin.

Jalan rusak itu yakni, ruas Titian Duo menuju Bukikapik sepanjang 3 kilometer, kemudian jalan Pintu Angin menuju Ampar, juga mengalami kerusakan sangat parah sepanjang Tiga kilometer.

“Hampir tidak ada lagi, sepertinya tidak akan terlihat lagi aspalnya,” tegas Wali Nagari Sungainaniang mengeluhkan kondisi jalan yang rusak.

Menurut Pen Yulhasni, setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tetap masuk sebagai prioritas dalam Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU-RKP). Hanya saja hingga saat ini, belum juga disentuh untuk dilakukan pembangunanya.

“Setiap tahun sejak beberapa tahun terakhir, ini terus masuk dalam daftar usulan prioritas. Sayangnya hingga kini, belum juga ada realisasi pembangunannya. Kita berharap juga kepada anggota DPRD yang dari daerah ini, ikut memperhatikan dan memperjuangkan harapan masyarakat Sungainaniang,” harap Wali Nagari.

Selain dua ruas jalan tersebut, kata Walnag, pondasi jembatan Titian Duo yang rubuh akibat diterjang air, sejak lima tahun lalu, hingga kini juga belum diperbaiki. Sehingga berpotensi besar terjadinya kerusakan yang lebih fatal pada jembatan.

“Ini sudah kita sampaikan ke Pemkab Limapuluh Kota sejak lama, namun belum ada tindakan pencegahan dilakukan atau perbaikan pondasi segera,” beber Pen Yulhasni.

Kebutuhan lainnya yang disampaikan Wali Nagari Sungainaniang, terkait kebutuhan drainase jalan yang sama sekali belum ada di sejumlah ruas jalan.

“Sebenarnya banyak infrastruktur yang dibutuhkan warga Sungainaniang. Selain dua ruas jalan kabupaten dan pondasi jembatan yang rusak, jalan produksi dan jalan usaha tani masih banyak yang sangat dibutuhkan,” pungkas Yul Hasni.

Terkait dengan kebutuhan yang disampaikan masyarakat Nagari Sungainaniang dan kemungkinan pembangunan di tahun 2022, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), belum berhasil dihubungi.

Ketika dicoba hubungi Kepala Bidang Bina Marga, Rilza Hanif, via telepon genggamnya, belum menjawab panggilan, hingga berita dikirim ke meja redaksi, Senin sore. (fdl)