Bermodal Bambu, Warga Tanjung Nagari Koto Tuo Bangun Jembatan Darurat

15

Warga Tanjung Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau, membangun jembatan darurat dari bambu.

Antusias masyarakat Jorong Tanjung, Nagari Tanjung Pati memang patut diapungkan jempol, bermodal bambu dan tali serta semangat para petani setempat, bahu-membahu membuat jembatan darurat untuk melancarkan serta mendistribusikan hasil pertanian mereka.

“Gotong-royong ini rutin kami laksanakan, mungkin dengan cara ini kami bisa mendistribusikan hasil pertanian kami,” ungkap Taslim.

Selain mendisribusikan hasil pertanian, jembatan darurat ini juga berguna bagi masyarakat yang berada di Jorong Padang Rontang.


Jembatan darurat yang dibangun juga dimanfaatkan oleh masyarakat di Jorong Padang Rontang untuk penghubung serta memperpendek perjalanan, sehingga masyarakat Padang Rontang ingin ke Jorong Tanjung bisa menghemat waktu.

Namun, walaupun demikian, lanjut Taslim menjelaskan, kondisi jembatan darurat dibuat tentu terdapat banyak kelemahan, dan orang yang melintasinya harus ekstra hati-hati.

“Jembatan yang dibuat itu tidak permanen, bahannya dari bambu dan diikat dengan tali, tentu dari segi keamanannya agak kurang, namun masih bisa dilewati,” ungkap Taslim.

Baca Juga:  Susunan Belanja Aparatur Tinggi, Ranperda RPJMD Dinilai Normatif

Harapan Taslim dan seluruh petani yang berada di seberang sungai ini kepada pemerintah setempat dan pihak lainnya agar bisa lebih diperhatikan, mengingat, di lokasi tersebut memang banyak masyarakat Jorong Tanjung yang berjuang untuk menafkahi keluarganya dengan cara bertani.

“Harapan kami tidak muluk-muluk, kalau tidak bisa dibangun jembatan permanen, minimal ada akses jalan yang lebih aman serta bisa dipergunakan oleh masyarakat untuk mendistribusikan hasil pertanian dengan nyaman,” harap Taslim. (*)