Jelang PSBB, Ribuan Perantau Masuk Sumbar lewat Limapuluh Kota

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi meninjau posko relawan Covid-19 di Situjuah. (Foto: Fidel)

Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar yang direncanakan Rabu (22/4/2020), arus pendatang dan perantau masuk lewat pos pengawasan Kabupaten Limapuluh Kota masih tinggi. Rata-rata setiap hari mencapai 1.400 orang.

“Jumlah pelintas sampai Sabtu 19 April 2020, tercatat rata-rata 1.400 orang yang melintasi Kabupaten Limapuluh Kota dalam sehari, 200 orang di antaranya menuju Limapuluh Kota,” ungkap Ketua Pusdaslops Satgas Covid-19 Limapuluh Kota, Joni Amir, Minggu (19/4/2020).

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengingatkan siapa saja yang datang ke Limapuluh Kota untuk karantina mandiri. Isolasi mandiri di rumah masing-masing minimal 14 hari secara disiplin dan penuh tanggung jawab.

“Tujuan isolasi ini untuk keselamatan masyarakat. Dengan disiplin, kita harapkan mampu memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan, saat PSBB diterapkan, seluruh perantau dan pendatang yang masuk ke Sumbar akan dikarantina 14 hari di sembilan lokasi yang disipkan pemprov bersama bupati dan wali kota.(fdl/esg)