Pemkab Siapkan Tempat Karantina ODP dan Tim Pemakaman Korban Covid-19

Waspada virus korona Covid-19.

Dua hari jelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota menyiapkan tempat karantina untuk orang dalam pemantauan (ODP) virus korona (Covid-19) yang tidak bisa isolasi mandiri.

Untuk tahap awal, pemkab menyiapkan dua mess (rumah tempat tinggal bersama yang sifatnya sementara) milik pemda sebagai tempat karantina ODP. Kedua mess itu berlokasi di Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, dan Medan Nan Bapaneh, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau.

Ketua Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota Joni Amir menyebutkan, selain kedua mess pemda itu, pemkab juga menyiapkan eks Puskesmas Suliki sebagai tempat karantina ODP korona.

“Tiga tempat ini masih untuk tahap awal sebagai antisipasi. Kalau terjadi kemungkinan terburuk, bisa ditambah gedung sekolah di beberapa titik yang punya fasilitas bagus,” kata Joni Amir, usai meninjau mess Pemda Limapuluh Kota di Tarantang, Senin (20/4/2020).

Menurut dia, mess pemda di Tarantang memiliki 8 kamar dan 42 tempat tidur. Sedangkan mess pemda di Pangkalan ada 4 kamar dan 4 tempat tidur.

“Sedangkan eks Puskesmas Suliki, besok kita pastikan lagi, berapa jumlah kamar dan tempat tidur yang tersedia di sana. Tapi, untuk dua mess pemda, itu sudah siap digunakan sebagai tempat karantina,” kata Joni yang juga Kalaksa BPBD Limapuluh Kota.

Pembiayaan tiga tempat karantina itu, menurut Joni, ditanggung pemerintah daerah. “Tempat karantian ini nantinya juga akan dijaga tenaga medis dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang didalamnya juga ada TNI, Polri, Kejaksaan, dan Forkopimda,” kata Joni Amir.

Selain tempat karantina, kata Joni, pemkab menyiapkan tim untuk melaksanakan pemakaman warga yang menjadi korban Covid-19. “Ada lima tim yang dibentuk dengan wilayah kerja berbeda,” kata Joni.

Tim pertama dibentuk di Pangkalan untuk wilayah kerja Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Tim kedua dibentuk di Kapur IX untuk wilayah Kapur IX. Selanjutnya, tim tiga, berkedudukan di Pakanrabaa’a, untuk wilayah kerja Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, dan Luhak.

Kemudian, tim empat di Tanjungpati, untuk wilayah kerja Kecamatan Harau, Akabiluru, dan Payakumbuh). Terakhir, tim lima dibentuk di Suliki, untuk wilayah kerja Kecamatan Guguak, Mungka, Suliki, Gunuang Omeh, dan Bukitbarisan.

Di luar pembentukan tim pemakaman ini, kata Joni, pihaknya meningkatkan kooordinasi dan pengawasan di Posko Utama di Tanjungpati, perbatasan Sumbar-Riau, perbatasan Limapuluh Kota dengan Agam, dan posko Payakumbuh-Lintau. “Di nagari-nagari kini juga sudah dibentuk Posko,” katanya.(frv)