Sudah Lama Rusak, Warga Berharap Perbaikan Jalan Disegerakan

ilustrasi jalan rusak. (net)

Warga Jorong Koto, Nagari Tanjuang Gadang Rumah, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota berharap perbaikan jalan. Pasalnya sudah lama jalan tersebut mengalami kerusakan, namun belum juga tersentuh pembangunan hingga kini.

”Sebagian jalan rusak itu terletak di Jorong Koto menuju Batukabau dan jalan Taratak menuju Nagari Halaban. Katanya dulu akan segera diperbaiki, namun sampai saat ini belum juga terlihat tanda-tanda perbaikan. Semoga ini segera jadi perhatian pemerintan,” sebut Andri, salah seorang warga Koto, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Minggu (21/2).

Jalan dari kantor Wali Nagari Tanjuanggadang sebagian sudah dilapisi aspal hingga menuju Jorong Koto. Hanya saja sebagian masih belum tersentuh. Begitu juga dengan jalan di Jorong Koto ke arah Taratak, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Wali Nagari Tanjuang Gadang Rumah, Rilson membenarkan kondisi jalan yang dikeluhkan warganya. Menurutnya, jalan Taratak memang menjadi akses alternatif bagi masyarakat menuju Nagari Halaban. Meski sebelumnya sudah dilakukan pengaspalan, namun belum tuntas. ”Panjang jalan keseluruhan di Taratak 3 kilometer, sudah dibangun sebagian.

Sekarang tinggal sekitar 2 kilometer yang belum disentuh. Tahun ini direncanakan perbaikannya, namun sepertinya dialihkan akibat covid-19,” ucap Rilson, kemarin.
Menurut Wali Nagari, keluhan dan harapan masyarakat itu sudah disampaikan dalam Musrenbang nagari dan disampaikan langsung ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Rilson berharap bisa direspon dan segera dianggarkan kembali pembangunannya. ”Selain itu, jalan di Jorong Koto menuju Jembatan Batukabau juga mengalami kerusakan, kita tentunya berharap perbaikan bisa tuntas dan akses transportasi masyarakat benar-benar sudah lancar,” harap Rilson.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Limapuluh Kota, Rilza Hanif menyampaikan, memang jalan Kototuo, Nagari Tanjuang Gadang Rumah, Kecamatan Lareh Sago Halaban pernah masuk dalam anggaran 2020.

”Hanya saja karena refocusing anggaran akibat covid-19, terpaksa harus dipangkas. Sebab anggaran sangat terbatas. Kemudian di tahun 2021 juga tak lagi mencukupi dengan prioritas pembangunan yang harus dilaksanakan di sejumlah nagari di Limapuluh Kota,” ucap Rilza Hanif.

Kondisi pengalihan anggaran akibat pemangkasan untuk pembangunan yang lebih prioritas menjadi target pembangunan saat ini. Sehingga diutamakan yang lebih prioritas. Misalnya perbandingan jalan dengan jembatan, pembangunan jembatan lebih diutamakan, sebab jika tidak dibangun warga harus menempuh sungai untuk menyeberang.

”Semua jembatan yang direncanakan juga belum bisa diakomodir seluruhnya. Kita berharap masyarakat bersabar, kendati begitu semua usulan akan terus diakomodir secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran, pemerataan dan tentunya berdasarkan prioritas,” ucap Kabid Bina Marga, Minggu sore. (fdl)

Previous articleSport Tourism Bisa Majukan Pariaman
Next articleTransportasi Disubsidi, Hotel Ditanggung