Lama Tertunda, Pembangunan Jembatan Bukiklimbuku Diprioritaskan

9
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman.(NET)

Bengkalai pembangunan jembatan Bukiklimbuku yang sudah dibangun pondasinya di kedua sisi sungai Batang Sinama, diusulkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Limapuluh Kota, lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Rabu (21/7) siang.

Menurut Kadis PUPR, pembangunan jembatan Bukik Limbuku yang merupakan akses penghubung Kota Payakumbuh dan Kabupaten Harau tersebut, sebelumnya terkendala persoalan hukum.

“Kemudian untuk kelanjutannya, sejak awal dibangun tahun 2009 lalu, sempat diwacanakan untuk kembali dibangun di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan. Hanya saja persoalannya belum bisa diakomodir melalui anggaran daerah,” terang Kadis PUPR, Yunire Yunirman, kemarin.


Orang nomor satu di Dinas PUPR Limapuluh Kota ini, mengakui dulu memang terkendala persoalan hukum dan anggaran. Sehingga pembangunan tak kunjung bisa dilakukan. Namun saat ini, kata Yunire, rencana kelanjutan pembangunan sudah diusulkan dalam RPJMD di masa kepemimpinan Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dilanjutkan. Masalah hukum dan masalah anggaran, jika masih ada akan segera diselesaikan. Jika masih terkait hukum, kita akan kaji dan selesaikan, begitu juga dengan persoalan anggaran,” ucap Yunire.

Jembatan Bukik Limbuku, sama-sama terbengkalai dengan jembatan Bumbung di Situjuah Batua. Hanya saja jembatan Bumbung sudah selesai persoalannya dan sudah dimanfaatkan masyarakat sejak beberapa tahun lalu. Masyarakat sangat berharap pembangunan jembatan diselesaikan.

Baca Juga:  Susunan Belanja Aparatur Tinggi, Ranperda RPJMD Dinilai Normatif

Menurut Yunire, dulu juga pernah terkendala lahan jalan menuju jembatan dari Nagari Bukik Limbuku yang masih kecil dan lahan di seberang yang sudah berada di Kota Payakumbuh. “Sebelumnya kita sudah survey, persoalan terkait lahan ini, jika masih terkendala lahan jalan, kita akan upayakan penyelesaiannya,” ucap Kadis PUPR.

Sebelumnya, Wali nagari Bukik Limbuku, Doddi mengatakan, soal jalan menuju jembatan sudah bebas dan masyarakat sangat berharap pembangunan jembatan segera diselesaikan. “Lahan sudah oke, masyarakat sangat berharap pembangunan jembatan Bukik Limbuku dilanjutkan,” harap Doddi beberapa waktu lalu.

Jembatan Bukik Limbuku menurut Walnag, dimulai pembangunannya tahun 2009 lalu dengan anggaran miliaran rupiah. Hanya saja, pembangunan yang berhasil tuntas, sebatas pondasi jembatan dikedua sisi.

“Jembatan ini, merupakan salah satu jembatan yang penting untuk masyarakat di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, sekaligus mampu menjadi akses jalan alternatif Sumbar-Riau,” ungkap Doddi.

Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra sebelumnya juga mendesak Pemkab Limapuluh Kota melanjutkan pembangunan. “Kita mendesak, agar Pemkab Limapuluh Kota menyelesaikan bengkalai pembangunan Jembatan Bukiklimbuku,” harap Ketua DPRD. (fdl)