Pulang Kampung, 22 TKI Dikarantina

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi ketika melakukan peninjauan di posko pengawasan covid-19. (Arfidel Ilham-Padang Ekspres)

Hari kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari negara tetangga, Malaysia yang merupakan zona Merah penyebaran Covid-19, tiba diperbatasan Limapuluh Kota. Sebanyak 20 dari 22 orang warga tersebut merupakan asal Limapuluh Kota dan dua warga Kota Payakumbuh.

“Namun sanak suadara kita ini, sudah melewati 4 kali pemeriksaan mulai dari posko Malaysia, Posko Dumai, Batas Sumbar-Riau dan terakhir Posko kita di Tanjungpati, alhamdulillah seluruhnya dinyatakan sehat oleh tenaga medis,” tegas Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi.

Sebanyak 22 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang memasuki wilayah Kabupaten Limapuluh Kota diperiksa secara intensif oleh petugas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Covid-19, di Tanjungpati, Nagari Kototuo.

“Benar, ada 22 orang yang berasal dari Malaysia memasuki wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dari Riau subuh tadi,” ujar Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi didampingi Ketua Pusdaslops gugus tugas Limapuluh Kota, Joni Amir.

Sejauh ini, dari hasil berapa kali pemeriksaan rapid test tidak ditemukan gejala Covid-19 dari puluhan warga tersebut. Namun tetap dilakukan karantina selama 14 hari. “Meski hasil pemeriksaan tidak ditemukan gejala, kami tetap intruksikan untuk isolasi selama 14 hari, yang akan dipantau secara intensif oleh gugus tugas masing-masing nagari,”sebutnya.

Diakui, ke-22 warga tersebut, 20 di antaranya merupakan warga Limapuluh kota dan dua lainnya warga Kota Payakumbuh. “Warga ini harus tetap dikarentina selama 14 hari, bahkan Kita sudah perintahkan camat untuk menyediakan tempat isolasi di kecamatan masing-masing,” jelas bupati.

Terkait kedatangan warga itu, bupati juga mengajak masyarakat tidak cemas, sebab mereka belum tentu membawa penyakit. Dan merekapun telah melewati berapa kali pemeriksaan hingga sampai di Limapuluh Kota.

“Waspada tetap dengan melakukan prokoler kesehatan, tapi jangan sampai mengucilkan warga yang datang tersebut, karena belum tentu mereka membawa penyakit. Dan untuk 14 hari ke depan, mereka juga akan dipantau untuk isolasi mandiri,” jelas bupati.

Dikatakan, sejauh ini untuk kabupaten Limapuluh Kota sendiri, belum ditemukan kasus positif korona. “Mudah-mudahan dengan upaya bersama yang telah kita lakukan, tidak ada warga kita yang terjangkit, sampai pendemi ini berakhir,” tutup Bupati.

Anggota DPRD Limapuluh Kota, Marsanova Andesra yang ikut memantau kedatangan warga tersebut meminta warga yang baru datang tersebut untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan mengisolasi mandiri selama 14 hari. Andes juga mengimbau warga lainnya untuk tidak cemas dengan datangnya warga tersebut. Karena dari berapa hasil pemeriksaan tidak ditemukan gelala apapun.

Sementara itu, Ketua Pusdaslop Gugus Tugas Limapuluh Kota, Joni Amir menyebut, para pejuang devisa tersebut telah melakukan pemeriksaan sebanyak 4 kali. Bahkan, sebelum naik kapal di Malaysia menuju Dumai, Provinsi Riau, mereka juga telah dilakukan pengecekan dan sehat.

Kemudian, sesampai di Dumai, juga dilakukan pemeriksaan dan hasilnya juga normal. Dan sampai di Batas Provinsi Sumbar–Riau serta di Posko Utama Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota juga dinyatakan sehat. “Dan saat ini kita serahkan ke Kecamatan untuk dilakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Sebelumnya, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Bukittinggi, juga mengamankan dua unit bus yang ditumpangi TKI asal Agam dan Bukittinggi yang merantau ke Malaysia, yang masuk melalui pintu masuk Dumai. Dari kedua bus tersebut berisikan sebanyak 72 penumpang yang hendak pulang kampung.

Namun untuk memastikan kondisi 72 TKI tersebut, tim GT2P Bukittinggi mengkarantina para penumpang di Diklat Baso selama 14 hari ke depan. Ini sebagai bentuk upaya menghambat penyebaran virus korona di wilayah Bukittinggi dan Agam. (fdl)