IGD RSUD dan Dua Puskesmas Ditutup

133
ilustrasi. (IST)

Serangan Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota semakin liar dan mengganas. Sehari kemarin, Selasa (25/8), enam tenaga kesehatan dan keluarga tenaga kesehatan, dinyatakan terinfeksi virus yang berkembang pertama kali di dunia dari Kota Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Kabar enam tenaga kesehatan dan keluarga tenaga kesehatan di Limapuluh Kota terinfeksi Covid-19 ini, awalnya diperoleh Padang Ekspres dari Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, dr Tien Septino pada Selasa pagi (25/8). Kabar tersebut kemudian diperjelas oleh Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan Covid-19 Limapuluh Kota, Fery Chofa, lewat siaran pers yang dikirim kepada awak media, Selasa sore (25/8).

Dalam siaran pers tersebut, Ferri Chofa yang juga Kepala Diskominfo Limapuluh Kota membeberkan inisial enam tenaga kesehatan dan keluarga tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 di daerah ini.

Di antaranya, mereka adalah SRI, perempuan 32 tahun, yang tinggal di Jorong Piladang, Nagari Koto Tangah Batuhampa, Kecamatan Akabiluru. SRI yang merupakan PNS/tenaga kesehatan Puskesmas Situjuah diduga diduga terpapar Covid-19 dari pekerjaan.

“Yang bersangkutan, merupakan kontak erat kasus konfirmasi positif Covid-19 atas nama MY, laki-laki 66 tahun, warga Nagari Situjuah Banda Dalam yang sedang dirawat di RS Unand Padang. Rencananya, SRI akan menjalani perawatan dan isolasi secara mandiri,” beber Fery Chofa.

Bersama SRI, juga ikut terinfeksi Covid-19, LD, perempuan 34 tahun, alamat Jorong Kotobaru, Nagari Situjuah Banda Dalam. “LD merupakan PNS atau tenaga kesehatan Puskesmas Piladang. Diduga, LD diduga terpapar dari pekerjaan. Rencana perawatan menjalani isolasi mandiri,” sebut Fery Chofa.

Sedangkan tiga keluarga tenaga kesehatan yang dinyatakan terpapar Covid-19 pada Selasa (25/8) adalah DE, perempuan, 34 tahun, alamat KTP Jorong Bio-bio, Nagari Solok Bio-bio, Kecamatan Harau, namun berdomisili di Komplek Perumahan Dinas Puskesmas Situjuah. “Guru honor ini diketahui terpapar Covid-19, berdasarkan hasil screening Puskesmas Situjuh. Rencana akan menjalani isolasi mandiri,” jelas Fery Chofa.

Kemudian, HAH, bocah laki-kali berusia 8 tahun yang merupakan anak dari DE dan berdomisli di Komplek Perumahan Dinas Puskesmas Situjuah. Selanjutnya, juga ikut terpapar, FP, laki-laki 29 tahun, yang beralamat KTP di Jakarta Barat, namun berdomisili di Nagari Muaropaiti, Kecamatan Kapur IX. “Karyawan BUMN yang menantu bidan ini diduga terpapar dari riwayat perjalanan. Rencana perawatan menjalani isolasi mandiri,” kata Ferry Chofa.

Selain 6 tenaga kesehatan dan keluarga tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, Ferry Chofa dalam keterangan persnya juga menyebut, pada Selasa (24/8), tercatat ada satu orang pasien terkonfirmasi positif  Covid-19 yang meninggal dunia. Pasien berinisial YS, laki-laki, 47 tahun, alamat Jorong Padang Parit Panjang, Nagari Taehbaruah, Kecamatan Payakumbuh, ini merupakan petugas kebersihan Kota Payakumbuh. Yang bersangkutan dirawat dan meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi.

“Terkait dengan pemakaman yang bersangkutan terjadi insiden, di mana pihak keluarga membuka peti jenazah dan kemudian memandikan jenazah kembali serta menguburkan jenazah tanpa protokol covid-19, padahal proses pemulasaran/ perawatan dan pemakaman jenazah seharusnya dilaksanakan sesuai dengan protokol covid-19, namun terjadi penolakan oleh pihak keluarga,” kata Ferry Chofa.

Baca Juga:  Meriahnya Padek-Paragon Go to School di SMAN 1 Lareh Sago Halaban!

Adanya insiden tersebut, menurut Ferri Chofa, menimbulkan konsekuensi mereka yang terlibat dalam proses pemulasaran dan pemakaman jenazah tersebut harus di tracking dan di swab, untuk memutus mata rantai potensi penyebaran covid-19. “Proses ini, sedang berjalan,” sebutnya.

Ferry juga menyebut, Pemkab Limapuluh Kota mengimbau dan meminta kepada seluruh masyarakat, agar dapat memaklumi, bahwasanya proses pemulasaran dan pemakaman jenazah berdasarkan protokol covid-19 dilakukan terhadap setiap pasien yang dirawat atau diisolasi di Rumah Sakit, baik yang sudah terkonfirmasi positif ataupun hasil swabnya belum keluar dan yang bersangkutan meninggal dunia.
Prosedur ini diberlakukan demi keselamatan pihak keluarga, masyarakat, maupun petugas kesehatan sendiri.

“Masyarakat harus meyakini bahwa proses penyelenggaraan jenazah benar-benar telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan agama pasien tersebut. Termasuk proses pemandian dan penyolatan jenazah,” kata Ferry Chofa.

Berdasarkan data Satgas Pencegahan Covid-19 Limapuluh Kota, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah ini, sejak awal sampai sekarang, sudah 28 kasus. Di mana, 15 kasus atau 15 orang sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan 12 orang masih menjalani perawatan atau isolasi.

Satgas penanganan covid-19 Limapuluh Kota telah menggelar rapat yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Polres Limapuluh Kota, Polresta Payakumbuh, Kodim 0306 Limapuluh Kota, Kadis Kominfo, serta Kasatpol PP. Rapat ini mengevaluasi dan membahas perkembangan terkini covid-19, serta rencana langkah-langkah tindakan preventif, persuasif, ataupun represif yang akan diambil dalam pengendalian Covid-19.

Berdasarkan hasil rapat itu disimpulkan, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota mengalami peningkatkan. Sehingga membuat beberapa fasilitas layanan kesehatan, seperti Puskesmas Situjuah, Puskesmas Piladang dan IGD RSUD Achmad Darwis Suliki, akan ditutup sementara waktu, karena petugasnya harus menjalani isolasi mandiri sampai hasil swab mereka diumumkan. “Khusus untuk IGD RSUD Achmad Darwis telah di swab sebanyak 26 orang petugas,” kata Ferry.

Satgas Pencegahan Covid-19 Limapuluh Kota meminta masyarakat, tetap menjaga kesehatan. “Marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Semoga wabah pandemi covid-19 segera berakhir,” demikian Fery Chofa.

Di sisi lain, Direktur RSUD dr Achmad Darwis Suliki, dr Mulyani Dhatri, yang dikinformasi Padang Ekspres secara terpisah, memastikan, jika ruang IGD RSUD Achmad Darwis Suliki yang ditutup untuk sementara waktu, pada Selasa (25/8), sudah disterilisasi dan disemprot. “Masyarakat yang berobat, sesuai koordinasi kita dengan Dinas Kesehatan, diarahkan ke Puskesmas Rawatan yang ada atau ke Rumah Sakit lain terdekat,” kata dr Datri. (frv)