Balon Bupati Independen Pindah ke Parpol?

ilustrasi. (net)

Peta Pilkada Limapuluh Kota diperkirakan bakal mengalami perubahan besar. Sebab, satu dari dua bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah dari jalur perseorangan atau independen yang sudah menyerahkan dokumen syarat dukungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), berkemungkinan akan pindah ke partai politik (parpol) atau maju melalui jalur parpol. Bakal calon kepala daerah dari jalur independen yang berkemungkinan besar maju lewat jalur parpol itu adalah Maskar Datuak Pobo.

Kemungkinan Maskar Datuak Pobo maju melalui jalur independen ini, disampaikan oleh Darman Sahladi, bakal calon bupati Limapuluh Kota yang sudah mendapat Surat Tugas dari DPO Partai Demokrat. ”Kemungkinan besar, pasangan saya untuk maju dalam Pilkada 2020 adalah Pak Maskar Datuak Pobo. Kami sudah berkomunikasi,” kata Darman Sahladi saat dihubungi Padang Ekspres, Senin (27/7).

Darman Sahladi yang sudah dua periode berturut-turut menjadi anggota DPRD Sumbar, setelah sebelumnya tiga periode berturut-turut menjadi ketua dan anggota DPRD Limapuluh Kota menyebutkan, bahwa ia sudah melaporkan perihal berpasangan dengan Maskar Dt Pobo ini kepada Partai Demokrat. ”Insya Allah, dalam beberapa hari ini, akan keluar rekomendasi buat kami dari Partai Demokrat,” ujar putra Kapur IX ini.

Ditanya Padang Ekspres, dengan apa Partai Demokrat akan berkoalisi dalam Pilkada Limapuluh Kota 2020? Darman Sahladi yang akrab disapa Ladi, belum memberi jawaban. Sinyalemen yang berkembang, Partai Demokrat bakal berkoalisi dengan PAN. Sebab, saat Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan menyerahkan rekomendasi dukungan kepada pasangan Mulyadi-Ali Mukhni untuk maju dalam Pilkada Sumbar pada Minggu lalu (26/7), Darman Sahladi juga terlihat hadir dalam kegiatan tersebut bersama sahabat kentalnya di DPRD Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo yang juga Sekretaris DPW PAN Sumbar. Selain itu, juga hadir politisi PAN Limapuluh Kota Marsanova Andesra yang akrab disapa Andes.

Namun, Darman Sahladi menyebut, kehadirannya dalam acara itu murni mendampingi Ketua Demokrat Sumbar Mulyadi, menerima SK atau rekomendasi dukungan dari ketua DPP PAN Zulkifli Hasan. “Saya menghadiri acara itu untuk mendampingi Pak Mulyadi. Soal siapa yang didukung PAN untuk Pilkada Limapuluh Kota, saya belum tahu. Kalau untuk Partai Demokrat, saya memang sudah dapat surat tugas. Insya Allah, tinggal menunggu rekomendasi untuk mendaftar ke KPU. Mohon doa dan dukunganya. Insya Allah, kita maju dalam Pilkada Limapuluh Kota, dengan semangat politik santun. Sebab kita yakin, politik itu bukan untuk saling menjatuhkan, tapi untuk saling menguatkan,” kata Darman Sahladi.

Sedangkan Ketua DPD PAN Limapuluh Kota, Faisal Dt Songko Dirajo yang dihubungi Padang Ekspres secara terpisah mengaku, juga belum mendapat kabar siapa bakal calon bupati Limapuluh Kota yang akan mendapat rekomendasi dari DPP PAN. ”Sejauh ini, belum ada surat ke kita di DPD PAN Limapuluh Kota,” kata Faisal Dt Songko Dirajo sambil mengakui, bahwa DPD PAN Limapuluh Kota memang masih mengusulkan Irfendi Arbi sebagai calon bupati. Namun, siapa yang akan ditetapkan oleh PAN, diserahkan kepada DPP PAN di Jakarta dan DPW PAN Sumbar di Padang.

Sementara itu, balon bupati Limapuluh Kota dari jalur perseorangan atau independen, Maskar Dt Pobo mengakui jika memang ada langkah atau persiapan yang sedang diambilnya, jika tidak memungkinkan maju lewat jalur perseorangan. Bahkan, Maskar yang mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalimantan Selatan mengaku, bila ada pertemuan dirinya dengan Darman Sahladi.

“Pembicaraan maupun langkah ke arah situ (maju Pilkada melalui jalur parpol dan berpasangan dengan Darman Sahladi), memang ada. Sebagai antipasi (bila tidak memenuhi syarat) dari jalur independen,” kata Maskar Datuak Pobo yang dikonfirmasi Padang Ekspres secara terpisah, Senin siang (27/7).

Seperti diketahui, Maskar Dt Pobo yang mantan Ketua Wali Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padangpanjang, sudah menyerahkan 25.411 dukungan masyarakat kepada KPUD Limapuluh Kota sebagai syarat maju dari jalur perseorangan. Namun, dari 25.411 dukungan yang diserahkan Maskar bersama pasangannya Masril (pensiunan Pemkab Limapuluh Kota asal Situjuahbatua), hanya 61 persen atau 15.381 dukungan yang dinyatakan KPUD memenuhi syarat.

Sedangkan syarat bagi bapaslon independen untuk bisa mendaftar ke KPU adalah harus memiliki 22.539 dukungan atau 8,5 persen dari jumlah Daftar pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu sebelumnya. Dengan demikian, pasangan Maskar-Masril harus mencari tambahan dukungan baru sebanyak 7.158 dikali dua lipat atau sebanyak 14.316 dukungan baru.

Tambahan dukungan baru yang dibutuhkan ini, tetap dicari oleh pasangan Maskar-Masril bersama relawan yang sudah dibentuk di 79 nagari. “Kita tetap mengikuti proses pencalonan dari jalur perseorangan atau independen, sejauhmana yang telah diupayakan bersama relawan. Untuk memenuhi tambahan dukungan sebanyak 15 ribu itu, tetap kita upayakan. Namun, sampai siang ini (kemarin siang-red), memang belum dapat, berapa total dukungan baru yang sudah diinput ke dalam Silon (Sistem Pencalonan) KPUD. Kita masih menunggu,” kata Maskar yang pensiunan Polri itu.

Ditanya Padang Ekspres, kenapa Maskar masih berupaya menyerahkan tambahan dukungan ke KPU, sementara sudah ada sinyal akan berpasangan dengan Darman Sahladi? Menurut Maskar, dia bersama Masril dan relawan, sudah meminta KTP atau dukungan masyarakat. “Karena kita sudah meminta KTP masyarakat dan itu adalah amanah, maka proses yang sudah berjalan ini, tetap kita lanjutkan. Bagaimana hasilnya nanti, kita serahkan kepada Allah SWT. Setelah itu, baru kita tentukan sikap,” ulas Maskar Dt Pobo. (frv)