Nakes Limapuluh Kota Sembuh, 8 Warga Jalani Isolasi

113
Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi meninjau posko relawan Covid-19 di Situjuah. (Foto: Fidel)

Sempat dinyatakan positif terinfeksi virus korona (Covid-19) pada 13 Mei 2020 lalu, seorang perawat yang tinggal di Nagari Batubalang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, bernama Maria Susanti, akhirnya sembuh dari virus tersebut. Maria yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Aiatabik, Kota Payakumbuh, diumumkan sembuh dari virus korona oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, Fery Chofa sejak Minggu (24/5).

Menurut Fery Chofa, selain Maria Susanti, satu pasien lainnya yang disebut Pemprov Sumbar sebagai warga Limapuluh Kota bernama Amiruddin, sehari-hari tukang ojek di Simpang Sianok Pasar Payakumbuh, juga sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.  Dengan demikian, tinggal 8 orang lagi warga Limapuluh Kota yang masih menjalani pengobatan dan isolasi, termasuk di antaranya Kalaksa BPBD Payakumbuh, YA yang tinggal di Pulutan, Tanjungpati, Harau.

Menguatkan siaran pers yang dirilis Fery Chofa dalam suasana Hari Raya Idul Fitri tersebut, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di kabupaten ini, juga mengumumkan kepada publik, jika Maria Susanti yang sehari-hari tinggal di Batubalang sudah sembuh. Ferizal menginformasikan kesembuhan Maria ini di halaman rumah Maria pada Rabu lalu (28/5).

“Alhamdulillah. Atas pemeriksaan dari Laboratorium Unand, untuk pemeriksaan kedua, saudara Maria Susanti sudah negatif atau bebas dari Covid-19. Kami bersama Pemerintah Kecamatan Harau, Wali Nagari Batubalang, Bhabinkamtibmas, dan Puskesmas Taram, mengajak kita semua, untuk kembali melakukan silaturahmi seperti biasanya dengan Maria Susanti,” kata Ferizal Ridwan.

Wakil Bupati yang akrab disapa Feri Buya ini juga menyebut masyarakat agar tidak takut terhadap Maria Susanti atau siapa saja yang sempat menjadi pasien Covid-19. “Kami imbau kepada masyarakat, usah ditakuti ataupun dikucilkan. Marilah, tetap menjaga silaturahmi dan berkomunikasi seperti biasanya,” kata pria yang akrab disapa Buya.

Mantan anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar yang sempat “lompat pagar” ke PKB ini mencontohkan dirinya yang tidak takut berkomunikasi dengan mantan pasien Covid-19. Yakni, dengan Amiruddin, tukang ojek Simpang Sianok, yang status kependudukannya disebut warga Limapuluh Kota, tapi banyak beraktifitas di Payakumbuh. Di mana, Ferizal sempat mengajak Amiruddin ini tinggal di rumah dinas wakil bupati, karena Amirudin tidak punya tempat tinggal tetap.

Masih Verifikasi

Masih terkait dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Limapuluh Kota. Sejauh ini, masyarakat yang terdampak virus korona, sudah mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos dan Dana Desa. Selain itu, BLT dari Pemprov Sumbar, sebagian juga sudah cair. Sementara, BLT dari kabupaten atau dari APBD Limapuluh Kota, masih menjadi tanda-tanya publik.

Terkait hal ini, Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang dikonfirmasi Padang Ekspres Kamis malam (28/5), menyebutkan jika BLT atau Bansos dari kabupaten, akan dicairkan setelah tuntas seluruh pencairan BLT yang bersumber dari Kemensos atau pemerintah pusat, pemerintah pusat, dan BLT dari Dana Desa. “Sekarang, kita verifikasi dan evaluasi dulu pencairan BLT dari Kemensos, Pemprov Sumbar, dan Dana Desa. Setelah itu, baru masuk ke BLT atau Bansos dari kabupaten,” kata Irfendi Arbi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota ini menyebut, BLT atau Bansos dari kabupaten, akan diprioritaskan untuk masyarakat yang tidak masuk dalam daftar penerima PKH dan Sembako, BLT Kemensos, BLT Pemprov Sumbar, BLT Dana Desa. “BLT atau bansos Kabupaten ini, kemungkinan besar, akan diberikan buat guru mengaji, garin masjid yang sebelumnya tidak dapat BLT. Selain itu, juga coba kita berikan buat pelaku pariwisata yang tidak dapat bantuan,” kata Irfendi Arbi.

Hanya saja, menurut Irfendi, sebelum BLT atau Bansos kabupaten ini dicairkan, sebagaimana juga harapan dari DPRD Limapuluh Kota, pemerintah daerah terlebih dahulu akan memverifikasi kembali warga yang sudah dapat bantuan. Sebab, dalam kondisi darurat penanganan korona, bukan tidak mungkin, ada warga yang mendapat bantuan ganda atau dempet.

“Karena ini darurat, kemungkinan ada yang dempet (menerima bantuan), tentu saja ada. Karena itu, kalau ada yang dapat bantuan dempet, kita imbau, untuk mengembalikan salah satu bantuan ke tempat bantuan itu di terima, baik kantor Pos ataupun Bank. Sebab, bantuan yang masuk ini cukup banyak. Bahkan, kita dapat tambahan BLT lagi dari pemerintah pusat,” ujar Irfendi Arbi. (frv)