Alek Gadang Batagak Pangulu Sungai Beringin, Uang Adat Bisa Beli Ambulance

22
PEDULI NAGARI: Perwakilan Niniak Mamak Nagari Sungai Beringin serahkan kunci mobil unit ambulance secara simbolis kepada Pemerintah Nagari Sungai Beringin melalui Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, disaksikan Wali Nagari Sungai Beringin, Lukman Hakim, Minggu (26/6).

Sukses melaksanakan “Alek Batagak Panglu”, Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh torehkan prestasi gemilang.

Tidak hanya antusias jadi pesta budaya anak nagari, bersatunya niniak mamak bahkan sanggup memberikan kontribusi nyata untuk kemaslahatan masyarakat Sungai Baringin. Seperti apakah?

Sebagai pengemban amanah pimpinan di kekerabatan adat pada suku bangsa Minangkabau, “Pangulu” merupakan jabatan turun temurun dari garis keturunan Ibu atau Matrilineal yang bertanggung jawab terhadap anggota kekerabatannya.

Sehingga tugas berat, menjaga dan menanamkan nilai-nilai tradisi dalam norma adat yang identik dengan Islam menjadi tugas Pengulu yang harus diemban. Sehingga bukan hanya slogan semata, namun benar-benar sebuah amanah yang sudah dibuktikan Nagari Sungai Beringin.

Begitulah sedikit intisari yang disampaikan Wali Nagari Sungai Baringin, Lukman Hakim memaknai penyematan keria tanda diresmikannya seorang Pangulu. “Alek Gadang Batagak Pangulu berjalan lancar dan sukses, niniak mamak bersatu Saciok bak Ayam Sadanbiang Bak Basi,” ucap Lukman Hakim, Rabu (29/6).

Begitulah tatanan ideal sebuah adat Minangkabau. Semoga bisa diaplikasikan dan dimaknai menjadikan nilai-nilai tradisi yang berdampak positif bagi tatanan kehidupan masyarakat. Manfaat persatuan dan kepedulian itu juga bisa diwujudkan dengan terkumpulnya uang adat hingga Rp 280 juta.

“Selama ini, niniak mamak hanya mengumpulkan uang adat setiap pengangkatan pangulu hingga terkumpul dalam jumlah cukup untuk membeli satu unit ambulance yang dihibahkan untuk masyarakat Nagari Sungai Baringin,” terang Lukman Hakim, bersyukur dan bangga dengan masyarakat dan niniak mamak.

Terlepas dari persatuan dan kepedulian yang tinggi masyarakat secara umum, sebelumnya Nagari Sungai Baringin Baralek Gadang dengan sebagian besar warga Nagari Sungai Baringin, Kecamatan Payakumbuh, tumpah ruah di Rumah Godang Sungai Baringin. Anak nagari, tua muda, besa kecil, bersukacita merayakan “Alek Batagak Pangulu”, Minggu (26/6).

Delapan pangulu (penghulu) atau pemangku gelar adat dalam tradisi Minangkabau dari pasukuan Chaniago, Kuti Anyia, Melayu dan Mogek. Kebahagian semakin lengkap karena alek batagak pangulu dihadiri langsung oleh Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro.

Baca Juga:  Prevalensi Stunting makin Mengkhawatirkan

“Pangulu selaku pucuak pimpinan di setiap suku atau kaum, kedelapan pangulu yang dilewakan gelarnya pada hari ini, telah sesuai dan dianggap mampu oleh kaumnya mengemban amanah untuk memimpin masing-masing kaum,” ujar Safarudddin saat menyampaikan sambutannya.

Tak jauh beda dengan alek batagak pangulu di sejumlah tempat, Safaruddin kembali mengingatkan perlunya ninik mamak merangkul kemenakannya. Terlebih di zaman digital ini, ninik mamak berperan besar untuk mengarahkan kemajuan generasi di kaumnya.

Prosesi batagak gala di Rumah Godang Baringin, dimulai pemasangan deta dan penyematan karih (keris), sejumlah delapan orang penghulu dilewakan gelarnya pada alek batagak pangulu Sungai Baringin kali ini.

Kegiatan yang kental dengan tradisi adat Minangkabau tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Limapuluh Kota Nevi Safaruddin, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Limapuluh Kota Zulhikmi, Unsur Forkopimca, perangkat nagari serta Niniak Mamak Nagari Sungai Baringin.

Lebih jauh, Safaruddin menyatakan upaya memajukan anak kemenakan tersebut dapat terwujud jika setiap pangulu memiliki kesadaran untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dan pengetahuan.

Selain itu, para datuak tersebut hendaknya mampu mempertahankan adat istiadat yang ada di Sungai Baringin, sehingga dengan invasi budaya luar yang menggerogoti adat budaya Minangkabau dapat diatasi.

“Tidak hanya itu, tigo tungku sajarangan (niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai) dan wali nagari harus bersinergi dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki Nagari Sungai Baringin,” ucap Safaruddin.

Di penghujung acara batagak pangulu, Safaruddin mengapresiasi kedelapan pangulu yang berkontribusi untuk pengadaan mobil ambulans untuk warga Sungai Beringin. Terlebih untuk melestarikan nilai-nilai kelembagaan adat Minangkabau, Nagari Sungai Beringin juga bersiap untuk membangun Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Beringin.

Safaruddin yang hari itu juga mengenakan pakaian pangulu sako Datuk Bandaro Rajo pasukuan Kampai, Baruah Gunuang, didaulat untuk peletakan batu pertama pembangunan kantor KAN bersama Pucuk Adat Nagari Sungai Baringin Madroni Datuak Bangso Dirajo. (***)