Anggaran Cegah Korona jadi Rp 15 Miliar

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi bersama Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe, Kapolres AKBP Sri Wibowo, Kajari Payakumbuh Suwarsono, Ketua PN Tanjungpati Hery Cahyono, Ketua DPRD Deni Asra, Sekkab Widya Putra, dan kepala OPD, menggelar teleconference dengan 13 camat se-Limapuluh Kota. Rapat jarak jauh ini digelar untuk penanganan korona. (Fajar Rillah Vesky-Padang Ekspres)

Kabupaten Limapuluh Kota, menambah jumlah alokasi anggaran untuk pencegahan dan penanganan wabah korona (Covid-19) di daerah ini. Semula, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mengaku telah menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk pencegahan korona. Namun, kemarin (30/3), Bupati menyebut, menambah anggaran tersebut menjadi Rp 15 miliar.

“Dana ini telah dianggarkan oleh Badan Keuangan, dan nantinya juga ditambah dengan penggunaan Dana Desa. Nantinya, penggunaan dana ini harus sepenuhnya untuk menanggulangi wabah korona dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Irfendi Arbi dalam rapat koordinasi (rakor) dengan 13 camat se-Limapuluh Kota Rakor yang digelar melalui teleconference atau koneksi jaringan internet yang disiapkan Diskominfo Limapuluh Kota.

Di mana, Bupati Irfendi Arbi bersama Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo, Kajari Payakumbuh Suwarsono, Ketua PN Tanjungpati Hery Cahyono, Ketua DPRD Deni Asra, Sekkab Widya Putra, dan kepala OPD berada di rumah jabatan bupati kawasan Labuahbasilang, Payakumbuh. Sementara, 13 camat berada di kantor mereka masing-masing.

Irfendi Arbi menyebut, rakor melalui teleconference itu digelar untuk meningkatkan koordinasi pemerintah daerah berserta Forkopimda dengan seluruh camat. “Saya mengimbau kepada kita semua untuk kompak dan menyatukan persepsi dalam menghadapi wabah ini, termasuk para camat di tiap daerah. Untuk itu, kita harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan virus Covid-19 ini,” ujar Irfendi.

Dalam rakor, Irfendi menginstruksikan seluruh camat untuk terus menggelar sosialisasi kepada masyarakat, dalam mencegah virus penyebaran virus korona. Kemudian, para camat juga diperintahkan bekerja sama dengan seluruh wali nagari, mendirikan posko-posko di tiap kecamatan, guna mengecek masyarakat di kecamatan tersebut perantau yang baru pulang kampung.

Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahem, mengimbau para camat untuk terus bertugas sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Kemudian, Letkol Kav Ferry Lahe yang baru pulang menunaikan ibadah umrah dari Tanah Suci juga meminta para camat mengecek setiap pendatang atau perantau yang baru pulang kampung. Ini wajib dilakukan, guna memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Selain itu, Dandim 0306/50 Kota juga mengimbau kepada para camat untuk aktif menginformasikan kepada masyarakat, agar tetap tenang dan jangan mudah panik dalam menghadapi wabah ini. “Ketenangan tetap kita perlukan dalam menangani wabah korona ini,” ujar Letkol Kav Ferry Lahe.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo menginstruksikan seluruh camat di daerah ini, untuk melakukan patroli guna memantau kerumunan masyarakat di tiap kecamatan. “Saya meminta camat untuk membuat tim untuk melakukan patroli lapangan dan membubarkan kerumunan massa yang dianggap membahayakan dan berpotensi menyebarkan Virus ini. Jika masyarakat menolak untuk dibubarkan, sama saja menolak kebijakan Pemerintah dan hal ini bisa ditindak sesuai hukum,” ujar Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres juga mengimbau seluruh camat, untuk mengajak dan mengedukasi seluruh masyarakat, untuk memakai masker dalam melakukan kegiatan. “Bagaimanapun, masker dan alat pelindung diri sangat diperlukan dalam kondisi sekarang,” kata AKBP Sri Wibowo.

Di sisi lain, Kajari Payakumbuh, Suwarsono memerintahkan para camat mengimbau seluruh wali nagari di Limapuluh Kota, agar memproritaskan penggunaan dana desa untuk menanggulangi wabah covid-19 ini. “Pengunaan dana desa pada tahun ini selain untuk pengutan ekonomi di desa, dana ini juga dipergunakan untuk pencegahan wabah korona. Dan jangan takut untuk menggunakan Dana Desa. Yang penting, penggunaan Dana Desa ini harus tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Suwarsono.

Sedangkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpati, Hery Cahyono mengatakan, wabah korona telah masuk Kejadian Luar Biasa. Sebab itu, masyarakat Limapuluh Kota diimbau untuk untuk menyatukan presepsi dan kesatuan untuk mencegah wabah ini. Jangan mudah terpecah-belah.

Mengenai perbatasan daerah Limapuluh Kota, terutama perbatasan Sumbar dengan Riau, Herry Cahyono, meminta pemerintah daerah meningkatkan peralatan untuk petugas dalam pemeriksaan masyarakat pendatang yang akan masuk ke Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga petugas dapat menjalankan tugas dengan maksimal di lapangan.

Sementara itu perwakilan camat, melalui Camat Akabiluru, Chrish La Deva dan Camat Pangkalan Koto Baru, Zulkifli Lubis memastikan, jika pemerintah kecamatan bersama Muspika masing-masing dan para wali nagari, terus melakukan sosialisasi dan pengecekan pencegahan korona. Meski demikian, para camat mengaku terus meminta arahan dari pemerintah Daerah untuk menangani dan mencegah wabah korona.

Di sisi lain, Wali Nagari Situjuahbatua, Kabupaten Limapuluh Kota, DV Dt Tan Marajo menyebut, Pemerintah Nagari Situjuahbatua bersama Badan Musyarawah (Bamus) nagari setempat, telah sepakat mengalokasikan angggaran sebesar Rp 100 juta yang bersumber dari Dana Desa, untuk pencegahan penyebaran wabah korona. “Kami juga sudah bentuk satuan tugas pencegahan korona di tingkat nagari, melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, dan segenap stakholders. Kemudian, terhadap perantau yang pulang, juga terus kami lakukan pendataan dan pengawasan,” kata Tan Marajo. (frv)