Situjuah Batua Tempel Nama Penerima BLT di Warung Kopi dan Tempat Ibadah

116

Pemerintah Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh  Kota, Provinsi Sumatera Barat, secara terbuka menempelkan daftar nama warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah karena terdampak pandemi Covid-19.

Daftar penerima BLT tersebut ditempelkan  secara transparan di warung-warung kopi, tempat ibadah, kantor nagari, dan sarana umum lainnya.

“Sejak bulan puasa lalu, semua masyarakat Situjuah Batua yang menerima semua jenis bantuan dari pemerintah. Baik BLT Covid-19, PKH, bantuan sembako, ataupun Kartu Indonesia Sehat, kami tempelkan daftar namanya. Tidak hanya di kantor nagari saja, tapi juga di warung-warung, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya. Jika tidak percaya, silahkan cek atau datang langsung dengan mengikuti protokol kesehatan,” kata Wali Nagari Situjuah Batua Dhon Vesky Datuak Tan Marajo, Sabtu (30/5/2020).

Tan Marajo mengatakan, Pemerintah Nagari Situjuah Batua menempelkan daftar nama penerima BLT Covid-19 secara terbuka, sesuai imbauan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar dan Surat Gubernur Sumbar Nomor: 489/138/Humas-2020 tertanggal 6 Mei 2020 perihal Penyediaan Layanan Informasi dan Pengaduan Penyaluran Bansos Covid-19.

“Selain itu, kami mengumumkan daftar nama warga penerima BLT Covid-19 dan bantuan lain dari pemerintah,  sesuai amanat Peraturan Nagari Situjuah Batua Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pencegahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Berbasis Hukum Adat Salingka Nagari. Peraturan ini, kami buat bersama Bamus dan disetujui Lembaga Adat Nagari, dengan dampingan dari Tenaga Ahli Nagari Situjuah Batua Wendra Yunaldi,” kata Tan Marajo.

Dia menyebut, penempelan atau pengumuman daftar nama warga Situjuah Batua yang menerima bantuan ini secara terbuka, dimaksudkan Pemerintah Nagari Situjuah Batua, agar semua elemen masyarakat, ikut bersama-sama memantau, mengawasi, dan mengawal penyaluran bantuan.

“Dengan pengumuman ini, kami lebih mudah mengetahui, siapa masyarakat kami yang belum dapat bantuan sama sekali. Dan, siapa pula yang dempet menerima bantuan,” jelas Tan Marajo.

Menurut Tan Marajo, warga Situjuah Batua yang menerima BLT Covid-19 dari Kemensos berjumlah 166 KK (Kepala Keluarga), di mana 147 KK lewat Pos dan 19 KK lewat Bank).

Sedangkan warga Situjuah Batua yang menerima BLT dari Pemprov Sumbar sebanyak 250 KK. Kemudian, BLT atau Bansos dari Pemkab Limapuluh Kota 35 KK. Lalu, ada warga dapat PKH  290 KK dan bantuan Sembako  346 KK.

Di luar BLT dari Kemensos, BLT dari Pemprov Sumbar, BLT atau Bansos dari Kabupaten, PKH dan bantuan sembako itu, juga ada BLT yang bersumber dari Dana Desa.

BLT Dana Desa ini, diberikan Pemerintah Nagari Situjuah Batua kepada 197 KK di nagari tersebut. Pemberian BLT Dana Desa ini, berbeda dengan BLT dari Kemensos, BLT dari Pemprov Sumbar atau Kabupaten.

“Kalau BLT dari pusat dan provinsi, itu langsung masuk ke rekening penerima di bank atau lewat Pos. Yang menentukan penerima bantuan langsung pusat dan provinsi. Kita di nagari hanya mengusulkan saja. Sedangkan BLT Dana Desa yang sudah dibagikan di Situjuah Batua, warga yang menerimanya, disepakati berdasarkan musyawarah pemerintah nagari dan lembaga nagari,” kata Tan Marajo.

Dia menjelaskan, penerima BLT Dana Desa di Situjuah Batua, langsung menerima bantuan di rumah mereka masing-masing.

“Kepala jorong bersama kader Yandu di Situjuah Batua, langsung mengantar ke rumah masyarakat yang menerima BLT Dana Dana Desa. Dimana, di rumah tersebut juga dipasangi stiker, untuk mencegah adanya penerima ganda,” kata Tan Marajo.

Sedangkan terhadap masyarakat Situjuah Batua yang patut menerima bantuan, tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, pemerintah Nagari Situjuah Batua sudah merangkum nama-nama masyarakat tersebut, untuk diajukan ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos.

Selain itu, warga yang tidak dapat bantuan, padahal pantas menerima, diberikan solusinya oleh pemerintah nagari Situjuah Batua, berupa bantuan beras.

“Jadi, sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, ada perantau Situjuah Batua yang punya usaha Bubur Ayam C7, menyumbangkan 2 ton beras. Nah, beras dari perantau ini, kami salurkan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. Di samping, nama masyarakat itu juga kami rangkum untuk diusulkan ke dalam BDT Dinsos atau Kemensos,” kata Tan Marajo.(frv)