PTM di Mentawai, Tiga Hari di Sekolah Sisanya di Rumah

Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kepulauan Mentawai menerapkan sistem belajar selama 3 hari dan jam belajar dilaksanakan dengan sistem bergiliran. Dimana, jumlah siswa per hari mengikuti pembelajaran tatap muka hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeru, Selasa (01/09/2020), saat meninjau kesiapan SMPN 2 Sipora mengatakan, saat ini, pendidikan menengah di Kepulauan Mentawai mulai menerapakan sistem belajar tatap muka. Untuk itu, kata dia, penerapan protokol kesehatan di sekolah mesti dilaksanakan.

“Hari ini, kita mulai menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Juknisnya, juga sudah kita sampaikan ke satuan pendidikan. Nah, kebetulan, hari ini, SMPN 2 Sipora merupakan sekolah model yang akan menjadi contoh bagi sekolah lainnya di Mentawai,” ungkapnya.

Dia mengatakan, hal ini sudah sesuai Surat Edaran Bupati Nomor 360/355/BUP-2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dimasa Pandemi. Dimana, jumlah hari belajar tatap muka hanya, sebanyak 3 hari. Sementara, sisanya, dua hari menerapkan sistem belajar daring atau belajar di rumah.

Baca Juga:  Personel Terbatas, Polres Mentawai Petakan Kerawanan Pilkada Serentak

Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Kepulauan Mentawai, Serieli Bawamenewi, mengatakan, Mentawai satu-satunya daerah zona hijau di Sumatera Barat yang sudah lebih dari satu bulan. Untuk itu, kata dia, tahap awal pembelajaran tatap muka dilaksanakan kepada pelajar menengah.

“Nah, jika dua bulan ke depan, tidak lagi ada ditemukan kasus baru Covid-19 di Mentawai, maka pembejaran tatap muka tingkat sekolah dasar dan sekolah luar biasa bisa dimulai. Sementara, untuk Paud, baru bisa dilaksanakan tatap muka, jika sudah 2 bulan pendidikan tatap muka untuk SD dan SLB,” katanya. (rif)