Hari Kelima Pencarian, Turis Hilang Belum Ditemukan

19
BELUM DITEMUKAN: Tim SAR melakukan penyisiran di sejumlah titik koordinat lokasi hilangnya warga negara asing asal Inggris di Katiet Kepulauan Mentawai. Pencarian juga menggunakan pesawat Sushi Air.(IST)

Pencarian hari ke-5 Shaun Stephen Daly, 27, warga negara Inggris (bukan kewarnageraan Australia, red) yang hilang saat menombak ikan (spearfishing) di perariran Katiet belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dan penyelaman di perairan Katiet, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, lokasi diduga Daly melakukan spearfishing.

Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Akmal yang dihubungi wartawan kemarin (31/8) mengatakan, belum ada petunjuk keberadaan Shaun Stephen Daly. Pencarian tersebut tidak hanya melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD dan KSB, namun, juga dibantu oleh sejumlah pemilik penginapan.

“Pencarian hari ke-5 masih nihil. Kami akan terus mengupayakan pencarian, baik itu di laut dengan penyisiran dan penyelaman, maupun juga penyisiran di sekitaran Pantai Katiet dengan area pencarian 2°24’0.47″S 99°51’43.14″E sampai dengan 2°20’40.25″S 99°50’38.42″E,” bebernya.

Selain itu tim pencarian dengan menggunakan kapal KN SAR Ramawijaya 240 juga melakukan penyisiran di selat Sipora dengan empat area yakni pencarian pada area 2°22’8.75″S 99°51’26.60″E, 2°21’49.81″S 99°51’45.17″E, 2°22’32.95″S 99°52’20.56″E dan 2°22’49.02″S 99°52’1.19″E.

Kemudian, untuk pencarian dengan penyelaman juga dilakukan pada empat area atau titik koordinat. Diantaranya, 2°22’8.75″S 99°51’26.60″E, 2°21’49.81″S 99°51’45.17″E, 2°22’32.95″S 99°52’20.56″E dan 2°22’49.02″S 99°52’1.19″E.

Sementara itu, untuk kondisi cuaca sendiri berada pada kondisi berawan. Sedangkan, kecepatan angin, kecepatan angin berada pada posisi 2 knot hingga 10 knot. Kemudian, untuk ketinggian gelombang laut yakni, 0,5 meter hingga 1,25 meter.

Baca Juga:  Sejak Selasa Jaringan Internet di Tuapejat Terganggu

Desri, 30, salah seorang pemilik penginapan di Tuapejat mengatakan, Daly merupakan tamu yang sudah biasa datang berkunjung ke Mentawai. Namun, semenjak dua tahun belakangan, yang juga bertepatan dengan pandemi Covid-19, dia tidak lagi berkunjung ke Mentawai.

“Setahu saya, ini tahun pertama dia kembali datang ke Mentawai. Semenjak lama sekali. Rencananya, setelah dari Katiet dia akan menginap di Tuapejat. Dia juga kenal baik dengan suami saya,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kepulauan Mentawai, Joni Anwar yang dihubungi wartawan, kemarin (31/8) membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian kecelakaan turis dengan kondisi tengah menyelam merupakan hal yang baru terjadi di Kepulauan Mentawai.

“Benar. Ini kali pertama terjadi kecelakaan turis yang sedang menyelam atau spearfishing di Mentawai. Informasi yang kita dapat dari pemilik penginapan, dia menyelam, memang ingin sendirian saja tidak mau menggunakan pemandu. Memang ini, juga sudah kebiasaan wisatawan kita,” ungkapnya.

Bahkan, saat rekannya sesama penyelam mendapatinya tengah menyelam memintanya untuk sama-sama kembali ke penginapan. Namun, korban enggan untuk segera kembali ke penginapan. Mendapati hingga pukul 17.00 korban belum kembali, barulah rekannya tersebut, menyampaikan kepada pemilik penginapan dan pihak terkait.

“Sekarang, kita fokus dan berharap Daly bisa segera ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat. Untuk langkah selanjut, kita akan pikirkan nanti,” pungkasnya.(rif)