Potensi Laut Mentawai bakal Digarap Maksimal

ilustrasi. (net)

Nelayan di Kabupaten Kepulauan Mentawai diharapkan bisa menjadi andal dan sejahtera. Untuk itu, ke depan, pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi alat tangkap ikan yang lebih modern guna dapat meningkatkan hasil tangkapan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake, di sela-sela penyerahan bantuan stimulus kepada 1.494 nelayan terdampak Covid-19 di Kepulauan Mentawai, Jumat (03/07/2020). Dia mengatakan, potensi hasil laut Mentawai belum mampu tergarap maksimal, disebabkan kondisi alat tangkap yang moderen.

“Kita ingin ada nelayan tulen dan handal yang mau belajar cara menangkap ikan di laut lepas. Nelayan kita harus bisa sejahtera dari hasil usahanya. Kita akan upayakan untuk membeli alat tangkap ikan yanf lebih canggih meskipun mahal, tetapi memancingnya di laut lepas,” ungkapnya.

Menurut Korta, potensi ikan berkualitas tinggi tersebut, seperti ikan tuna, berada di Pantai Barat Mentawai dengan radius puluhan mil dari bibir pantai. Namun, kata dia, potensi tersebut, belum bisa termaksimalkan, karena armada kapal nelayan yang masih tradisional.

“Perairan laut Pantai Barat Mentawai kaya ikan tuna kualitas terbaik. Satu ekor ikan tuna kualitas ekspor mencapai puluhan juta rupiah. Nah, potensi ini harus kita maksimalkan, untuk mensejaterakan masyarakat nelayan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Mentawai, Usman menyebutkan, bahwa, peluang usaha perikanan sangat besar di Mentawai. Namun, kata dia, terbatasnya sumber daya manusia (SDM) membuat upaya tersebut, belum maksimal.

Baca Juga:  Dinas Koperindag Mentawai Harus Fokus Pembinaan UMKM

“Ke depan, kita tidak hanya dukung dengan peralatan atau alat tangkap yang lebih canggih, namun, kita juga akan melatih nelayan untuk bisa mengoperasikannya. Potensi laut Mentawai jika digarap maksimal akan memberikan peluang yang besar,” ungkapnya.

Salah seorang nelayan di Desa Tuapejat, Novemberrudin, 50, mengaku, pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadal perekonomian masyarakat nelayan di Mentawai.

“Hasil tangkapan dan penjualan tidak seimbang. Sangat jauh menurun. Kita nelayan di Tuapejat khususnya sangat berharap kepada Pemerintah, bukan hanya alat tangkap saja yang diadakan nantinya, tetapi juga ada industri ikan, seperti pengalengan ikan, setidaknya minimal ada industri tepung ikan,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Mentawai dari fraksi Nasdem, Syafridin, mengajak para nelayan agar tetap optimistis dan semangat pada era normal baru. Dia mengatakan, bahwa, nelayan tidak sendirian menghadapi persoalannya.

“Nelayan harus tetap optimis. Tidak perlu takut. Ada pemerintah yang akan selalu hadir mendampingi. Asal mau belajar dan tetap semangat, pasti kita akan bisa bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19 ini,” pungkasnya. (rif)